Libur akhir tahun kerap dimanfaatkan untuk melepas penat, termasuk melakukan road trip bersama sahabat ke destinasi wisata di luar kota. Bagi yang berencana berangkat dengan mobil listrik, ada sejumlah persiapan yang sebaiknya dilakukan sebelum hari keberangkatan agar perjalanan tidak terganggu.
Selain memastikan baterai terisi penuh, pemilik kendaraan perlu memeriksa kondisi ban, rem, aki 12V, sampai perlengkapan pengisian daya. Perlindungan kendaraan dan akses layanan bantuan darurat juga penting diketahui untuk mengantisipasi kendala di tengah perjalanan.
Daya baterai, ban, dan sistem pengereman
Langkah pertama adalah memastikan daya baterai cukup untuk mencapai tujuan sekaligus lokasi pengisian daya berikutnya. Jarak tempuh, kondisi jalan, penggunaan AC, dan beban kendaraan perlu diperhitungkan karena faktor-faktor itu memengaruhi konsumsi energi. Indikator peringatan pada panel instrumen juga harus diperiksa; jika muncul tanda gangguan pada baterai atau sistem kelistrikan, pemeriksaan dilakukan sesuai petunjuk pabrikan. Pemilik mobil listrik dianjurkan memetakan lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang rute dan menyiapkan alternatif bila lokasi tujuan sedang ramai.
Kondisi ban tidak boleh diabaikan. Ban yang aus atau tekanan anginnya tidak sesuai dapat menurunkan kestabilan kendaraan, terutama di jalan basah. Tekanan angin diperiksa sesuai rekomendasi pabrikan, begitu pula ketebalan tapak serta kondisi dinding ban, untuk memastikan tidak ada retakan atau benjolan. Mobil listrik umumnya berbobot lebih besar dibanding mobil bermesin pembakaran dengan ukuran sebanding, sehingga kondisi ban dan tekanan yang tepat menjadi lebih penting. Bila ditemukan tanda kerusakan, kendaraan sebaiknya diperiksakan ke bengkel sebelum digunakan untuk perjalanan jauh.
Mobil listrik memakai sistem pengereman regeneratif yang membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengembalikan sebagian energi ke baterai. Meski demikian, rem konvensional tetap harus dipastikan berfungsi baik. Suara tidak biasa, getaran, atau perubahan respons pengereman dan kemudi menjadi tanda yang perlu diwaspadai dan sebaiknya diperiksa sebelum menempuh perjalanan jauh.
Aki 12V dan pembaruan perangkat lunak
Selain baterai utama yang menggerakkan kendaraan, banyak mobil listrik masih menggunakan aki 12V untuk menyuplai sistem kelistrikan bertegangan rendah. Jika kendaraan sulit diaktifkan atau muncul peringatan kelistrikan, baterai utama tidak serta-merta menjadi penyebabnya. Pemeriksaan dilakukan sesuai rekomendasi pabrikan, dan jumper aki sebaiknya tidak dilakukan sembarangan karena prosedurnya bisa berbeda pada setiap model.
Sebelum berangkat, pemilik kendaraan perlu memeriksa apakah ada pembaruan perangkat lunak yang direkomendasikan pabrikan dan menyelesaikannya sesuai petunjuk agar tidak mengganggu jadwal perjalanan. Kabel pengisian daya portabel, bila tersedia, juga harus dipastikan dalam kondisi baik dan sesuai spesifikasi kendaraan. Penggunaannya pun tidak boleh dilakukan pada sembarang sumber listrik, karena instalasi dan kapasitas daya mesti memenuhi ketentuan keselamatan.
Menyiapkan layanan bantuan darurat
Persiapan kendaraan tidak menghapus kemungkinan ban kempis, gangguan kelistrikan, atau kecelakaan selama di jalan. Karena itu, pemilik mobil listrik disarankan mempertimbangkan asuransi kendaraan dan layanan bantuan darurat yang sesuai kebutuhan.
Garda Oto menyediakan pembelian polis secara digital melalui gardaoto.com dengan proses yang terintegrasi dengan aplikasi myGarda. Tahapannya meliputi pengisian data pembelian, inspeksi kendaraan melalui Virtual Survey, notifikasi status pesanan lewat WhatsApp, hingga pendaftaran akun myGarda secara otomatis setelah polis terbit. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengajukan klaim dan memantau statusnya sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk evakuasi, Garda Oto memiliki layanan Garda Siaga 24 jam yang didukung sejumlah armada, seperti mobil gendong, mobil derek, motor, dan truk hydraulic flatbed. Berbeda dari metode derek yang membuat roda kendaraan tetap menyentuh jalan, truk hydraulic flatbed memakai bak yang dapat diturunkan mendekati permukaan jalan, lalu mobil dinaikkan dan diangkut utuh di atas bak. Metode ini disebut membantu meminimalkan risiko kerusakan tambahan selama proses evakuasi, terutama pada kendaraan listrik, dengan petugas memastikan posisi kendaraan aman selama perjalanan menuju lokasi tujuan.
Layanan hydraulic flatbed Garda Siaga tersedia di 31 titik di Indonesia. Pelanggan Garda Oto dapat mengakses bantuan selama 24 jam melalui tombol darurat di aplikasi myGarda, call center Garda Akses 1 500 112, atau chat WhatsApp 08950 1 500 112. Proses evakuasi tetap mengikuti kondisi kendaraan dan rekomendasi pabrikan.
Sebelum berangkat, pemilik kendaraan dianjurkan memastikan mobil dalam kondisi prima, rute pengisian daya sudah direncanakan, dan akses bantuan darurat telah diketahui. Manfaat serta ketentuan polis juga perlu dipelajari agar perlindungan yang dipilih sesuai kebutuhan kendaraan. Garda Oto menawarkan pilihan perlindungan kendaraan beserta promo spesial yang dapat diakses melalui tinyurl.com/AsuransiAstraXEmtek2026.
