Trenz Indonesia
News & Entertainment

HARIMAU JOKOWI Dukung Sikap Tegas Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky Pastika

Tolak Izin Acara Khilafah Di Bogor

233

Bogor, Trenz News |Rencana pertemuan bertajuk “Syiar dan Silaturrahim Kekhalifahan Islam Se-Dunia 1440 H”  yang diinisiasi Khilafatul Muslimin, dengan agenda diskusi bertema ‘Indonesia Titik Awal Kebangkitan Islam Dunia serta melibatkan sekitar 3000 peserta yang akan diselenggarakan, Sabtu (17/11) di Masjid Az-Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor, ternyata menuai penolakan keras dari beragam elemen masyarakat.

Sejumlah Ormas Islam, elemen Mahasiswa, beragam relawan Jokowi Ma’ruf serta perwakilan masyarakat Bogor tampak berkumpul di Pemda Bogor serta PolRes Kabupaten Bogor, Cibinong (13/11). Seluruhnya bersatu padu guna menyampaikan keberatannya atas akan diselenggarakannya kegiatan khilafah di Kabupaten Bogor, khususnya di Sentul.

Pada akhirnya, Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika, menyatakan bila pihaknya secara tegas menolak untuk memberi ijin terkait kegiatan khilafah di Az-Zikra, Sentul Bogor. Bahkan pihaknya juga telah memberitahukan ke Az-Zikra jika kepolisian tidak memberikan izin untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Untuk acara Pertemuan Khilafah Dunia yang akan digelar di Sentul, polisi tidak akan memberi ijin, karena kegiatan ini melanggar undang-undang. Pihak Az-Zikra juga setuju kalau tempatnya  tidak bisa dipakai,”jelas AKBP Andi M Dicky Pastika , Selasa (13/11) di Polres Bogor, Cibinong Kabupaten Bogor.

“Kami dari Kepolisian Polres Bogor, tidak akan memberikan izin  karena acara tersebut bertentangan dengan aturan perundang-undangan kita.”, lanjut pria yang akrab disapa Dicky.

“Dari hasil pengecekan dan penyelidikan dari pihak kepolisian, kegiatan tersebut sangat berkaitan erat dengan khilafah yang bertujuan untuk mengganti sistem pemerintahan di Indonesia, ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi khilafah”, papar Dicky.

Tak ketinggalan ikut menentang keras acara Khilafah tersebut adalah HARIMAU JOKOWI, sebuah organisasi relawan pasukan khusus elit advokat yang menyatu bersama para aktivis pergerakan petarung di berbagai kota atau daerah.

“Kami dari Harimau Jokowi mendukung sikap Kapolres Bogor yang dengan tegas menolak untuk memberi izin atas penyelenggaraan kegiatan Khilafah di Bogor”, tegas Ade Kusgarman dari HARIMAU JOKOWI kota Bogor.

“Intinya kami menolak segala bentuk kegiatan yang mendukung ide dan gerakan khilafah di indonesia,  karena dapat merusak dan merongrong empat pilar bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.”, papar Adya Admiral, juga dari HARIMAU JOKOWI Kota Bogor.

Ketua Umum Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI, SAIFUL HUDA EMS (SHE) lewat surat pernyataan sikapnya menyatakan bahwa pihaknya telah memperingatkan dengan keras untuk tidak dilaksanakannya Pertemuan Khilafah Dunia yang rencananya akan dilaksanakan pada Hari Sabtu 17 November 2018 di Bogor melalui aparat kepolisian yang berwenang untuk mengizinkan atau melarang pertemuan tersebut. (Fajar/Trenz Indonesia) | Foto: Dok. HarJo

Leave A Reply

Your email address will not be published.