Marc-André ter Stegen: Dari Krisis Barcelona hingga Kebangkitan di Ajax Amsterdam
Trenz Indonesia – 05 November 2026 | Marc-André ter Stegen kembali menunjukkan kualitas gemilangnya setelah bergabung dengan Ajax Amsterdam sebagai pemain pinjaman dari Barcelona. Kiper berusia 34 tahun ini telah menjadi penyelamat pertahanan klub Belanda, mencatatkan empat clean sheet dalam 14 penampilan dan mencegah berbagai gol melalui penyelamatan spektakuler.
Kepindahan Marc-André ter Stegen ke Amsterdam menandai babak baru setelah musim yang penuh tantangan di Barcelona. Kiper asal Jerman tersebut kehilangan posisi sebagai pemain inti dan jabatan kapten di klub Catalan akibat sejumlah cedera berat dan permasalahan di balik layar. Situasi semakin memburuk ketika ia dipinjamkan ke Girona pada musim dingin, namun hanya bermain dua kali sebelum cedera otot paha memaksanya kembali ke Barcelona.
Di Ajax, Marc-André ter Stegen telah mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen. Rekan setimnya, Tolu Arokodare, bahkan memuji kiper tersebut dengan cara yang unik. “Ter Stegen membuat saya gila saat latihan,” ungkap penyerang Ajax kepada media Belgia. “Terkadang rasanya luar biasa frustrasi melihatnya menepis tembakan demi tembakan. Rasanya ingin memukulnya.” Meski terdengar seperti ancaman, ucapan tersebut sepenuhnya dimaksudkan sebagai pujian atas kemampuan luar biasa kiper tersebut.
Penampilan Marc-André ter Stegen di Ajax telah membantu klub meraih kemenangan penting. Pada pertandingan melawan AZ Alkmaar, penyelamatan gemilangnya di akhir laga mencegah gol penyeimbang dan memastikan kemenangan 1-0, sekaligus merupakan kemenangan pertama Ajax atas rivalnya dalam lima tahun terakhir. Pengamat sepak bola Belanda, Kenneth Perez, juga membandingkan kemampuan ter Stegen dengan kiper lainnya, menyatakan bahwa kehadiran kiper elite seperti ter Stegen memberikan tekanan psikologis tersendiri kepada pemain lawan.
Saat ini, Ajax berada di peringkat kedua Eredivisie, hanya terpaut satu poin dari pemimpin klasemen Feyenoord Rotterdam. Dengan Marc-André ter Stegen di bawah mistar, klub bersejarah Amsterdam kembali bermimpi meraih gelar juara. Pelatih baru Ajax, Míchel, yang sebelumnya bekerja sama dengan ter Stegen di Girona, juga menjadi faktor penting dalam kesuksesan adaptasi kiper tersebut di Amsterdam.
Kebangkitan Marc-André ter Stegen di Ajax menunjukkan bahwa pengalaman dan kualitas elite tetap menjadi aset berharga dalam dunia sepak bola profesional. Setelah mengalami degradasi pertama dalam kariernya bersama Girona, kiper tersebut kini memiliki kesempatan emas untuk kembali meraih prestasi tertinggi di level kompetisi Eropa.
