Trenz Indonesia
News & Entertainment

BERPESTA SASTRA Lewat MELIHAT PUISI

220
Godi-Suwarna

Trenz Edutainment |Tema sastra yang digulirkan dalam pertunjukan akhir pekan di Galeri Indonesia Kaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation di bulan Februari ini juga menyajikan pertunjukan bertajuk Melihat Puisi.

 Melihat Puisi yang dipersembahkan Galeri Indonesia Kaya bersama Titimangsa Foundation di helat di di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Sabtu, (24/2).

Hannah-Fransiska

Pertunjukan Melihat Puisi selama sekitar 60 menit ini mempertemukan penulis-penulis antar generasi dengan latar sosial dan minat yang berbeda diantaranya Godi Suwarna, seorang penyair senior berbahasa Sunda yang acap kali tampil di banyak panggung internasional, Hanna Fransisca, penyair Tionghoa yang sudah melahirkan banyak buku puisi, H.S Dewandani, penyair muda berbahasa Inggris yang sering mempublikasikan karyanya lewat media sosial, Ni Made Purnama Sari, penyair muda yang telah mendapatkan pengakuan di berbagai forum sastra internasional, Faisal Syahreza, penyair muda yang produktif dalam menerbitkan karyanya dan mentransformasi karyanya dalam bentuk visual dan tari, serta Joind Bayuwinanda yang dikenal sebagai sosok penting di balik seni pertunjukan Indonesia.  Ada juga kehadiran Tesla Manaf sebagai musisi Indonesia yang mengiringi pembacaan karya dengan musik EDM.

Faisal-Syahreza

“Pada acara sore ini para penyair akan menceritakan bagaimana proses kreatif mereka dalam menghasilkan suatu karya melalui kolaborasi pembacaan puisi yang diiringi oleh musisi Electronic Dance Music (EDM)dan video-video menarik. Sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan panjang para penulis Indonesia, kami harap‘pesta sastra’ yang diadakan pada hari ini dapat mengajak penikmat seni khususnya generasi muda lebih mengenal dan tertarik dengan sastra,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Ni-Made-Purnama-Sari

Pementasan  Melihat Puisi juga merupakan debut Heliana Sinaga sebagai sutradara dalam sebuah panggung pertunjukan. Perempuan berdarah Batak yang aktif berteater ini dikenal sebagai pemain, manager panggung, show director, asisten sutradara, dan pimpinan produksi. Pernah terlibat dalam produksi teater di Monolog Inggit(2011-2014), Aku Perempuan (2014) Sukreni Gadis Bali (2016), Bunga Penutup Abad (2016), Karnaval Kemerdekaan (2017), Citraresmi (2017), Perempuan Perempuan Chairil (2017).

Joind-Bayuwinand

“Pesta sastra sore ini adalah bagian dari menyentuh, menyuarakan dan menggelorakan kata-kata didalamnya. Baik dari sisi perkembangan kepenyairan, pertumbuhannya di masyarakat sampai di atas panggung menjadi sebuah pertunjukan,” ujar Heliana Sinaga yang juga aktif di kelompok Mainteater Bandung sebagai Direktur.

Tesla-Manaf

Sedangkan Titimangsa Foundation merupakan yayasan nirlaba yang bergerak di bidang budaya.  Didirikan oleh Happy Salma bersama Yulia Evina Bhara pada Oktober 2007. Pada perjalanannya Happy menjalankan Titimangsa Foundation ditujukan untuk wadah kecintaan terhadap karya sastra, menulis, dan berakting. Titimangsa sendiri artinya adalah terjadi pada saat yang tepat. Titimangsa terbentuk karena dirasa dibutuhkan sebagai sarana untuk dapat berkesenian khususnya mengadaptasi karya sastra Indonesia kedalam pertunjukan teater. Dalam perjalanannya, Titimangsa telah menghasilkan beberapa karya pertunjukan maupun literatur yang patut diperhitungkan. (PR/TrenzIndonesia) | Foto: Dok. Galeri Indonesia Kaya

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.