Trenz Indonesia
News & Entertainment

Upaya Kontraterorisme Global Abaikan Asal-Mula Teroris

17

Program penangkalan terorisme yang bertolak-belakang menunjukkan peran jaringan pribadi yang bisa menjadi kunci dalam mencegah jalan kekerasan

Washington, Trenz News | Laporan Orb Media Inc. yang baru dan analisis data memaparkan kenaikan jumlah negara yang terimbas terorisme, lonjakan sikap publik yang menerima kekerasan dengan sasaran warga. Namun, pengetahuan mumpuni tentang cara mencegah orang-orang terlibat terorisme, masih agak terbatas.

Joko Tri Harmanto helped build the bomb that killed 202 people in Bali in 2002.

Orb Media sendiri merupakan  lembaga jurnalisme nirlaba yang melaporkan berbagai isu yang penting bagi miliaran orang di seluruh penjuru dunia. Menggabungkan karya penelitian asli, analisis data, reportase langsung dan partisipasi publik, Orb Media menerbitkan berbagai artikel yang menentukan isu-isu publik tentang berbagai tantangan yang dihadapi bersama sebagai satu dunia. orbmedia.org/fightingblind.

Triliunan dolar AS telah habis untuk upaya kontraterorisme sejak 2001, tetapi kita masih kurang memahami alasan di balik keinginan seseorang menjadi teroris. Penelitian terbaru ini menunjukkan hubungan individu dan lingkaran sosial dapat menjadi faktor utama dalam menarik dan mencegah orang bergabung dengan organisasi yang sarat kekerasan.

Berbagai pendanaan dan program untuk memahami “jalur menuju terorisme” masih terbatas dan sebagian besar bersifat lokal. Orb Media menelaah program-program di Jerman dan Indonesia guna memahami kiprah sejumlah organisasi “di lapangan.”

Berdasarkan data dan definisi dari START, University of Maryland, Orb Media menyimpulkan terjadinya lonjakan sikap publik yang menerima kekerasan dengan sasaran warga di seluruh dunia.

Lebih lanjut, meski jumlah teroris masih sangat sedikit, efek politis, psikologis, dan ekonomi yang ditimbulkan terbilang monumental. Proporsi populasi dunia yang sangat cemas menghadapi terorisme, tetap tinggi sejak serangan 11 September AS, yakni sebanyak 65-85 persen dalam lima tahun terakhir.

Orb Media dengan bangga bermitra dengan para anggota Orb Media Network (OMN), sekelompok media penentu agenda publik global yang berkolaborasi untuk menerbitkan berbagai kisah secara berbarengan. Kisah-kisah itu memicu dialog global tentang isu-isu penting, berfokus menarik perhatian pemerintah, industri, peneliti, masyarakat sipil dan masyarakat.

Sejumlah anggota OMN:  CBC (Kanada), Channels (Nigeria), Dhaka Tribune (Bangladesh), Folha de São Paolo (Brazil), SVT (Swedia), Tempo Media Group (Indonesia), The Hindu (India), Die Zeit (Jerman), BBC (Inggris), Cadena SER-Prisa (Spanyol), YLE (Finlandia), El Comercio (Perú),  El País (Uruguay), Mail & Guardian (Afrika Selatan), El Tiempo (Kolombia), La Nación (Argentina), eNCA (Afrika Selatan), South China Morning Post (Tiongkok), Louisville Public Media (Amerika Serikat). (PRNewswire / TrenzIndonesia) | Foto: Dok. PRNewswire

Leave A Reply

Your email address will not be published.