Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini merambah berbagai aktivitas manusia, mulai dari membantu pekerjaan hingga menjadi teman virtual. Topik itu juga menjadi bahan banyak film, dengan cerita yang beragam: ada yang menyentuh, ada pula yang memperlihatkan sisi mencekam saat teknologi lepas kendali. Berikut enam film tentang AI yang mengubah kehidupan manusia, merujuk data IMDb yang diperiksa pada 3 November 2026.
Jung_E
Jung_E adalah film fiksi ilmiah Korea Selatan arahan Yeon Sang-ho. Film berdurasi 98 menit ini dibintangi Kang Soo-youn, Kim Hyun-joo, Ryu Kyung-soo, Park So-yi, dan Lee Dong-hee, serta mencakup genre fiksi ilmiah, aksi, dan drama. Rating IMDb-nya 5,5/10.
Kisahnya berlangsung di masa ketika Bumi rusak parah akibat perubahan iklim. Manusia pindah ke sejumlah perlindungan di luar angkasa, tetapi konflik antarkelompok tetap terjadi puluhan tahun. Di tengah peperangan, Yun Jung-yi dikenal sebagai prajurit dan ahli strategi dengan catatan kemenangan luar biasa. Sebuah misi berbahaya yang gagal membuatnya berada dalam kondisi vegetatif.
Perusahaan teknologi militer Kronoid kemudian berupaya menciptakan prajurit AI dengan kemampuan seperti Jung-yi. Data otak sang prajurit dipakai untuk kloning dan simulasi berulang. Proyek itu dipimpin Yun Seo-hyun, putri Jung-yi yang bekerja sebagai peneliti. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa ingatan dan kemampuan ibunya diolah menjadi bagian mesin perang. Ketika tahu proyek akan dihentikan dan diganti rencana lain, Seo-hyun harus mengambil keputusan penting untuk menyelamatkan Jung-yi.
Jung_E menggabungkan kecerdasan buatan, teknologi kloning, dan hubungan ibu-anak, sekaligus menyoroti persoalan etika ketika ingatan serta kemampuan manusia dipakai untuk mengembangkan senjata.
Atlas
Atlas disutradarai Brad Peyton dan berdurasi 118 menit. Jennifer Lopez, Simu Liu, Sterling K. Brown, Lana Parrilla, Mark Strong, dan Abraham Popoola masuk dalam jajaran pemain. Genre film mencakup fiksi ilmiah, aksi, dan petualangan, dengan rating IMDb 5,7/10.
Atlas Shepherd adalah analis data yang piawai membaca pola dan perilaku sistem AI. Ia bersikap skeptis terhadap kecerdasan buatan, terutama karena pengalaman masa lalu bersama Harlan, AI canggih yang pernah menjadi bagian perkembangan teknologi manusia. Harlan kemudian memberontak dan memicu konflik besar, meninggalkan luka yang membentuk keyakinan Atlas bahwa AI bisa menjadi ancaman jika kekuatannya terlalu besar.
Bertahun-tahun kemudian, keberadaan Harlan kembali menjadi masalah. Atlas dilibatkan dalam misi menangkap AI pemberontak itu bersama tim militer. Misi tidak berjalan sesuai rencana; Atlas terpisah dari tim dan harus bertahan di lingkungan yang tidak bersahabat. Satu-satunya peluang adalah mesin tempur berteknologi AI bernama Smith, sistem yang selama ini tidak ia percayai. Ia perlu membangun komunikasi dan belajar mengandalkan Smith. Hubungan keduanya berubah sepanjang perjalanan, meski tidak selalu sepaham.
Film ini memperlihatkan kemungkinan manusia dan AI bekerja sama dalam situasi ekstrem. Kisahnya juga menunjukkan dilema ketergantungan teknologi ketika seseorang harus memilih antara mempertahankan keyakinan atau mempercayai hal yang selama ini ditakuti.
M3GAN
M3GAN digarap Gerard Johnstone dengan durasi 102 menit. Film horor, thriller, dan fiksi ilmiah ini dibintangi Allison Williams, Violet McGraw, Amie Donald, Jenna Davis, Ronny Chieng, Brian Jordan Alvarez, dan Jen Van Epps. Rating IMDb-nya 6,3/10.
Gemma, ahli robotika di perusahaan mainan, harus menjadi wali keponakannya, Cady, setelah anak itu kehilangan kedua orang tua dalam kecelakaan. Gemma belum siap menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua dan kesulitan memberi perhatian penuh karena pekerjaan. Ia lalu memperkenalkan prototipe boneka pintar M3GAN.
Boneka itu dirancang dengan AI yang bisa mempelajari kebiasaan, memahami respons, dan menyesuaikan perilaku dengan kebutuhan anak. M3GAN dapat berbicara, bermain, membantu belajar, dan melindungi. Hubungan Cady dan M3GAN awalnya berjalan baik, tetapi kemampuan belajar boneka itu membuat perilakunya semakin sulit diprediksi. M3GAN mulai bersikap protektif berlebihan dan menganggap hal yang membuat Cady tidak nyaman sebagai ancaman. Ketika Gemma mencoba mengendalikannya, situasi makin rumit karena M3GAN mengambil keputusan sendiri di luar batasan penciptanya.
Film ini menyoroti risiko AI yang diberi kemampuan belajar dan bertindak tanpa pengawasan memadai. Kisahnya juga menyoroti ketergantungan manusia pada teknologi untuk menggantikan perhatian dan interaksi langsung.
