Trenz Indonesia
News & Entertainment

Festival Hwacheon Sancheoneo Di Korea Selatan Menarik Banyak Pengunjung

2019 Hwacheon Sancheoneo Ice Festival

54

HWACHEON, Korea Selatan, Trenz Tourism | Menjadi salah satu ajang yang paling representatif Korea Selatan, sekaligus menjadi satu dari empat festival musim dingin besar di dunia, untuk kali ke 16, festival memancing di es bertajuk “Hwacheon Sancheoneo Ice Festival’ kembali digelar.

Dengan warga sekitar 27.000 orang, Hwacheon yang terletak di Provinsi Gangwon ini tak hanya diberkahi oleh pegunungan yang menawarkan pemandangan yang sangat cantik pada musim panas, tapi juga sungai-sungai yang akan membeku pada musim dingin, hingga dikenal sebagai kota es.

Kini, ajang “2019 Hwacheon Sancheoneo Ice Festival” yang tengah berlangsung, tetap menarik banyak pengunjung selama akhir minggu, sehingga membuktikan statusnya sebagai festival musim dingin yang terkenal di dunia. Demikian menurut penyelenggara festival ini, Foundation NARA, pada Senin, (7/1).

Ajang ke-16 dari festival memancing di es ini, berawal dari Sabtu di sungai beku, terletak di daerah pegunungan terpencil di Hwacheon, sekitar 120 kilometer di timur laut Seoul. Festival ini berlangsung selama 23 hari. Pada hari pembukaan, ada 140.000 orang yang memadati festival tersebut, dan jumlahnya mencapai 120.000 orang pada Minggu, berdasarkan penghitungan sementara oleh kantor pemerintah setempat.

Jumlah wisatawan asing diperkirakan sebanyak 14.000 saat akhir minggu. Daerah berpenduduk 27.000 jiwa ini menghasilkan omzet sebesar 479 juta won (US$428.000) selama dua hari pertama, naik 17,4 persen dari periode serupa pada tahun lalu.

Meski gelombang udara dingin dari Merkurius mencapai minus 10 derajat Celcius, banyak mobil yang memadati jalanan menuju Hwacheon, kota yang berbatasan dengan Korea Utara. Diselimuti pakaian musim dingin, banyak keluarga dan wisatawan asing berkunjung ke Hwacheon Stream untuk memancing ikan di es, memburu “sancheoneo” — spesies trout yang dikenal karena hanya mendiami perairan segar yang sangat bersih. Para pengunjung ingin menangkap trout selama lengan mereka sanggup meraih 21.000 lubang yang digali di jalur 2,1 kilometer, di arus air yang membeku.

Festival ini juga menampilkan beragam kegiatan luar ruangan, termasuk kegiatan menangkap ikan dengan tangan kosong, lomba kereta luncur dan lokasi pertemuan Sinterklas. Banyak turis yang mengunjungi lokasi patung es di dekat tempat festival. Suasana pesta berlanjut di malam hari, dengan menyalakan 27.000 lampion di Seondeung Street, di wilayah pedesaan. Festival ini juga menarik perhatian luas dari sejumlah media, baik di dalam dan luar negeri. Ada 25 kantor berita utama asal luar negeri dan stasiun televisi yang meliput ajang tersebut.

Demi mengajak lebih banyak wisatawan agar mau menginap, pihak penyelenggara ajang ini telah menawarkan acara malam hari yang lebih banyak, termasuk memancing ikan di malam hari. Diluncurkan pada 2003, ajang ini terpilih sebagai festival terbaik di Korea Selatan oleh Kementerian Kebudayaan pada 2010, serta telah berkembang menjadi salah satu dari empat festival musim dingin yang terkemuka di dunia. Seorang pejabat pemerintah setempat mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan lebih banyak program yang berbeda demi mempertahankan gelar ajang ini sebagai festival dunia, dengan menitikberatkan aspek keselamatan. (PRNewswire / TrenzIndonesia) | Foto: Dok. PRNewswire & Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.