Putri pasangan Anang Hermansyah dan Ashanty, Arsy Hermansyah, menjadi delegasi dalam forum Global Millennial Model United Nations (GM MUN). Dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa itu, Arsy tampil percaya diri menyampaikan gagasan dengan bahasa Inggris di hadapan peserta forum internasional.
Ashanty menceritakan pengalaman sang putri selama forum berlangsung. Menurut dia, setiap anak hanya diberi waktu satu menit untuk berbicara, dan Arsy mampu memanfaatkannya dengan tepat meski waktu terus berjalan.
“Kemarin tuh dia dikasih waktu cuma satu menit untuk ngomong, semua anak. Begitu lima detik terakhir kan dikasih palu tek tek, itu kan biasa orang terdistraksi tuh. Dia gak, dia benar-benar satu menit pas,” kata Ashanty di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026), seperti dilaporkan detikcom.
Ketenangan saat berbicara
Ashanty menyatakan kekagumannya pada kemampuan Arsy berbicara cepat dalam bahasa Inggris selama satu menit penuh. Meski tempo bicaranya harus dipercepat, menurut dia, penyampaian Arsy tetap lancar.
“Ya jadinya memang harus jadi agak terburu-buru ngomongnya ya, cuma aku juga amazed dengan bahasa Inggris yang secepat itu. Satu menit doang waktunya tapi dia harus ngomong, alhamdulillah lancar,” ujarnya.
Bertolak dari sejarah keluarga
Minat Arsy pada dunia diplomasi disebut Ashanty tidak lepas dari latar belakang keluarganya. Ashanty menjelaskan, ketertarikan itu tumbuh setelah Arsy melihat buku-buku serta rekam jejak mendiang kakeknya yang pernah bertugas di PBB dan UNICEF.
Ashanty menuturkan, ayahnya juga berprofesi sebagai diplomat dan keluarganya sejak dulu berpindah-pindah negara. Ia menyebut dirinya dan saudara-saudaranya tidak ada yang menekuni bidang tersebut.
“Kan kakeknya dulu di berbagai negara, terus papaku juga diplomat. Jadi memang dari kecilnya kita keliling di United Nations juga. Dan aku dari semua anak papaku, lima-limanya gak ada tuh yang terjun ke situ,” tutur Ashanty.
Selain itu, Ashanty memuji kemandirian Arsy dalam menyiapkan materi pidato. Arsy menyusun bahannya sendiri bersama pelatih dan teman-temannya tanpa membebani sang ibu.
“Dia nyiapin dia sendiri dan dia punya coach-nya juga dan teman-temannya. Jadi aku ya nemenin aja, membersamai. Pengalaman baru, dia lagi excited banget,” kata Ashanty.
