Trenz Indonesia
News & Entertainment

Dr Indira Santi Kertabudi Tegaskan Pentingnya Kembangkan Leadership Kaum Wanita untuk Membangun Bangsa

163
Megawati Soekarno Putri

Cimahi, Trenz News | Megawati Soekarno Putri menjadi contoh bahwa perempuan Indonesia juga berpotensi menjadi pemimpin. Sayangnya, hingga kini baru beliau satu satunya yang berhasil menjadi pemimpin Republik Indonesia yang mewakili kaum perempuan Indonesia.

Dalam sebuah momen bincang bincang bertema “Peranan Wanita di Era Baru” di Cimahi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, dalam sebuah wawancara dengan PCTV, Dr Indira Kertabudi Msi, Analis Kebijakan Madya Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas RI, secara tegas menyampaikan, ‘Pentingnya mengembangkan kemampuan leadership pada kaum wanita Indonesia’.

Menurut Dr Indira Santi Kertabudi MSi, yang juga merupakan tokoh wanita dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI), kita perlu menyiapkan kemampuan leadership kaum wanita dalam membangun bangsanya.

“Saya melihat bagaimana kita bisa menyiapkan kaum wanita di era globalisasi ke depan, di mana sekarang sudah 4.0. Jadi untuk penyiapannya, kuncinya adalah di leadership, di kepemimpinan itu sendiri. Bangsa kita harus dipimpin oleh seorang yang kompeten,” papar Indira Santi Kertabudi.

Dr Indira Kertabudi Msi

Dr Indira Santi Kertabudi mencontohkan, kemampuan leadership wanita Indonesia telah ditunjukkan dengan keberhasilan Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden Indonesia dari kaum wanita.

“Itu juga menandai bahwa masyarakat Indonesia tidak alergi dengan kepemimpinan wanita. Ini juga harus diikuti oleh seluruh kaum wanita di Indonesia. Jadi bagaimana nanti kita akan menyiapkan leadership tokoh kaum wanita itu dalam membangun bangsanya.,” jelas Indira Santi Kertabudi.

Dr Indira juga menyebut kaum wanita Indonesia sebenarnya mampu mengembangkan leadership, dan mengambil contoh dari tokoh wanita Indonesia seperti RA Kartini.

“Kita akui Kartini memberikan inspirasi pada kaum wanita dan banyak tokoh lain. Saya melihat waktu kecil ada karangan beliau yang diterjemahkan oleh Stella dari Belanda, sahabatnya yang menyatakan Habislah Gelap Terbitlah Terang ini adalah jalan awal bagi kemajuan wanita di Indonesia dan ini kontribusi yang sangat positif karena era globalisasi ini sudah ditandai dengan adanya Presiden dari kalangan wanita yaitu Ibu Megawati. Saya sangat mengapresiasi beliau,” paparnya.

Selain itu, sebagaimana diketahui, Dr Indira juga diakui sebagai tokoh wanita Indonesia. Ia mengakui bahwa tak mudah memegang tanggung jawab sebagi seorang tokoh wanita.

“Pertama menjadi tokoh wanita itu sangat berat ya. Tapi saya di sini sebagai warga negara Indonesia yang mencoba untuk membangun negara dengan potensi kekuatan wanita, itu yang lebih cocok dengan saya,” jelasnya.

Terkait dengan leadership, Dr Indira menyebut sebagai manusia yang beriman dan percaya kepada Tuhan, perlu menciptakan sesuatu yang sifatnya harmoni.

“Kuncinya adalah sebuah kejujuran. Jadi bagaimana kita berbicara sesuatu untuk memajukan Republik ini kalau kita tidak punya suatu karakter bangsa. Itu salah satunya adalah jujur. Masalah leadership memang dikaitkan dengan globalisasi, kulturasi lalu provokasi, kemudian tak bisa mengelak dengan kemajuan IT yang artinya kondisi saat ini sangat complicated,” jelasnya.

Sebagai pemimpin, menurutnya harus menempuh jalan apa saja untuk bisa mencapai tataran yang lebih tinggi untuk menjadi leader.

“Jadi bagaimana karya, karsa, dan responsibility dari seorang tokoh itu mampu memimpin bangsanya,” tegasnya.

Kembali menurut Dr. Indira, menjadi leader itu bukanlah sekedar pengakuan pribadi, namun harus dari seluruh masyarakat Indonesia. “Selain kejujuran dan integritas, juga punya rasa tanggung jawab dan karakter yang kuat untuk menjalankan kepentingan bangsa, bukan untuk dirinya sendiri,” pungkas Dr Indira. (Fjr) | Foto: Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.