Betrand Peto melayangkan somasi kepada AW, kameramen yang bekerja dengan Sarwendah (SW). Kuasa hukum Betrand, Timothy Ezra Simanjuntak, menyebut somasi pertama itu menyangkut dana PayPal milik kliennya dan telah dikirim pada Senin (2/11/2026). Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026).
Minta Penjelasan soal Transparansi Dana
Menurut Timothy, pihaknya meminta penjelasan AW terkait dana PayPal tersebut. “Selanjutnya kita akan membahas hari ini sudah diterbitkan somasi terhadap inisial AW. AW. Terhadap tim dari SW. Yang mana kita minta penjelasannya terkait dana PayPal,” ujar Timothy Ezra Simanjuntak.
Ia menjelaskan dana yang dipersoalkan adalah dana subscribe milik Betrand yang hingga kini belum ada transparansinya dan disebut berada di tangan tim Sarwendah. “Transparansi PayPal, dana subscribe daripada klien kami. Yang sampai detik ini belum ada transparansinya. Dan itu dipegang oleh tim SW,” tuturnya.
Sebelum menempuh jalur somasi, Timothy menyatakan pihaknya sudah berupaya menghubungi AW secara baik-baik, tetapi respons yang diharapkan tidak didapat. “Kita sudah melakukan komunikasi secara baik-baik, tapi dari sananya si AW ini, kameramen daripada tim SW ini, tidak menyambut dengan baik. Makanya kita lanjutkan somasi sekarang,” jelasnya.
Somasi tersebut memberi batas waktu tujuh kali 24 jam. Timothy menyebut pihak Betrand belum menyampaikan dugaan penggelapan sebagai pernyataan resmi karena masih menunggu penjelasan dari AW.
Dana Belum Kembali Sejak Mei 2026
Timothy menjelaskan perkara ini baru diusut sekarang karena Betrand tengah fokus pada sejumlah pemeriksaan lain di kepolisian. “Posisinya kan karena klien kami lagi fokus untuk beberapa pemeriksaan hal-hal lain di kepolisian. Jadi baru oh ini kok ada urusan begini kok jadi diputus di tengah jalan. Dan ini merugikan juga pastinya. Karena kita mau bayar apa, mau nyanyi apa segala macam kita perlu pakai dana situ juga. Tapi ditahan,” pungkasnya.
Ia menuturkan dana tersebut sudah lama tanpa kejelasan, dengan rentang waktu sejak Mei 2026 hingga sekarang. “Dan ini belum dikembalikan, belum ada penjelasan dari bulan September dari bulan Mei 2026, sampai dengan November sekarang. Gitu. Dan ini kameramennya SW ini bekerja dengan SW,” katanya.
Soal nilai kerugian, Timothy menyebut angka sementara berasal dari audit cepat yang dilakukan timnya. “Sementara dalam audit cepat, dalam audit cepat ini sampai dengan 50 juta,” ucapnya.
Ia menambahkan jumlah tersebut bisa berkembang karena proses audit masih berjalan. “Nanti akan berkembang intinya kita lakukan upaya dulu, supaya nggak makin membesar. Sekarang masih lagi diaudit, gitu,” tuturnya.
