Trenz Indonesia
News & Entertainment

Velline Chu Dan Wulan Datangi Komnas Perempuan

45

Jakarta, Trenz News |Usai mengadukan kasus penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu, Velline Chu juga mendatangi kepada Komnas Perempuan untuk meminta perlindungan.

“Sebelumnya kami juga sudah visum dan melapor ke Polda Metro Jaya. Kami memang ada rasa takut, apalagi ada ancaman pelaku jika mem blow up kasus ini. Kami juga trauma. Maka kami di sini minta perlindungan Komnas Perempuan,” kata Velline usai mengadukan permasalahan yang dihadapinya di kantor Komnas Perempuan di Menteng Jakarta Pusat, Rabu (6/11)

Pedangdut yang melejit lewat tembang “Goyang Pantura“, “Ngopi Say” dan “Taubat” ini mendatangi Komnas Perempuan didampingi pengacaranya, Leo Situmorang SH.

Leo Situmorang, selaku pengacara korban berharap dengan pengaduannya ke Komnas Perempuan, kasus ini bisa dapat perhatian lebih. Sehingga kasusnya cepat diproses.

Velline Chu mengungkapkan, pertemuannya dengan HS pertama kali lewat sebuah agency yang enggan ia sebutkan namanya. Dari situlah ia memutuskan untuk membina hubungan dengan HS, hingga mendapatkan perlakuan kasar.

“Saya tidak tahu kok dia belakangan jadi cemburuan dan kasar. Dia cemburu kalau saya terima telepon. Jadi saya dapat telepon dari teman saya, kalau saya dapat job, dan pada saat itu dia langsung ambil handphone saya dan dibanting. Saya juga dapat perlakukan tidak baik, rambut saya dijambak, dan saya dibanting di kasur sebanyak dua kali,” ungkap Velline saat ditemui di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta.

Baca Juga:

Velline Chu Alami Tindak Kekerasan Dari Pria Yang Baru Dikenalnya

Menurut Velline, kejadian itu kemudian berulang lagi. “Ada kejadian lagi saat subuh, karena dia bermalam di rumah saya, di apartemen. Kejadian kedua itu yang lebih parah, badan saya dibanting ke kasur, dan dari kasur itu saya sempet pingsan, ditonjok kepala saya sebelah kiri. Dan dari situ saya mengalami banyak trauma. Saya jadi sering pusing dan kadang mau pingsan,” ujar Velline.

Ditambahkan Velline, selain dianiaya, mobilnya juga saat ini masih ada ditangan pelaku. “Mobil Ertiga saya juga masih dibawa pelaku,” kata Velline.

Velline Chu mendatangi Komnas Perempuan bersama Wulan yang mengaku sempat menikah siri 18 Maret 2018 lalu mengatakan dirinya juga mendapat penganiayaan dari pelaku HS.

“Saya sempat keguguran. Saya juga mendapat perlakuan yang sama, kasar, dianiaya, ditonjok. Saya juga tidak menyangka karena sebelumnya tak begitu,” kata Wulan.

Baik Velline maupun Wulan berharap pelaku bisa segera ditangkap. Mereka yang sebelumnya tidak saling kenal itu juga berharap jika ada korban lain dari pelaku untuk bisa segera melapor  agar tidak ada lagi korban-korban lain berjatuhan. Foto: Buyil

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.