Ussy Sulistiawaty sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang maraton di Shanghai pada awal Desember mendatang. Persiapan istri Andhika Pratama itu sempat terganggu oleh cedera yang nyaris menggagalkan rencananya turun di lintasan.
Cedera saat Lari Santai Bersama Andhika
Cedera tersebut terjadi ketika Ussy berlari santai bersama suaminya. Konsentrasi yang teralihkan membuatnya tersandung lalu jatuh tersungkur ke aspal.
“Lagi lari sama Andhika, aku lari pelan aja. Cuma mungkin emang lagi hilang konsentrasi aja, kayak kesrimpet gitu, terus jatuh,” kata Ussy kepada detikcom saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (1/11/2026).
Benturan saat terjatuh membuatnya harus menghentikan seluruh aktivitas olahraga dan menjalani pemulihan total selama dua pekan. Ia mengaku sempat cemas karena akomodasi serta biaya pendaftaran ajang lari di Shanghai sudah ia selesaikan. Ussy bahkan sempat bertanya kepada Andhika tentang kemungkinan dirinya gagal berangkat jika cedera tak kunjung pulih, padahal tiket dan biaya pendaftaran sudah dibayar.
Tanggapan menenangkan dari Andhika disebut perlahan mengurangi kekhawatirannya selama masa penyembuhan. Sang suami, kata Ussy, memilih menerima kemungkinan terburuk dengan sikap santai. Setelah kondisinya berangsur membaik, ia pun dinyatakan siap kembali berlari.
Target 70-80 Kilometer per Pekan
Menjelang keberangkatan ke Shanghai, Ussy langsung menggenjot intensitas latihannya. Ia menargetkan jarak tempuh puluhan kilometer setiap pekan untuk memulihkan ketahanan fisik, dengan latihan yang dijalani hampir setiap hari.
“Seminggu minimal 70 sampai 80 kilo. Ya ini lagi digeber, lagi persiapan, lagi latihan terus tiap hari,” jelasnya.
Bagi Ussy, cedera dan berbagai kendala fisik merupakan bagian yang kerap muncul dalam persiapan maraton jarak jauh. Ia menilai fase latihan yang disiplin sebagai masa penempaan diri sebelum merayakan hasil di hari perlombaan. Menurutnya, bagian paling melelahkan dalam maraton justru ada pada masa latihan, sementara hari perlombaan ia ibaratkan sebagai “lebaran” setelah semua persiapan dijalani.
