Trenz Indonesia
News & Entertainment

Rahayu Kertawiguna Diganjar Penghargaan Produser Pejuang Hak Cipta Oleh PAPPRI

98

Jakarta, Trenz Music | Rahayu Kertawiguna selaku CEO NAGASWARA Music baru saja diganjar penghargaan sebagai Produser Pejuang Hak Cipta oleh PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia)

Prestasi tersebut tak lepas dari sepak terjang produser rekaman suara musik yang dikenal produktif dalam melahirkan karya musik, penyanyi dan musisi ini yang dengan gigihnya terus memperjuangkan hak cipta.

Sebagai salah satu tokoh musik nasional, Rahayu yang juga Wakil Ketua Umum PAPPRI, dianggap memberikan kontribusi, berjasa serta berdedikasi terhadap pengembangan musik di Indonesia.

Rahayu Kertawiguna / Foto: Buyil

“Saya tidak pernah membayangkan akan memperoleh penghargaan ini. Karena sejak awal memperjuangkan persoalan hak cipta musik di tanah air, sungguh tidak mudah. Hingga hari ini, kita masih berhadapan dengan mereka yang merampas dan tidak menghargai hak-hak para musisi.” Ujar Rahayu Kertawiguna usai menerima penghargaan Produser Pejuang Hak Cipta di gedung Perpustakaan Nasional Kebon Sirih Jakarta Pusat Rabu (11/3)

Diakui Rahayu, penghargaan yang ia terima tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sejak terjun ke industri musik, Rahayu langsung memperjuangakan hak cipta bagi musisi dan pelaku industri musik.

Bahkan, saat ini, NAGASWARA Publisherindo Music (NPM) yang mewakili pencipta lagu “Lagi Syantik” tengah berjuang di Pengadilan Nageri (PN) Jakarta Pusat melawan keluarga Gen Halilintar atas dugaan pelanggaran hak cipta lagu tersebut.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada PAPPRI atas penghargaan ini. Apa yang saya peroleh ini adalah penghargaan bersama bagi mereka yang juga terus memperjuangkan hak cipta bagi para musisi tanah air,” kata Rahayu Kertawiguna.

Rahayu merupakan sosok pengusaha rekaman yang terbilang unik. Mengawali usaha sebagai desainer cover kaset di awal tahun 1980-an, Rahayu kemudian benar-benar terjun ke dunia rekaman dengan mendirikan NAGASWARA pada 9 September 1999.

Ia tidak menyebutkan perusahaan rekamannya sebagai Major Label melainkan Big Indie. NAGASWARA tak ubahnya rumah bagi penyanyi/ band indie. NAGASWARA membuka pintu selebar-lebarnya bagi seniman musik yang ingin berkarya. (Buyil)

Leave A Reply

Your email address will not be published.