Trenz Indonesia
News & Entertainment

Maya Admin Penyabar di Klinik Si Tangan Ajaib Kiki Hendrawan

Tangan Ajaib Mampu Obati Syaraf Kejepit Hanya Dalam Waktu 5 Menit

3,833

Trenz Profile | mantan DJ, Kiki Hendrawan kini dikenal sebagai si “Tangan Ajaib”, dikarenakan kemampuannya untuk menyembuhkan beragam penyakit, terutama syaraf kejepit (HNP), stroke, vertigo, migrain akut dan kronis serta jantung dan ginjal melalui metode akupunktur.

Berkat keahliannya yang mumpuni, terbukti semakin banyak pasien yang bisa tertolong dari penyakit Syaraf Kejepit (HNP), Stroke dan lainnya. Imbasnya semakin banyak pula pasien dari berbagai kota yang ingin mendapat penanganan Kiki dari penyakit seperti tersebut diatas.

Adalah Maya, yang bertugas sebagai admin di klinik Kiki Hendrawan, yang juga harus kebagian sibuk menerima panggilan telpon dari banyaknya pasien yang ingin brobat kepada Kiki. Dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, Maya berupaya melayani semua panggilan telpon, bahkan kala ada pasien yang tak sabar untuk segera didatar dan segera mendapat pelayanan. Dan Maya, tetap menjawab dengan santun bahwa semuanya sesuai prosedur yakni harus antri sesua urutan.

Ratusan pasien  yang menghubungi nomornya baik melalui No WA. 08571 4049 345 maupun nomor 0878 7854 3689 setiap hari tak pernah berhenti.  Padahal jadwal praktek pengobatan setiap harinya cuma dimulai dari jam 10 pagi hingga jam 13.00 WIB, jadi hanya mampu menangani sekitar 10 sampai 15 pasien saja.

“Tiap hari ratusan pasien telpon ke saya, umumnya nggak sabar pingin segera bisa diobati, ada yang minta hari itu juga. Tapi setelah aku jelasin kalau sehari itu  prakteknya cuma dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang dan cuma nanganin pasien 10 sampai 15 orang, akhirnya mereka bisa mengerti’, jelas Maya kepada Trenzindonesia.com saat bertandang kerumahnya di bilangan Ciputat, (2/4).

Selaku admin dari Kiki Hendrawan, Maya memang dituntut memiliki kesabaran yang sangat tinggi dalam  menangani pendaftaran pasien, karena attitude para pasien itu masing masing berbeda. Ada yang santun dan sabar menunggu jadwal, ada pula yang pingin buru-buru mau datang ketempat praktek di klinik Kiki Hendrawan.

“Sifat pasien itu bermacam-macam, ada yang sabar, baik dan ramah. Tapi ada pula yang dengan agak memaksa pingin buru-buru langsung ke klinik. Padahal kan harus saya jadwal dulu, dapetnya hari apa dan jam berapa. Namun demikian ini merupakan pengalaman hidup yang luar biasa, sebab dari sini saya sadar betul betapa penting dan berharganya kesehatan” lanjut Maya.

Lalu bagaimana tata cara untuk mendaftar , agar bisa dilayani sebagai calon pasiennya Kiki Hendrawan?

“Gampang sih, pertama dia harus mendaftar melalui WA, namanya siapa?, Alamatnya dimana?, kemudian usia berapa?, dan keluhannya apa?, dibagian mana?, Sudah berapa lama?, agar bisa didata untuk kemudian saya jawab juga melalui WA. Nah.., kenapa harus WA, tentu agar bisa terdata dengan rapi, soalnya kalau via telpon kan akurasi datanya takut kurang lengkap, atau terjadi salah data, karena yaitu tadi, yang harus saya tangani ratusan pasien setiap harinya.  Jujur saja saya mau istirahat makan dan sholat saja terkadang susah, Telpon itu nggak ada jeda, begitu ditutup langsung masuk lagi telpon yang lain, terus saja begitu. Jadi kalau saya mau istirahat ya dengan sangat terpaksa HP saya matiin dulu, kalau nggak gitu ya nggak bisa istirahat, tangannya sampek kriting ngebales ratusan WA,”, terang Maya yang merupakan istri dari wartawan musik Irish Riswoyo sekaligus ibu dari 3 anak ini sambil tersenyum.

Lalu apakah setiap pasien yang mau berobat meski datang ke klinik tempat Kiki Hendrawan praktek?, atau bisa dengan cara lain?.

“ ya, saya sarankan datang ke klinik langsung, namun demikian bisa juga kunjungan ke rumah, terutama bagi yang sudah tidak mampu jalan atau karena alasan lain. Kalau yang diluar kota biasanya nunggu 10 pasien dulu, baru didatangi ke kota tersebut” terang Maya.

Bagaimana dengan biaya?, apakah datang ke klinik dengan kunjungan rumah itu sama atau berbeda?.

“Biaya sama, yaitu satu paket, Rp.1.500.000,-/paket (dua kali pertemuan). Cuma kalau kunjungan tambah biaya transport saja yang disesuaikan dengan lokasinya. Tetapi kalau di tempat tersebut ada terkumpul 10 pasien, maka tidak ada biaya transport lagi. Misalnya di Bogor ada 10 pasien, maka saat pengobatan ke Bogor biayanya ya Cuma 1.500 ribu itu, tidak ada tambahan transport lagi”, Terang Maya.

Fenomena si “Tangan Ajaib” ini sungguh mengejutkan. Meskipun baru berpraktik secara resmi sekitar dua atau tiga tahunan, Kiki Hendrawan sudah mengobati ribuan pasien  dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat setingkat DPR, petinggi TNI, Artis, Olahragawan, bahkan dokter,  hingga seorang pemulung.

Beberapa waktu lalu Kiki  menangani beberapa pemulung di kota Medan. Pemulung tersebut lumpuh 3 tahun, namun dengan izin Allah SWT, dengan  sekali pengobatan saat itu juga ia bisa berdiri dan berjalan. Bahkan agar lebih bersemangat untuk sembuh, oleh Kiki sempat diminta  joget-joget.

Selain itu aktivitas Kiki juga sebulan 2 kali melakukan kunjungan ke rumah sakit di Singapura dan Malaysia untuk mengobati pasien yang terkena penyakit seperti tersebut diatas. (Irish/Fajar).

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.