Trenz Indonesia
News & Entertainment

Teater Jakarta Sajikan Pagelaran Musikal Bunga Untuk Mira

35

Jakarta, Trenz Music |Di penghujung tahun 2018 para penikmat pagelaran musikal modern untuk keluarga masa kini dengan judul “Bunga untuk Mira” digelar mulai malam ini Sabtu  22 dan Minggu 23 Desember, di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.

Disutradarai oleh Mia Johannes, pertunjukan ini rupanya terinspirasi dari cerita rakyat, ‘Bawang Merah & Bawang Putih’.

“Benang merahnya diambil dari cerita rakyat Bawang Merah dan Bawang Putih. Tapi biar menarik kita tampilkan citra rasa kekinian,” ujar Mia Johanes saat jumpa pers jelang pertunjukan Jumat (21/12)

Mia mengungkapkan kalau cerita Bunga untuk Mira berbeda dengan teater musikal pada umumnya. Tidak hanya sekadar mengadaptasi cerita, Mia juga menyajikan teater musikal dengan berbagai konflik, mulai dari cinta, ambisi sampai kematian yang akan dibalut dalam kemasan kekinian.

“Adaptasi legenda dari Bawang Merah dan Bawang Putih kali ini adalah adaptasi bebas yang saya balut dalam imajinasi fiksi ilmiah. Saya pun mengganti nama dua tokoh utama menjadi Mira dan Puti. Meskipun diadaptasi secara bebas, agar bisa diterima banyak orang, saya juga akan mengaitkan benang merah kisah yang sama dengan cerita aslinya,” jelas Mia.

Untuk menampilkan hiburan yang segar Mia menggandeng beberapa seniman, yang telah piawai menggarap di berbagai konser dan seni pertunjukan. Salah satunya musisi muda Mondo Gascaro, yang akan menangani musik.

Menurut Mia, Mondo adalah salah satu musisi yang memiliki ide dan mampu membuat karya-karya yang cerdas. Bahkan, untuk menggarap proyek ini, Mondo berusaha membuat lagu-lagu dan aransemen musik baru, dengan rekannya Indra Prakarsa. Diketahui, pembuatan musik dimulai dari bulan April, dan masih terus berkembang sampai hingga jelang pertunjukan hari ini.

“Nantinya pertunjukan akan berlangsung live orkestra, begitu pula dengan nyanyian dari pemain. Untuk menggarap pertunjukan ini, saya ingin menghadirkan tradisi musikal broadway. Saya dibebaskan memberikan sentuhan apapun, mulai dari modern, pop dan sampai dark. Saya pun menyebutnya, jazz fantasi,” paparnya

Mondo, mengungkapkan karya musik nantinya akan sangat kental dengan nada-nada jazz. Lebih dari itu, ia yakin dapat membuat komposisi yang akan menggelitik hearing sense dari para penonton, karena berbau nada-nada minor yang ia tuangkan di setiap karyanya.

Sedangkan untuk koreografer, Mia juga memberikan kepercayaan pada  Ufa Sofura guna menangani pertunjukan ini.

“Setelah pulang dari New York, saya memiliki lebih banyak imajinasi. Di sana saya belajar, bagaimana belajar banyak, salah satunya membuat teknik tari yang simpel dan mudah, tetapi terlihat menawan dan bisa dinikmati oleh penonton. Nanti, teknik itu juga yang akan saya terapkan di pertunjukan ini,” ungkap Ufa.

Sementara untuk pemain pendukung, dibutuhkan pemain yang tidak saja piawai berteater tapi juga bisa bernyanyi.

Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Mia, Mondo, dan juga Ufa. Maka pemain yang terpilih haruslah orang-orang yang memiliki paket lengkap. Tidak hanya pintar berakting, tetapi juga harus memiliki suara yang bagus dan mahir menari.

Untuk itu, terpilih setidaknya delapan pemain yang terdiri dari beragam profesi. Mereka adalah Shae (penyanyi) Daniel Adnan, Dea Panendra, dan Johan Yanuar.

Aktor sekaligus presenter, Johan Yanuar mengatakan “Bunga untuk Mira” adalah panggung pertamanya. Menurutnya, teater musikal adalah salah satu pekerjaan yang paling ia nanti-nantikan. “Saat mendapat tawaran, saya membaca naskah, kemudian tertarik karena karakter yang saya mainkan unik dan menantang. Saya pun sadar, sebagai seorang aktor, kita tidak bisa hidup terus dalam satu karakter, dan tidak boleh berhenti untuk berkarya,” pungkasnya (Boeyil/TrenzIndonesia) | Foto: Boeyil

Leave A Reply

Your email address will not be published.