Trenz Indonesia
News & Entertainment

Jaga Pocong Andalkan Acting Acha Septriasa

35

Trenz Film | Film horor bertajuk Jaga Pocong, diproduksi oleh 3 perusahaan, Maxima Pictures, Unilimited Production dan Spektrum Film mencoba menghadirkan film horor yang berbeda dari film-film yang selama ini beredar di bioskop Tanah Air.

Sayangnya film yang dibintang utamai Jajang C Noer, Acha Septriasa, Zack Lee ini terlalu lamban dan mengandalkan akting Acha dan konflik pun terkesan dibuat-buat.

Acha yang memerankan tokoh suster Mila lebih banyak bermain ‘sendiri’. Hal ini terasa menambah lambat adegan demi adegan film besutan sutradara Hadrah Daeng Ratu ini.

Film terkesan lambatnya adegan ini mulai diperlihatkan Hadrah saat Mila mendapatkan sebuah pekerjaan untuk merawat seorang wanita tua bernama Sulastri (Jajang C Noer) di rumahnya. Belum juga memulai pekerjaanya, Sulastri ternyata sudah keburu wafat.

Radit (Zack Lee) sebagai anak Sulastri pun menitipkan pekerjaan lain yaitu memandikan jenazah Sulastri dan membungkuskannya dengan kain kafan. Dan Mila juga diminta tolong menunggu jenazah Sulastri, sementara Radit beralasan akan mengurus makam sang ibu.

Disinilah, adegan demi adegan berjalan lambat. Mila mulai dihantui oleh hal menakutkan selama menjaga jenazah Sulastri sambil juga menjaga Novi (Aqilla Herby) adik Radit, namun dengan penggambaran yang tak langsung masuk ke entry point.

“Saya memang sengaja menggunakan silent moment dalam film ini. Tapi bukan berarti silent moment itu sebuah kekosongan,” ujar Hadrah usai premiere ‘Jaga Pocong’ di Jakarta, Senin (22/10).

Soal alasan Hadrah menggunakan silent moment dalam film horor perdananya ini, sutradara yang awalnya banyak menggarap FTV ini, ingin menunjukkan ketika seseorang terlalu banyak berada di silent moment justru akan mengganggu dirinya secara psikologis.

“Tokoh Mila ini kan sebenarnya sosok yang pemberani, apalagi dia seorang suster yang biasa mengurusi orang sakit atau jenazah dan kita sudah tanya ke beberapa narasumber yang biasa di profesi ini, ketika apa yang diyakini sudah hancur, maka mereka akan down. Inilah yang terjadi dengan tokoh Mila yang akhirnya down saat menghadapi silent moment ini,” beber Hadrah.

Namun di ending, Hadrah mengaku tetap menggenjot adrenalin penonton lewat kengerian-kengerian maksimal.

“Dalam setengah film ke belakang kan kita tetap harus menciptakan klimaks,” tandas Hadrah.

Kemunculan burung Kedasih yang dari awal sudah memberikan isyarat menjadi awal kengerian di rumah almarhumah Sulastri, akan membuat ending film ini semakin klimaks atau malah sebaliknya? Lalu, siapa sosok pocong yang muncul di depan mata Mila? Silakan Anda saksikan film yang akan tayang pada Kamis (25/10) di bioskop Indonesia ini. (Boeyil/TrenzIndonesia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.