Trenz Indonesia
News & Entertainment

Wayang Suket Indonesia Sajikan Lakon Roro Jongrang dengan Teknik Bayangan

Panggung Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia Persembahan Bakti Budaya djarum Indonesia

20

Jakarta, Trenz Tourism | Pertunjukan teater bayangan bertajuk “Roro Jongrang” yang ditampilkan oleh Wayang Suket Indonesia asal Surakarta, menjadi sajian menarik dari tema Panggung Ruang Kreatif yang dipersembahkan di Galeri Idonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, (6/4).

Wayang Suket Indonesia sendiri menjadi salah satu kelompok seni terpilih dari 14 Kelompok Seni Terpilih Program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia yang dihadirkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.

“Berawal dari keprihatinan kami akan mulai hilangnya keberadaan Wayang Suket dan cerita rakyat Indonesia sekarang ini, kami mencoba menceritakan kembali kisah cerita Roro Jonggrang yang berasal dari Jawa Tengah dengan menggunakan Wayang Suket kehadapan para penikmat seni. Kami berharap Wayang Suket sebagai salah satu kearifan lokal budaya bangsa Indonesia yang sangat mengagumkan akan semakin dikenal di Indonesia bahkan dunia internasional. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bakti Budaya Djarum Foundation, Garin Nugroho dan tentunya mentor kami Subarkah Hadisarjana, atas segala dukungan dan bimbingannya dalam mempersiapkan pertunjukan ini. Harapan kami semoga semua penonton terhibur dengan keunikan Wayang Suket dan terinspirasi untuk terus melestarikan keberlangsungan Wayang Suket,” ujar Yhoga Rizky Kristanto, pimpinan produksi dari Wayang Suket Indonesia.

Pementasan Wayang Suket berjudul “Roro Jonggrang” mengisahkan tentang seribu candi dibalik cinta seorang pangeran kepada seorang putri cantik jelita yang berakhir dengan dikutuknya sang putri akibat tipu muslihat yang dilakukannya. Berlangsung selama kurang lebih 60 menit, pertunjukan Roro Jonggrang ini menggunakan Wayang Suket terbuat dari rumput mendong yang dianyam, ditampilkan dengan teknik bayangan (Shadow Art Techniques) menggunakan media OHP (Over Head Projector).

Pada pementasan ini dibuat beberapa karya musik baru yang dibawakan untuk menggambarkan tiap-tiap adegan, bertujuan untuk lebih memberikan jiwa dan rasa pada cerita Roro Jonggrang. Musik yang mengiringi pementasan ini berjenis musik kontemporer yang memadukan beberapa alat musik modern dan tradisional seperti gitar, synthesizer, perkusi, suling, karinding, dan lainnya. Material yang digunakan juga merupakan keunikan dari pertunjukan Wayang Suket, yaitu visual latar belakang dan dekorasi yang sebagian besar menggunakan rumput, dan material lainnya yang dapat memberikan efek-efek tertentu seperti air, plastik mika berwarna, tinta, dan lainnya.

“Wayang Suket biasanya dimainkan oleh para penggembala di waktu istirahatnya, kali ini, kelompok Wayang Suket Indonesia mengangkat kembali budaya ini dengan dongeng dan berdialog yang bercerita tentang terjadinya Candi Prambanan. Penikmat seni diajak untuk berimajinasi melalui rumput yang dibentuk sedemikian rupa. Dengan diiringi musik gitar, kendang, sitar, dan seruling, pertunjukan ini menjadi tontonan yang menarik,” ujar Subarkah Hadisarjana selaku mentor dari Wayang Suket Indonesia.

Wayang Suket Indonesia mencoba mengangkat dan melestarikan kembali kesenian Wayang Suket serta menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia mempunyai Wayang Suket yang patut dibanggakan. Aktivitas yang sering dilakukan Wayang Suket Indonesia dalam melestarikan Wayang Suket, antara lain melakukan pertunjukan Wayang Suket dengan membawakan cerita rakyat dari Indonesia, menyelenggarakan workshop pembuatan dan pameran Wayang Suket. Wayang Suket Indonesia juga terus mengajak seniman lainnya, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri untuk berkolaborasi mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia.

“Tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal dengan baik Wayang Suket, padahal kesenian ini termasuk budaya Indonesia yang unik dan mengagumkan. Terima kasih kepada teman-teman komunitas Wayang Suket Indonesia yang terus berkomitmen melestarikan serta mengenalkan keunikan Wayang Suket kepada seluruh generasi muda Indonesia, bahkan masyarakat luar. Tentu saja kami akan terus mendukung seni kreatif Indonesia dan memberikan wadah bagi seniman-seniman muda, dalam menumbuhkan dan menunjukkan berbagai kreativitas yang mereka miliki di bidang seni pertunjukan, salah satunya melalui program ini,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Wayang Suket Indonesia merupakan satu dari 14 kelompok terpilih program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia. Setelah melalui rangkaian roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Pekanbaru, Solo, Makassar, dan Bali, kemudian tahap selanjutnya berlangsung pengumpulan Art Project Development Proposal. Dari 413 proposal yang diterima, sebanyak 30 komunitas seni berkesempatan untuk mengikuti workshop seni pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta dengan diwakili oleh para Pimpinan Produksi. Melalui rangkaian program dan adanya proses seleksi terbaik melalui mekanisme pitching forum di hadapan para juri profesional, kemudian terpilihlah 14 komunitas seni yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karyanya di Galeri Indonesia Kaya pada bulan Maret hingga April 2019.

Dalam proses persiapan pertunjukan, 14 kelompok terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan didampingi oleh para mentor yang ahli dalam bidangnya seperti, Garin Nugroho, Eko Supriyanto, Ratna Riantiarno, Rama Soeprapto, Djaduk Feriyanto, Tinton Prianggoro, Iswadi Pratama, Ruth Marini, Subarkah Hadisarjana, Hartati, dan Butet Kartaredjasa. (Pr/Fjr) | Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Leave A Reply

Your email address will not be published.