Trenz Indonesia
News & Entertainment

Simpang Jalan Menuju Rumah di Galeri Indonesia Kaya

Sajian Musik Tearikal Persembahan Tujuh Seniman Program Beasiswa Seniman Pasca terampil PSBK

94

Jakarta, Trenz Tourism | Pertunjukan akhir pekan dari Galeri Indonesia Kaya yang mengusung tema ‘Musik’ di bulan Desember ini, menyajikan pementasan bertajuk ‘Simpang Jalan Menuju Rumah’ yang dipersembahkan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) yang dihelat di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Sabtu, (8/12).

Pentas “Simpang Jalan Menuju Rumah” merupakan sajian seni dari seniman program Seniman Pasca terampil (SPt) yakni sebuah program beasiswa yang diperuntukan bagi para seniman muda Indonesia dari berbagai disiplin seni yang memiliki keinginan untuk mengembangkan potensi seni mereka di ruang belajar dan ruang berkarya PSBK. Pelaksanaan program yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini berlangsung selama 10 bulan, mulai dari Februari hingga Desember 2018 di PSBK, Bantul Yogyakarta. Sebanyak tujuh residensi seniman dari berbagai latar belakang disiplin seni, difasilitasi ruang belajar dan melakukan praktik kerja kolaborasi seni untuk pengembangan kapasitas diri.

“Dalam pementasan ini, kami menantang para peserta program Seniman Pasca terampil untuk berkreasi dengan menggali pengetahuan yang mereka miliki mengenai persoalan yang sering terjadi di lingkungan sekitar. Yaitu tentang harapan orang tua terhadap seorang anak. Harapan orang tua akan kesuksesan anak-anaknya yang cenderung bersifat relatif dan belum tentu sejalan. Penampilan ini juga menjadi salah satu pencapaian bagi para seniman pasca terampil untuk membagikan karya mereka kepada masyarakat Jakarta. Semoga penonton yang hadir dapat melihat hasil dari program tahunan PSBK, dan memahami karya Simpang Jalan Menuju Rumah ini,” ujar Jeannie Park, Direktur Eksekutif Yayasan Bagong Kussudiardja.

Dikemas dalam bentuk musik teatrikal, para seniman pasca terampil yang terdiri dari Isti Fadah Nur Rohmah (Seni Teater), Nurina Susanti (Seni Rupa), Muhammad Tahta Gilang Anfasya Nasution, Regina Gandes Mutiary (Seni Musik dan Teater), Slamet Irfan (Seni Musik & Teater), Sri Kasih Hasibuan (Seni Tari dan Teater), dan Wijil Sinang Purba Waluya (Seni Teater dan Film) bercerita tentang persoalan yang sering dihadapi oleh seorang anak ketika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dimana terkadang orang tua menentang keinginan anaknya untuk memilih jurusan yang dikehendaki oleh sang anak. Harapan-harapan orang tua akan kesuksesan anaknya, akhirnya menghadapkan seorang anak dengan berbagai persimpangan yang kemudian muncul untuk menemukan jalan menuju pilihannya sendiri.

Tujuh seniman tersebut telah berproses dan mengembangkan berbagai keterampilan diri secara mandiri dan mendalam. Dengan menggabungkan pembelajaran nilai keterampilan seni hidup, kegiatan praktik penciptaan, dan presentasi seni dalam pengalaman nyata, di lapangan seni PSBK. Mereka belajar fokus pada hal-hal terkait penguatan nilai kolaborasi dan penajaman nilai kreativitas seni melalui ruang belajar dan ruang berkarya PSBK (ruang pertunjukan Jagongan Wagen dan ruang pameran Ruang Seni Rupa). Ruang tersebut menekankan keterbukaan dan kerja sama dengan seniman dari berbagai disiplin seni, serta kesediaan diri untuk menerima kuratorial seni PSBK.

“Pada tahun ke-5 penyelenggaraannya, program Seniman Pasca terampil PSBK telah menjadi ruang untuk mengasah kemampuan dan daya cipta bagi para seniman muda. Ketujuh seniman muda tersebut berkesempatan untuk menampilkan karyanya di Auditorium Galeri Indonesia Kaya. Dengan latar belakang disiplin seni yang berbeda-beda, kolaborasi para seniman muda ini menjadi sebuah pementasan yang menghibur dan berkesan di hati para penikmat seni. Kedepannya kami berharap akan semakin banyak generasi muda Indonesia yang senantiasa berkarya, menginspirasi, dan berpartisipasi dalam mengenalkan dan mengembangkan seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) dibangun dan didirikan pada tahun 1978 oleh Bagong Kussudiardja di Kab. Bantul, D.I. Yogyakarta. Melanjutkan spirit Bagong Kussudiardja sebagai art-center. PSBK mempunyai misi mendukung proses pelestarian budaya masyarakat Indonesia melalui pendampingan praktik seni sebagai bagian penting proses pembelajaran. Pada 2019, PSBK kembali membuka pendaftaran program Seniman Pasca terampil (SPt) pada 10 Desember 2018. Program SPt ini terbuka bagi seniman muda Indonesia yang memiliki keinginan kuat menantang dirinya untuk menjelajahi ruang-ruang belajar dan berkarya di PSBK. (PR/Trenz Indonesia) | Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Leave A Reply

Your email address will not be published.