Trenz Indonesia
News & Entertainment

Dokter Estetika Sebagai Penunjang Keberhasilan Program “Health Tourism”

33
Pembukaan Seminar & Workshop ISWAM 2018 yang ke 9 digelar Perdaweri, 7-9 Desember di ICE BSD, Serpong

Jakarta, Trenz Lifestyle | Indonesia sudah terkenal dengan keindahan alamnya juga keunikan dan keragaman budayanya, serta telah menjadi salah satu tujuan bagi para wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Salah satunya yang menjadi primadona adalah pulau dewata Bali.

Untuk lebih meningkatkan jumlah wisatawan, kini pemerintah melalui Kementerian Pariwisata, mencanangkan satu program terbarunya yakni “Health Tourism”

Beberapa negara yang sudah berhasil mengembangkan bidang kesehatan sebagai salah satu pintu masuk untuk meningkatkan pendapatan devisa negara lewat program pariwisatanya seperti negara tetangga Singapura dan Malaysia yang menjadi rujukan untuk program operasi dan diagnose, serta Korea Selatan, yang menjadi rujukan untuk tindakan operasi estetik di kawasan Asia.

Dewan Pengurus Pusat IDI, Prof DR dr Abdul Razak Thaha, MSc, SpGK.

Dari hal tersebut, ada beberapa hal dari bidang kesehatan yang bisa dipromosikan Indonesia, salah satunya adalah kedokteran Estetika, Anti Aging, Wellness dan Regeneratif.

“Sudah menjadi kebutuhan kodrati bahwa kita ingin tampil sehat, awet muda, bugar dengan penampilan yang cukup menarik, seseorang dengan kemampuan finansial pastinya akan mendatangi tempat dimana dia dapat mewujudkan keinginannya tersebut”, kata Dewan Pengurus Pusat IDI, Prof DR dr Abdul Razak Thaha, MSc, SpGK.

Faktanya, kini Indonesia telah membuktikan sukses dalam bidang “Health Tourism,” di bidang Aesthetic Medicine dengan adanya data bahwa klien pasien dari beberapa Klinik Kecantikan di Bali 95 % adalah turis mancanegara.

Lingkup kedokteran Estetika, Anti Aging, Wellness dan Regeneratif, salah satu yang menjadi primadona adalah tindakan medis untuk mengubah penampilan baik itu bersifat invasif/ operatif ataupun non operatif, lalu bidang fannakoterapi (obat), hormonal, nutrisi/ gizi, kosmetika dan kosmosetika serta alat alat medis canggih seperti laser, radio frekuensi, serta gelombang suara yang dapat membantu keberhasilan terapi dan bidang wellness seperti spa, baik spa yang mengandalkan ramuan herbal tradisional ataupun spa yang memanfaatkan teknologi canggih

Yang terpenting adalah kemampuan sumber daya manusia bidang medis yang berhubungan langsung yaitu pada dokter dan therapist, yang mempunyai ilmu dan kemampuan yang baik.

Berkaitan dengan hal tersebut, Organisasi PERDAWERI , menggelar acara Seminar dan Workshop, yaitu I SWAM 2018, sebagai salah satu penunjang dari merebut peluang tersebut dengan memperkuat posisi tenaga dokter dalam memberikan pelayanan di bidang Estetika. Anti Penuaan, Wellness dan regeneratif.

I-SWAM adalah suatu seminar dan workshop yang diselenggarakan rutin setiap tahun oleh organisasi PERDAWERI yang tahun ini merupakan penyelenggaran yang ke Sembilan kalinya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Dr Teguh Tanuwidjaja

“Seminar dan workshop bertaraf international dan bersertifikat IDI dan diperuntukkan khusus bagi kalangan dokter yang ingin meningkatkan kemampuan dan pengetahuan di bidangnya”, ujar Dewan Pengurus Pusat IDI, Prof DR Dr abdil Razak Thaha, Msc, SpGK, saat dijumpai, Jumat (7/12/2018) di ICE BSD, Tangerang, Banten.

“I-SWAM tahun ini diikuti oleh 2000 orang dokter yang menghadirkan narasumber yang berasal dari Italia, Spanyol. United Kingdom, Libanon, Afrika Selatan, India. Korea Selatan. Malaysia. dan juga dari Indonesia”, kata Ketua Panitia Penyelenggara, Dr Teguh Tanuwidjaja.

Dalam penyelenggaraan ini diharapkan sejawat dokter yang memiliki minat dibidang tersebut dapat menambah bekal ilmu dan keterampilannya, mempunyai bekal dalam memberikan pelayanan yang memiliki dasar legalitas yang benar sehingga dapat maksimal dalam berkarja.

Sehingga hasil akhirnya dari semua itu adalah kinerja yang baik, terpercaya dan dapat menunjang pelayanan secara menyeluruh , terintegritas dan paripurna. (Ibnoe/TrenzIndonesia) | Foto: Ibnoe

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.