Trenz Indonesia
News & Entertainment

KANG MAMAN: Royalti Buku Untuk Kawin Lagi

111

Jakarta, Trenz Corner | Jejak Kang Maman di dunia literasi, tak perlu dipertanyakan lagi. Ketika Toko Buku Gramedia berusia 15 tahun, Kang Maman sudah bekerja sebagai wartawan di Grup Kompas-Gramedia. Tahun 2020 ini, Toko Buku Gramedia merayakan hari jadi ke-50. #Gramedia50Tahun. Titik awal perayaan tersebut dilakukan di Toko Buku Gramedia, di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Dan, Kang Maman, lengkapnya Maman Suherman, tetap leading sebagai magnet literasi yang mengagumkan.

Saya pikir, dari sekian banyak orang yang hadir di sana, Kang Maman pastilah menjadi penulis buku paling produktif. Ada 21 buku yang sudah ia tulis secara personal dan sudah diterbitkan oleh berbagai penerbit. Semuanya didistribusikan, antara lain, melalui Toko Buku Gramedia. Kita tahu, Gramedia memiliki jaringan toko buku terbanyak di Indonesia, yang otomatis mampu menjangkau publik tanah air secara luas. Otomatis pula, buku-buku Kang Maman tersebar luas melalui Gramedia.

Jika digabungkan dengan buku-buku lain yang Kang Maman terlibat sebagai penerbit dan atau buku yang ditulis bersama dengan penulis lain, maka ada sekitar 150 buku yang didistribusikan melalui Gramedia. Wow, 150 judul buku. Atas dasar itulah, Kang Maman dengan meyakinkan menyebut Gramedia sebagai rumahnya. Sebagai penulis buku yang produktif, Kang Maman merasa nyaman bermitra dengan Gramedia. Ia pun leluasa berinteraksi dengan para pengelola Gramedia.

Nah, di era digital kini, Toko Buku Gramedia terus meng-update diri, sesuai dengan perkembangan zaman. Gramedia bukan hanya menyediakan buku dan alat tulis. Tapi, juga melengkapi diri dengan berbagai minat. Antara lain, menyediakan alat musik dan perangkat olahraga. Kedua, Gramedia menjadikan seluruh toko Gramedia terintegrasi secara digital. Ketika buku yang kita cari tidak tersedia di Gramedia yang kita kunjungi, maka petugas akan melacaknya secara digital.

Kita tinggal menunggu di rumah. Buku yang kita cari akan dikirimkan Gramedia ke rumah kita. Untuk pembayarannya, tersedia banyak pilihan. Gramedia sudah bermitra dengan berbagai bank serta berbagai platform pembayaran digital. Layanan berbasis teknologi digital tersebut dinamai #GramediaGo. Sebagai penulis, Kang Maman sangat optimis dengan layanan itu. Kenapa? Karena, dengan demikian, buku-buku Kang Maman yang sudah tidak lagi dipajang di rak toko buku, tetap dapat diakses publik.

Pembeli tidak hanya tergantung pada buku yang dipajang di rak toko buku. Tidak juga tergantung pada Toko Gramedia yang mereka kunjungi. Dengan kata lain, datang ke satu Toko Gramedia, itu sama saja dengan kita sudah mendatangi seluruh Toko Gramedia. Seluruh produk yang didistribusikan Gramedia, bisa kita akses secara digital. Bisa pula dibayar secara digital. Selanjutnya, produk yang kita beli, bisa pula diantarkan ke rumah. Bisa pula dikirimkan ke alamat yang kita inginkan.

Kang Maman langsung membayangkan jumlah royalti buku yang bakal ia peroleh. Jumlah bukunya banyak dan sebagian besar laris-manis. Dengan spontan, Kang Maman berujar, “Wah, royalti itu bisa dipakai untuk kawin lagi.” Hadirin di Toko Buku Gramedia Pondok Indah pun spontan tergelak. Tiba-tiba Kang Maman tersadar, hari itu ternyata adalah hari ulang tahun istrinya. Hahahaha! (Isson Khairul) | Foto: Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.