Trenz Indonesia
News & Entertainment

MUFFEST 2020: Ethnic Radiance Wignyo Rahadi Masih Lekat Dengan Dunia Tenun

308

Jakarta, Trenz Life Style I Untuk kedua kalinya, desainer Wignyo Rahadi didukung oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) menampilkan koleksi busana muslim dengan menggunakan kain tenun tradisional asal Sultra dalam perhelatan Muslim Fashion Festival 2020 (MUFFEST) yang berlangsung di Jakarta Convention Center, pada tanggal 20- 23 Februari 2020 lalu.

Kalau ajang MUFFEST tahun lalu, Wignyo hanya mengolah kain tenun hasil karya pengrajin tenun di Desa Masalili, Kabupaten Muna, Sultra, yang merupakan UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Sultra. MUFFEST 2020, desainer pemilik usaha tenun dengan brand Tenun Gaya sejak tahun 2000, Wignyo menceritakan memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi kain tenun dari tiga daerah sentra tenun ternama dari Sultra yang menjadi binaan Bank Indonesia Provinsi Sultra, yaitu tenun Masalili, tenun Wakatobi, dan tenun Buton.

“Jadi tenun hasil pengembangan dari Masalili, Wakatobi, dan Buton, saya tuangkan dalam koleksi busana muslim sebanyak 24 outfit dengan mengusung tema Ethnic Radiance. Dari koleksi ini memperlihatkan keragaman elemen kultur – termasuk tenun tradisional – di Sultra yang terjalin menjadi kesatuan yang harmonis,” papar Wignyo kepada Trenzindonesia.com, Selasa (25/2) pagi tadi.

Ketiga jenis tenun tradisional asal Sultra yang diaplikasikan menjadi rangkaian busana muslim tersebut memiliki benang merah, yakni motif yang didominasi oleh garis dan geometris serta warna cenderung terang dilengkapi pilihan warna natural. Ketiga macam tenun tersebut diaplikasikan dalam ragam desain namun tetap menonjolkan karakter rancangan desainer Wignyo yang identik dengan permainan tumpuk atau layer yang dinamis.

Koleksi tenun Wakatobi yang terdiri dari 8 outfit dituangkan dalam varian longdress dengan permainan layer berpotongan simetris maupun asimetris. Begitu pula koleksi tenun Masalili yang terdiri dari 8 outfit diaplikasikan dalam bermacam longdress sarat dengan perpaduan sentuhan feminin dan siluet tegas. Ornamen tumpuk tetap dihadirkan tanpa mengabaikan nuansa elegan. Lain halnya dengan koleksi tenun Buton yang menonjolkan motif garis repetitif dikreasikan dengan siluet yang ringan sehingga memberikan kesan tumbuh. Koleksi yang terdiri dari 8 outfit ini mempertegas gaya dinamis dalam padu padan blus dan celana dengan permainan efek tumpuk dan lipat.

Elemen lain yang menjadi karakter rancangan Desainer Wignyo adalah masing-masing tenun tersebut diselaraskan dengan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) produksi Tenun Gaya, brand yang dibuat oleh Desainer Wignyo. Tenun ATBM yang digunakan sebagai kombinasi antara lain corak full bintik, salur bintik, dan spunsilk sobi yang menjadi unggulan sehingga menciptakan tampilan akhir yang berbeda.

Selanjutnya, Wignyo yang turut aktif di sejumlah asosiasi, antara lain sebagai Staf Ahli di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) periode 2019-2024 dan National Vice Chairman Indonesian Fashion Chamber di bidang Institution Relations periode 2019-2024. Eddy Bogel photographer Trenzindonesia.com memperoleh kesempatan untuk melihat dan membidik sebanyak 24 outfit karya Wignyo bertemakan Ethnic Radiance, di perhelatan fashion show MUFFEST 2020.

Leave A Reply

Your email address will not be published.