Trenz Indonesia
News & Entertainment

Air Purifier dan Air Sanirtizer dari Wealthy Mampu Menghindari Kerusakan Kabin Mobil

Jakarta, Trenz Otomotif I Dalam masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibeberapa wilayah, juga turut diwarnai oleh pemberlakuan anjuran untuk tetap #DiRumahAja dan #WorkFromHome, berdampak kepada banyak hal termasuk penggunaan kendaraan khususnya mobil.

Mobil yang menjadi ‘korban’ #WorkFromHome, memang terkesan menjadi sering terabaikan. Namun, hal tersebut harusnya bukanlah menjadi alasan untuk tak merawat kebersihan, terutama sektor kabin.

Kali ini kita akan membahas istilah yang kerap muncul sejak pandemi berlangsung seperti fogging, air sanitizer dan air purifier.

Dalam acara bincang-bincang santai yang diselenggarakan PT. Wealthy Indah Perkasa atau lebih dikenal dengan Wealthy Group melalui virtual conference bersama beberapa wartawan otomotif, Arief Hidayat, selaku CEO PT. Wealthy Indah Perkasa memberikan sedikit pemahaman tentang fogging, air sanitizer dan air purifier.

Beberapa masih banyak yang bertanya perbedaan dari ketiganya, belakaangan rupanya masing-masing punya fungsi atau tugasnya dalam hal pembersihan.

Menurut Arief Hidayat, ternyata masih banyak pemahaman yang salah dan tidak tepat guna dalam pengaplikasian proses pembersihan pada kabin kendaraan.

“Paling sering muncul saat pandemi sekarang adalah istilah fogging, saya ngak mau egois dengan mengatakan salah aplikasi, namun saya bisa bilang itu tidak tepat. Sejatinya fogging digunakan sebagai fertilizing, maupun penyemprot hama pada tanaman dan biasanya dilakukan di luar ruangan atau outdoor,” papar Arief dalam press conference secara virtual video, Jumat (15/5).

Arief sangat tidak menyarankan proses yang dapat merusak parts seperti pada proses fogging di dalam interior mobil, menurut Arief, “Ini sangat beralasan, karena dalam jangka waktu tertentu, cepat atau lambat, uap air yang menempel di berbagai trim mobil seperti dasbor, jok, karpet dan lainnya dapat menimbulkan jamur, bahkan jika nahas, bisa sampai kejadian short circuit untuk perangkat elektronik di dalam kabin,” ujar pria yang berkantor di Daan Mogot, Jakarta Barat ini.

Masih dalam presentasinya, Arief menyarankan untuk memilih dua opsi lainnya, yakni dengan mengaplikasikan ‘Air Purifier’ dan ‘Air Sanitizer’ sebagai solusi aman. Ia pun kemudian melanjutkan penjelasan tentang kedua jenis perawatan tersebut.

Wealthy Group sangat concern dengan penggunaan Air Purifier dan Air Sanitizer ini, dengan mengeluarkan produk-produk unggulannya sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya. Konsumen dapat memilih produk-produk Wealthy sesuai dengan kebutuhannya.

Air Sanitizer itu memang cenderung lebih wangi ketimbang Air Purifier, fungsinya pun berbeda, Air Sanitizer digunakan lebih bertujuan untuk menghilangkan bakteri, kuman dan virus dengan cara disemprotkan lewat botol, kandungan utamanya ethyl alkohol 50 persen,” ujar penggemar mobil-mobil buatan Jerman tersebut.

“Kalau Air Purifier yang baik, fungsinya untuk menghilangkan bau, seperti asap rokok, menyedot debu dan partikel lebih kecil dari 2,5 mikron, biasanya ada beberapa macam, air purifier ada yang menetralkan asam dan mengeluarkan wewangian lembut namun tak sewangi Air Sanitizer, kemudian ada pula yang benar-benar menetralkan bau tanpa mengeluarkan wewangian,” tukas Arief.

Karenanya bagi yang terbiasa merokok saat berkendara, Arief menyarankan, untuk lebih sering mengaplikasikan penggunaan Air Purifier agar dapat mengembalikan kualitas udara didalam kabin kendaraan dan menghilangkan bau tidak sedap dari asap rokok dengan berbagai wewangian sesuai selera pengguna. [Foto-foto: Dok. Wealthy Group]

Leave A Reply

Your email address will not be published.