Kinaryosih mengaku sempat gugup ketika ditawari memerankan Mak Eli dalam film horor Putri Jangan Gentayangan Lagi. Pengakuan itu ia sampaikan usai gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (30/10), seperti dilaporkan KapanLagi.com. Film produksi MVP Pictures tersebut diadaptasi dari kisah viral di kanal YouTube Lentera Malam yang telah ditonton lebih dari 25 juta kali.
Sosok asli Mak Eli hadir
Mak Eli yang asli ikut hadir di gala premiere untuk menyaksikan penampilan Kinaryosih di layar lebar. Kinaryosih menyebut bahwa Rizal Mantovani, sang sutradara, memberi ruang eksplorasi dalam membangun karakter. Menurutnya, kebebasan itu penting bagi aktor, meski tetap ada dasar yang dipegang.
Kinaryosih mengungkapkan rasa gugupnya muncul saat pertama kali menerima tawaran menjadi Mak Eli, terlebih karena sosok aslinya ada di lokasi. “Terus terang pertama kali aku ditawarin peran sebagai Mak Eli, deg-degan banget. Karena Mak Eli-nya kan ada di sini,” ungkap Kinaryosih.
Rasa gugup itu terbawa hingga sesi reading. Ia perlu menyesuaikan logat Bekasi-Betawi yang tidak biasa ia gunakan sehari-hari. Ia juga mendalami konflik batin Mak Eli, terutama hubungan tokoh itu dengan Putri.
Tantangan menjaga cerita asli
Rizal Mantovani menilai tantangan utama film ini adalah menjaga kekuatan cerita asli sekaligus menghadirkan pengalaman sinematik, agar penonton tidak hanya merasakan takut. Menurut Rizal, daya tarik kisah Putri bukan hanya terornya, tetapi juga cerita tentang keluarga dan rasa kehilangan yang kuat. Ia ingin penonton memahami ikatan emosional antara Putri dan keluarganya, dan membuat horor terasa dekat karena berangkat dari keluarga yang kehilangan orang tercinta.
Setelah film diputar, Kinaryosih menyaksikan Mak Eli asli meneteskan air mata. Baginya, tangisan itu menandakan pesan film telah sampai kepada pemilik kisahnya. “Terus tapi aku lihat Mak Eli-nya sedih nangis, bukannya aku bahagia ya,” kata Kinaryosih. Ia menyebut prosesnya berjalan lancar dan menjadi karakter paling berkesan yang pernah ia mainkan karena masih ada sosok Mak Eli.
Kisah keluarga Mak Eli
Film ini mengisahkan keluarga Mak Eli yang dihantui serangkaian gangguan supranatural setelah kehilangan Putri. Di balik teror tersebut, ada misteri soal alasan Putri tampak belum benar-benar pergi.
Film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