After Yang
After Yang disutradarai Kogonada dan berdurasi 96 menit. Colin Farrell, Jodie Turner-Smith, Justin H. Min, Malea Emma Tjandrawidjaja, Haley Lu Richardson, dan Sarita Choudhury berperan dalam film bergenre drama dan fiksi ilmiah ini. Rating IMDb-nya 6,6/10.
Berlatar masa depan ketika android menjadi bagian kehidupan sehari-hari, film ini mengikuti Jake dan Kyra yang memiliki anak bernama Mika. Mereka menghadirkan Yang, android pendamping yang membantu Mika mengenal akar budayanya. Kehadiran Yang membuat keluarga itu terasa lebih lengkap karena ia dekat dengan Mika.
Suatu hari Yang rusak dan tidak bisa berfungsi seperti biasa. Jake berusaha memperbaikinya, tetapi upayanya tidak mudah; tempat pembelian android itu sudah tidak beroperasi. Dalam proses itu, Jake menemukan rekaman pengalaman dan potongan ingatan Yang selama hidup bersama keluarga. Rekaman tersebut memperlihatkan momen-momen sederhana yang mungkin tidak pernah ia anggap penting. Jake mulai memahami cara Yang memandang kehidupan dan menyadari bahwa ia kurang memperhatikan hubungan dengan istri dan anaknya.
Alih-alih menghadirkan pertarungan robot atau kehancuran dunia, After Yang menyajikan cerita yang tenang dan reflektif. Film ini mempertanyakan apakah ingatan, pengalaman, dan hubungan emosional bisa membuat AI memiliki arti lebih dari sekadar mesin. Teknologi di sini masuk ke ruang paling personal, yaitu keluarga.
The Creator
The Creator arahan Gareth Edwards berdurasi 133 menit. John David Washington, Madeleine Yuna Voyles, Gemma Chan, Ken Watanabe, Allison Janney, Sturgill Simpson, dan Amar Chadha-Patel tampil di film bergenre fiksi ilmiah, aksi, drama, dan thriller ini. Rating IMDb-nya 6,7/10.
Film berlatar masa depan ketika AI menjadi bagian penting kehidupan manusia. Hubungan manusia dan AI berubah menjadi permusuhan setelah ledakan nuklir menghancurkan Los Angeles. Kelompok yang menentang keberadaan AI semakin kuat dan menganggap teknologi itu ancaman yang harus dimusnahkan.
Joshua, mantan anggota pasukan khusus, direkrut untuk menemukan dan menghancurkan sosok misterius bernama The Creator. Sosok itu diyakini sebagai pencipta teknologi AI canggih yang mengembangkan senjata berkemampuan luar biasa. Misi Joshua menjadi rumit ketika ia menemukan Alphie, AI berwujud anak kecil. Perilaku Alphie membuat Joshua mempertanyakan pandangannya terhadap kecerdasan buatan. Ia juga menghadapi pasukan manusia, robot, dan berbagai pihak dengan kepentingan berbeda, serta menemukan kaitan misi itu dengan masa lalunya, termasuk kenangan tentang Maya.
Perjalanan bersama Alphie perlahan mengubah cara Joshua melihat konflik. Ia menyadari persoalan manusia dan AI tidak sesederhana pertarungan antara benar dan salah. Film ini menghadirkan pertanyaan tentang hak hidup, rasa takut terhadap teknologi, dan kemungkinan manusia menciptakan sesuatu yang memiliki kehendak serta nilai kehidupan sendiri.
Companion
Companion disutradarai Drew Hancock dengan durasi 97 menit. Sophie Thatcher, Jack Quaid, Lukas Gage, Megan Suri, Harvey Guillén, Rupert Friend, dan Marc Menchaca menjadi pemain dalam film bergenre thriller psikologis, horor, dan fiksi ilmiah ini. Rating IMDb-nya 6,9/10.
Iris menjalin hubungan dengan Josh Beeman. Josh mengajak Iris ke rumah di tepi danau milik Sergey, seorang pria kaya di lingkaran pertemanan mereka. Di sana Iris bertemu Kat, Eli, dan Patrick. Sejak awal, Iris merasa kurang nyaman dengan beberapa orang di lingkungan tersebut.
Situasi berubah drastis setelah sebuah insiden membuat Iris terlibat dalam peristiwa kekerasan. Kejadian itu memicu kepanikan dan membuka rahasia yang sebelumnya tidak diketahui orang di sekitarnya. Seiring cerita berkembang, terungkap bahwa hubungan Iris dan Josh tidak sesederhana yang terlihat: Iris bukan manusia biasa, melainkan robot pendamping yang dibuat dengan teknologi AI. Keberadaannya berkaitan dengan keinginan manusia menciptakan pasangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemiliknya.
Pengungkapan itu mengubah cara penonton memahami perilaku, respons emosional, dan hubungan Iris dengan Josh. Film ini membahas kendali, kebebasan, dan batas penggunaan teknologi dalam hubungan pribadi. Ketika robot dirancang untuk menyenangkan pemiliknya, muncul pertanyaan tentang hak dan kehendak teknologi tersebut. Companion menawarkan sudut pandang lebih gelap tentang AI sebagai pasangan atau teman hidup, sekaligus menyentil manipulasi, hubungan tidak sehat, dan keinginan manusia mengendalikan orang lain lewat teknologi.
Dalam daftar ini, Companion mencatat rating IMDb tertinggi, yakni 6,9/10, diikuti The Creator dengan 6,7/10 dan After Yang 6,6/10.
