Trenz Indonesia
News & Entertainment

Film Bintang Ketjil Sukses Direstorasi Kemdikbud

Film Karya Wiem Umboh Dan Misbach Jusa Biran Di Tahun 1963

55

Jakarta, Trenz Film | Dalam rangka pelestarian budaya bangsa lewat film yang berkualitas di masa lampau, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) merestorasi film “Bintang Ketjil” karya Wim Umboh dan Misbach Jusa Biran yang pernah dirilis pada tahun 1963.

“Film adalah aset budaya bangsa, agar tidak musnah maka Kemdikbud pada tahun ini melakukan restorasi film Bintang Ketjil. Upaya penyelamatan dan restorasi aset seni budaya ini sangat penting, untuk itu kami akan terus melakukan penyelamatan dan restorasi arsip film nasional Indonesia,” kata  Kepala Pusat Pusat Pengembangan Perfilman Kemdikbud, Maman Wijaya, di Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.

Karena mahalnya biaya restorasi, maka hingga saat ini, Kemdikbud baru merestorasi tiga judul film nasional yakni “Darah dan Doa”, “Pagar Kawat Berduri” dan “Bintang Ketjil”, serta melakukan digitalisasi beberapa judul arsip film nasional.

Dan film “Bintang Ketjil” dipilih, karena film ini berhasil memotret kondisi sosial masyarakat Indonesia pada masa itu, dan nilai-nilai yang dikandung dalam film tersebut masih relevan hingga saat ini.

Film “Bintang Ketjil “juga memiliki nilai pendidikan sejarah yang tinggi, khususnya untuk warga ibu kota Jakarta yang mana film itu banyak merekam kondisi kota Jakarta pada masa itu.

Bintang Ketjil” juga menampilkan band legendaris Indonesia yakni Koes Bersaudara, hal itu menjadi daya tarik tersendiri untuk para penonton masa kini.

Menurut Kepala Bidang Apresiasi dan Tenaga Perfilman Film Pusbangfilm, M. Sanggupri, kesulitan merestorasi film “Bintang Ketjil” lebih pada kendala teknis, karena kondisi film yang sudah rusak dimakan usia dan tidak ditemukannya lagi kopi negatif film.

“Hal ini menyebabkan proses perbaikan fisik film membutuhkan waktu yang lebih lama dari yang kami perkirakan. Beruntung, kami memiliki dua kopi positif film, pinjaman dari Arsip Nasional Republik Indonesia dan dari Sinematek Indonesia, sehingga kami memilih kopi positif untuk direstorasi,” jelas Sanggupri.

Akhirnya Film “Bintang Ketjil” dapat dinikmati semua kalangan, karena tidak hanya menampilkan subtitle Bahasa Indonesia namun juga Bahasa Inggris.

“Dengan hasil restorasi yang maksimal, selain bisa menjadi arsip negara juga bisa dinikmati anak jaman sekarang. ” Tandas Maman Wijaya (Boeyil/TrenzIndonesia) | Foto: Boeyil

Leave A Reply

Your email address will not be published.