Harga Terus Melambung: Dari Pangan hingga Teknologi, Konsumen Indonesia Hadapi Lonjakan Biaya Hidup
Trenz Indonesia – 05 November 2026 | Lonjakan harga menjadi fenomena yang semakin nyata di berbagai sektor ekonomi Indonesia pada November 2026. Mulai dari kebutuhan pangan, layanan digital, hingga perangkat elektronik, konsumen dihadapkan pada tantangan finansial yang semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Di sektor pangan, kenaikan harga mencapai level yang mengkhawatirkan. Harga tepung tapioka di Surabaya melonjak drastis dari Rp10.000 menjadi Rp18.000 per kilogram, sementara cabai merah mencapai Rp90.000 per kilogram di pasar tradisional. Bawang putih dijual hingga Rp35.000 per kilogram, dan ayam potong mengalami kenaikan signifikan. Inflasi bulanan di beberapa daerah mencapai 0,44 persen, dipicu oleh kenaikan harga beras dan komoditas pangan lainnya akibat cuaca buruk dan gagal panen.
Pedagang melaporkan penurunan drastis dalam pendapatan mereka, sementara pembeli mulai menahan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari. Aktivitas pasar menjadi semakin sepi seiring dengan daya beli masyarakat yang menurun.
Di sektor teknologi, produsen juga tak bisa terlepas dari tekanan ekonomi global. TECNO, merek smartphone yang dikenal dengan harga terjangkau, terpaksa menaikkan harga semua serinya pada November 2026 akibat krisis RAM. Kenaikan harga mencapai hampir Rp1 juta dibanding harga awal rilis. Meski demikian, TECNO tetap menawarkan bundling menarik dengan TWS dan smartwatch untuk meningkatkan nilai produk.
Layanan digital juga mengalami penyesuaian harga. Microsoft 365 menawarkan berbagai paket berlangganan mulai dari gratis hingga Premium Rp329.999 per bulan, dengan fitur yang disesuaikan untuk berbagai kebutuhan pengguna individual maupun keluarga. Sementara itu, transportasi umum seperti KRL Solo-Jogja mempertahankan tarif terjangkau di Rp8.000 per perjalanan.
Emas juga mengalami volatilitas harga, dengan Antam mencatat fluktuasi hingga Rp13.000 per gram dalam beberapa hari terakhir, mencerminkan ketidakstabilan pasar global.
Menghadapi situasi ini, konsumen didesak untuk lebih selektif dalam memilih produk dan layanan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial mereka. Disarankan untuk membeli melalui official store untuk mendapatkan harga lebih kompetitif dan peluang promo yang lebih baik. Pemerintah dan stakeholder ekonomi perlu memperhatikan tekanan inflasi yang terus meningkat ini untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat ke depannya.
