Timnas Jepang Hadapi Ketidakpastian: Piala Asia 2027 Mundur dan Pergantian Pelatih Menanti
Trenz Indonesia – 06 November 2026 | Timnas Jepang menghadapi periode transisi yang kompleks setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan penundaan Piala Asia 2027. Turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 kini dimundurkan menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.
Penundaan ini menciptakan situasi unik bagi Timnas Jepang dan pelatihnya, Hajime Moriyasu. Kontrak Moriyasu ditetapkan berakhir pada 28 Februari 2027, yang berarti masa kerjanya tidak lagi mencakup pelaksanaan Piala Asia 2027 setelah penundaan tersebut. Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Moriyasu.
Merespons situasi ini, Moriyasu menunjukkan sikap profesional dan pasrah. “Kami harus menerima kenyataan ini,” ujar pelatih yang telah memimpin Timnas Jepang selama tujuh tahun sejak Agustus 2018. Moriyasu menekankan bahwa fokusnya tetap pada pertandingan mendatang, termasuk laga uji coba melawan Brasil dan Paraguay di Singapura pada November.
Meskipun mengakui ambisinya untuk membawa Timnas Jepang meraih juara Piala Asia 2027, Moriyasu bersikap realistis. “Jika ketujuh pertandingan itu dijadwal ulang, maka tim manajemen baru dapat memanfaatkannya dengan baik untuk persiapan Piala Dunia berikutnya,” katanya.
Pengganti Moriyasu telah ditentukan oleh JFA, yaitu Go Oiwa, yang saat ini melatih Timnas Jepang U-23 dan U-21. Promosi Oiwa ke tim senior dijadwalkan pada Maret 2027, menjadikannya pelatih Timnas Jepang saat menghadapi Piala Asia 2027.
Timnas Jepang ditempatkan di Grup F bersama Qatar, Thailand, dan Timnas Indonesia. Pertandingan pertama mereka dijadwalkan melawan Timnas Indonesia pada 11 Januari 2027 (sebelum penundaan). Pencapaian Moriyasu bersama Timnas Jepang mencakup dua kali lolos ke Piala Dunia dan mencapai final Piala Asia 2019, meskipun kalah dari Qatar.
Direktur Teknik JFA, Masakuni Yamamoto, belum memberikan penjelasan detail mengenai nasib Moriyasu pasca-pengumuman daftar pemain. Yamamoto hanya menyatakan bahwa JFA telah menentukan waktu peralihan kepelatihan dari Moriyasu kepada Oiwa.
Situasi ini menunjukkan bahwa Timnas Jepang akan menjalani fase transisi yang signifikan menjelang Piala Asia 2027. Dengan kepemimpinan baru dan jadwal turnamen yang berubah, tim Samurai Biru perlu menyesuaikan strategi persiapannya untuk memastikan kesiapan optimal di ajang bergengsi tersebut.
