Waralaba horor Insidious kini berisi enam film, dan urutan menontonnya perlu diketahui sebelum mengikuti kisah yang berpusat pada dimensi misterius The Further. Urutan berdasarkan tahun rilis ternyata tidak sama dengan kronologi cerita karena sejumlah film justru mengambil latar sebelum peristiwa di film pertama. Panduan berikut merangkum kedua cara tersebut, dari Insidious: Chapter 3 (2015) sampai Insidious: Out of the Further (2026).
Dua cara menonton yang bisa dipilih
Menonton Insidious tidak wajib berurutan, tetapi mengikuti urutan tertentu memudahkan penonton memahami hubungan antarkarakter dan perkembangan cerita. Penonton baru disarankan mengikuti tahun rilis agar kejutan cerita tetap terjaga, sedangkan urutan kronologi lebih cocok bagi yang ingin menelusuri perjalanan para tokoh sejak masa lalu hingga konflik terbaru.
Urutan kronologi yang dapat dipakai adalah Insidious: Chapter 3 (2015), Insidious: The Last Key (2018), Insidious (2010), Insidious: Chapter 2 (2013), Insidious: The Red Door (2023), dan Insidious: Out of the Further (2026).
Kronologi cerita: dari Elise Rainier hingga Gemma
Insidious: Chapter 3 (2015) menjadi titik awal bila film ditonton menurut kronologi. Sebagai prekuel, kisahnya berlangsung sebelum peristiwa di Insidious pertama dan berpusat pada Quinn Brenner, remaja yang berupaya menghubungi mendiang ibunya. Niat itu justru memancing perhatian sosok jahat bernama The Man Who Can’t Breathe, dan teror yang dialami Quinn mengancam keselamatannya. Ayahnya lalu meminta bantuan Elise Rainier, paranormal yang sempat menjauh dari pekerjaannya setelah mengalami pengalaman traumatis. Lewat kasus ini penonton melihat perjuangan Elise kembali menghadapi dunia gaib, sekaligus diperkenalkan pada Specs dan Tucker yang kelak menemaninya menyelidiki berbagai kejadian supranatural.
Insidious: The Last Key (2018) melanjutkan perjalanan Elise bersama Specs dan Tucker ke rumah masa kecilnya di New Mexico. Rumah itu menyimpan kenangan buruk: sejak kecil Elise mampu melihat dan berkomunikasi dengan makhluk dunia lain, dan kemampuannya itu mendatangkan teror yang berkaitan dengan ayahnya serta entitas menyeramkan bernama KeyFace. Kembali ke sana, Elise harus menghadapi trauma lama sekaligus membongkar rahasia yang tersimpan. Bagian akhir film ini menjadi jembatan menuju peristiwa dalam Insidious pertama.
Insidious (2010) adalah film pertama waralaba ini dan awal kisah keluarga Lambert. Josh dan Renai Lambert hidup bersama anak-anak mereka sampai Dalton, putra mereka, tiba-tiba koma tanpa sebab yang bisa dijelaskan secara medis. Kejadian aneh mulai memenuhi rumah, dan keluarga itu menyadari persoalan mereka jauh lebih besar daripada rumah berhantu. Elise Rainier kemudian mengungkap bahwa Dalton mampu melakukan perjalanan astral sehingga kesadarannya meninggalkan tubuh dan tersesat di The Further, alam gelap yang menjadi tempat tinggal roh dan makhluk berbahaya. Film ini memperkenalkan sejumlah elemen ikonik, termasuk Lipstick-Face Demon dan pintu merah.
Insidious: Chapter 2 (2013) melanjutkan peristiwa film pertama dan memperlihatkan dampak yang masih membayangi keluarga Lambert setelah Dalton diselamatkan. Renai mulai mencurigai perubahan perilaku Josh, sementara penyelidikan atas kematian Elise membuka misteri baru. Terungkap bahwa Josh sudah terhubung dengan The Further sejak kecil, dan ingatan tentang pengalaman itu sempat ditekan melalui hipnosis. Film ini juga menjawab misteri The Bride in Black yang berkaitan dengan Parker Crane.
Insidious: The Red Door (2023) mengambil waktu sekitar satu dekade setelah Chapter 2. Josh dan Dalton, yang kini beranjak dewasa, kembali menjalani kehidupan masing-masing setelah ingatan mereka tentang The Further ditekan lewat hipnosis. Dalton yang menjadi mahasiswa seni kembali bersentuhan dengan pengalaman supranatural melalui lukisan dan ingatan yang muncul perlahan, sementara pintu merah kembali memegang peran penting. Di sisi lain, hubungan ayah dan anak yang merenggang harus dihadapi keduanya. Film ini menjadi penutup perjalanan keluarga Lambert dalam lima film pertama.
Insidious: Out of the Further (2026) memperluas kisah di luar keluarga Lambert melalui Gemma, seorang ibu yang memiliki kemampuan memasuki The Further. Kemampuan itu membuatnya menghadapi ancaman baru karena makhluk dari dimensi tersebut berpotensi menyeberang ke dunia manusia, sehingga Gemma harus melindungi keluarganya ketika batas antara dua dunia mulai terganggu. Karena tidak lagi menjadikan keluarga Lambert sebagai pusat cerita, film ini lebih mudah diikuti oleh penonton yang sudah mengenal konsep perjalanan astral, entitas jahat, dan The Further dari film-film sebelumnya.
Urutan berdasarkan tahun rilis
- Insidious (2010) memperkenalkan keluarga Lambert, Dalton, Elise Rainier, dan The Further.
- Insidious: Chapter 2 (2013) melanjutkan teror yang dialami keluarga Lambert sekaligus menjawab misteri film pertama.
- Insidious: Chapter 3 (2015) mengisahkan kasus paranormal Quinn Brenner sebelum peristiwa film pertama.
- Insidious: The Last Key (2018) menggali masa lalu Elise dan pengalaman traumatisnya di rumah masa kecil.
- Insidious: The Red Door (2023) melanjutkan kisah Josh dan Dalton setelah kejadian dalam Chapter 2.
- Insidious: Out of the Further (2026) memperluas semesta Insidious lewat kisah Gemma dan ancaman baru dari The Further.
Mana yang sebaiknya dipilih?
Urutan tahun rilis lebih sesuai bagi penonton baru. Dimulai dari Insidious (2010), penonton diperkenalkan pada misteri keluarga Lambert tanpa lebih dulu mengetahui latar belakang semua tokoh, dan informasi mengenai Elise serta The Further berkembang melalui film-film berikutnya. Cara ini juga menjaga kejutan yang dirancang saat film pertama kali tayang.
Sebaliknya, urutan kronologi cocok bagi penonton yang ingin mengikuti cerita secara berurutan. Chapter 3 dan The Last Key memberi gambaran tentang perjalanan Elise sebelum ia menangani kasus keluarga Lambert, lalu berlanjut ke konflik utama dalam Insidious dan Chapter 2, sebelum melihat kelanjutannya di The Red Door. Perlu dicatat, urutan kronologi merujuk pada posisi utama cerita dalam lini masa, bukan berarti setiap adegan berlangsung berurutan karena beberapa film memuat kilas balik.
Untuk maraton, lima film pertama memiliki total durasi sekitar 8 jam 36 menit, dan film keenam menambah waktu menonton sehingga penonton sebaiknya menyediakan waktu lebih panjang agar dapat mengikuti seluruh cerita tanpa terburu-buru.
