Trenz Indonesia
News & Entertainment

Kementrian PANRB Optimis Gelar The International Public Service Forum 2018

63

Trenz News | Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi (Kementrian PANRB) bersiap menyelenggarakan The International Public Service Forum 2018: “Expanding and Improving Service Delivery through Collaborative Action” yang akan dihelat pada 7-8 November di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.

Ajang perhelatan akbar berskala internasional The International Public Service Forum (IPS Forum) 2018 ini akan menjadi sarana untuk berkomunikasi dan berinteraksi bagi para pemimpin, pengelola dan pengguna pelayanan publik untuk menciptakan, memperluas dan menggerakan partisipasi publik.

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRBDiah Natalisa mewakili Menpan RB, Syahruddin, menyatakan bahwa Kementrian PANRB, selaku penyelenggara, optimisme dan telah mempersiapkan secara matang untuk menggelar IPS Forum 2018.

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa & Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah III Kementerian PANRB, Damayanti Tyastianti

Kementrian PANRB optimis untuk menggelar IPS Forum 2018 pada 7-8 November nanti. Sampai saat ini, persiapannya sudah lebih dari 70% sementara untuk para pembicara seminar sudah 95% terkonfirmasi”, jelas Diah Natalisa yang didampingi Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah III Kementerian PANRB, Damayanti Tyastianti,saat temu media tentang persiapan penyelenggaraan IPS Forum 2018, di Kantor Kemenpan RB, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (29/10).

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Diah Natalisa

Masih menurut Diah Natalisa, Sejalan dengan program revolusi mental, dimana Kementerian PANRB menjadi koordinator untuk program Gerakan Indonesia Melayani, maka tujuan penyelenggaraan IPS Forum 2018 adalah untuk: Memberikan inspirasi kepada dunia atas inovasi-inovasi Pelayanan Publik di Indonesia; Sebagai wahana pembelajaran interaktif antarnegara dan intranegara dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan inovasi Pelayanan Publik; Meningkatkan kerjasama antar negara dalam percepatan reformasi birokrasi, pertukaran pengetahuan dan penguatan kepemimpinan di bidang Pelayanan Publik; serta Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dalam meningkatkan mutu Pelayanan Publik di berbagai sektor.

“Karenanya, IPS Forum 2018 akan menghadirkan beberapa agenda kegiatan yakni, International Forum, Public Service Exhibition, TOP 40 Indonesia Public Service Award dan Best Practices Sharing” jelas Diah.

Selain menampilkan berbagai pelayanan publik, kegiatan IPS Forum 2018 diwujudkan dalam bentuk ‘forum diskusi’, ‘marketplace inovasi pelayanan publik’, dan ‘Pameran Pelayanan Publik’.

“Akan ada sesi market place Pelayanan Publik yang menghadirkan 35 inovator dimana masing masing akan mempresentasikan inovasi miliknya yang telah berjalan kepada para pengunjung maupun inovator lainnya” terang Diah.

Selain itu, dipastikan sejumlah Kementrian dan lembaga juga akan turut berpartisipasi di perhelatan IPS Forum 2018 dengan memberikan pelayanan langsung.

Diah Natalisa & Damayanti Tyastianti

Pameran Pelayanan Publik akan dimeriahkan dengan beragam Pelayanan Publik dari berbagai Kementrian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan BUMN diantaranya, tes kesehatan dari Kementerian Kesehatan, pelayanan HAKI dari Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan layanan PAUD, Perpustakaan Nasional melalui Pojok Baca Digital, dan Polri dengan pelayanan SKCK, SIM, serta STNK.”, jelas Diah lebih lanjut.

Yang tak kalah menarik, IPS Forum 2018 juga akan menjadi sarana penganugerahan bagi ‘TOP 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018’, yang merupakan inovasi yang dikategorikan outstanding (terpuji) hasil seleksi dari Top 99. 40 Terbaik untuk inovasi Pelayanan Publik tahun 2018 ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 636/2018.

Diah Natalisa

“Ini menjadi tahun ke 5 dari penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) sebagai wujud dari program One Agency, One Inovation yang mewajibkan Kementrian, Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk menciptakan minimal satu inovasi setiap tahunnya”, lanjut Diah.

“Ada 2.824 inovasi pelayanan Publik yang berkompetisi di tahun ini, dimana di bulan September lalu telah dianugerahi penghargaan bagi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik yang akhirnya dipilih lagi jadi Top 40 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018”, tambah Diah.

“Dari Top 40 Inovasi Pelayan Publik tahun 2018, menghasilkan kreatifitas yang luar biasa”, tegas Diah.

“Diakui Pelayanan Publik di Indonesia masih perlu ditingkatkan, tapi kita sudah banyak melakukan Pelayanan Publik secara maksimal. Dan terobosan yang dilakukan pelaku Pelayanan Publik juga sudah cukup banyak”, pungkas Diah Natalisa. (Fajar/TrenzIndonesia) | Foto: Fajar

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.