Trenz Indonesia
News & Entertainment

Maudy Koesnaedy Bersama Komunitas Panggung Bercerita Sajikan Lakon Beralas Bumi, Beratap Langit

Kisahkan Kehidupan dan Budaya Orang Rimba

25
Beralas Bumi, Beratap Langit

Jakarta, Trenz Edutainmnent | Selama 2 hari yakni pada 27 & 28 September 2019 pukul 15.00, Komunitas Panggung Bercerita yang diprakarsai Maudy Koesnaedi menghelat sebuah pementasan bertajuk “Beralas Bumi, Beratap Langit”. Lakon yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation ini mengangkat cerita tentang kekayaan alam, dan budaya Indonesia melalui sebuah narasi dan dapat disaksikan secara gratis di Studio 7, TVRI Senayan, Jakarta.

 

“Sejak bumi berdiri di mana kita berpijak

Langit selebar payung

Adat nenek moyang kami hidup dan mati

Sudah seharusnya kami pelihara dan lestarikan

Hidup beralas bumi, beratap langit

Iya, kami adat rimba.”

Kalimat di atas merupakan sedikit cuplikan dari naskah bertajuk Beralas Bumi, Beratap Langit, yang lakonnya mengangkat cerita tentang kekayaan alam, dan budaya Indonesia melalui sebuah narasi.

Maudy Koesnaedi

“Pementasan ini berawal ketika setahun yang lalu saya membacakan narasi tentang makna pohon Sentubung dan Sengoris dalam kehidupan orang rimba pada acara Sokola Institute. Hal tersebut mendorong saya untuk mengenal budaya mereka lebih jauh, kemudian menginspirasi saya dan teman-teman yang tergabung dalam Panggung Bercerita menceritakan filosofi orang rimba yang begitu dalam terhadap alam. Kami melakukan survey dan menyampaikan niat baik kami kepada Pengendum (perwakilan orang rimba), kami dapat membuat catatan serta menangkap suasana di sana yang kami harapkan dapat tergambar dalam pertunjukan dua hari ini. Kami harap, pengalaman ini dapat tertuang dengan baik dalam pertunjukan sederhana ini, dan dapat memberikan hal yang baik untuk kita dan tentunya untuk saudara kita, orang rimba,” ujar Maudy Koesnaedi selaku produser dan juga narator dari Beralas Bumi, Beratap Langit.

Maudy Koesnaedi & Panggung Bercerita

Dalam enam puluh menit, Maudy Koesnaedi bercerita tentang perjalanan hidup orang rimba, masyarakat adat yang masih tinggal di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi dimana kehidupan mereka masih erat dengan hutan. Orang rimba percaya bahwa mulai dari dalam kandungan, dilahirkan, hingga kematian, semuanya terikat dengan alam. Mereka pun percaya bahwa alam yang menghubungkan orang rimba dengan Tuhan. Kebudayaan orang rimba yang tercermin dalam kehidupan mereka dengan alam, membentuk sebuah keseimbangan menjadi orang-orang yang beralas bumi, beratap langit.

Orang rimba memiliki aturan adat yang harus diterapkan, aturan itu berlaku bagi siapapun, tak terkecuali, apalagi soal menjaga hutan. Bagi mereka, hutan merupakan sumber makanan, obat-obatan, segala sumber penghidupan untuk mereka. Pepohonan yang tumbuh seperti Pohon Sentubung, Sengeris, Pohon Sialang sangat mereka lindungi. Bila ada yang berani menebang pohon, akan dihukum dengan denda yang besar. Satu pohon dianggap sama dengan satu nyawa manusia, begitulah orang rimba merawat hutan seperti merawat dirinya sendiri yang sangat berharga.

Komunitas Panggung Bercerita

“Pementasan ini menjadi salah satu upaya positif dalam mengangkat cerita masyarakat adat, khususnya orang rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi, yang sudah sejak lama mampu hidup selaras dengan alam. Maudy Koesnaedi yang selalu bersinergi dengan generasi muda dari latar belakang beragam, konsisten untuk menyajikan seni pertunjukan yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Kali ini bersama Komunitas Panggung Bercerita, Maudy memberikan kontribusi positif dalam melestarikan, mengembangkan, serta meningkatkan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia. Semoga pementasan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya, sehingga rasa cinta dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia dan juga meningkatkan kepedulian generasi muda dalam menjaga lingkungan sekitar yang sangat bersinergi dengan kebudayaan lokal,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Komunitas Panggung Bercerita

Pementasan ini diisi oleh para pemain seperti Lutfi Ardiansyah, Bobby Tanamas, Audi Pratama, Kiel Dharmawel, Jagat Alfath Nusantara, Fauzia Rahmatika, Maudy Widitya, dan menampilkan Maudy Koesnaedi sebagai narator. Pementasan ini juga didukung dengan tata busana garapan Teguh Yasa Abratama, tata dialek oleh Jagat Alfath Nusantara, tata artistik garapan Joko Kurnain, tata cahaya besutan Aji Sangiaji dan diiringi musik yang ditata oleh Mia Ismi Halida dan Yesaya Samudra  serta dokumentasi Andi Kanemoto. Naskah yang ditulis oleh Kiel Dharmawel dan Faisal Syahreza dan Kiel Dharmawel ditampilkan secara indah di bawah Pimpinan Produksi Laura Althea, dan dibawah arahan Sutradara Wawan Sofwan.

Beralas Bumi, Beratap Langit

“Dalam durasi yang singkat para pemain dan harus dapat menyampaikan pesan-pesan budaya dan alam yang dikandung dalam naskah lakon ini. Selain akting dari para pemain, dukungan teman-teman yang berada di belakang layar juga sangat berperan dalam menciptakan sebuah pertunjukan narasi yang menarik. Semoga pesan-pesan moral yang terdapat dalam lakon ini dapat tersampaikan ke hadapan para penikmat seni dengan baik,” ujar Wawan Sofwan selaku sutradara. (PR/Fjr) | Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.