Academia asal Pangkalpinang, Bhita, kembali mencuri perhatian di panggung Dangdut Academy 8. Setelah tampil membawakan lagu pop dangdut pada malam show TOP 11, ia menghadapi tantangan berbeda di malam result dengan menyanyikan lagu daerah dari luar wilayah asalnya, yakni lagu Minang.
Dapat Tantangan Lagu Sumatera Barat
Pada malam show, Bhita memilih lagu Jangan Buang Waktuku yang dipopulerkan Erie Suzan. Penampilannya saat itu mendapat tiga standing ovation dari dewan juri.
Tantangan baru muncul di malam result. Setiap academia diminta memadukan lagu utama dengan lagu daerah dari wilayah lain, dan Bhita mendapat kesempatan membawakan lagu Minang asal Sumatera Barat.
“Alhamdulillah, aku dapet tantangan dari lagu Sumatera Barat, lagu Minang. Judulnya Pulanglah Uda. Di-mix sama Larut Tanpa Kepastian,” ungkap Bhita saat ditemui di Studio 5 Emtek City, Jakarta Barat, Kamis (5/11/2026), seperti dilaporkan KapanLagi.com.
Penampilan tersebut kembali mendapat respons positif. Bhita berhasil mengumpulkan empat standing ovation dari dewan juri.
Modal Pengalaman Tinggal di Sumatera Selatan
Meski berasal dari Pangkalpinang, Bhita menyebut punya sedikit bekal untuk menghadapi tantangan lagu Minang. Ia pernah tinggal di Sumatera Selatan sehingga merasa sejumlah unsur bahasa dari kedua daerah tersebut memiliki kemiripan.
“Kebetulan alhamdulillahnya kan Bhita pernah tinggal di Sumatera Selatan. Jadi kadang-kadang kalau Sumatera Barat masih mirip-mirip lah,” tuturnya.
Kendati demikian, kemiripan itu tidak membuat proses belajarnya sepenuhnya mudah. Bhita tetap harus membiasakan diri dengan pengucapan sejumlah kata dan cengkok khas Minang. Salah satu kata yang sempat menyulitkannya adalah “sepayung”.
“Cuman mungkin pengucapan kayak ‘sepayung’, harusnya (diucapkan) ‘sepayuang’ gitu. Itu aja sih yang sedikit sulit. Itu mungkin (harus) biasakan untuk pengucapan seperti itu. Sama cengkok-cengkok Minang-nya,” lanjut Bhita.
Fokus Latih Endurance Vokal
Selain mempelajari karakter lagu daerah, Bhita juga terus mengevaluasi kemampuan vokalnya selama berkompetisi. Ia mengaku mendapat sejumlah masukan dari dewan juri dan para coach, terutama soal ketahanan saat bernyanyi.
“Kemarin tuh dapet masukan dari dewan juri dan coach-coach semuanya juga, Bhita tuh kalau nyanyi endurance-nya kurang, dan vokalnya kurang,” ujarnya.
Masukan tersebut kemudian menjadi salah satu fokus latihan Bhita. Ia berusaha memperkuat endurance agar kestabilan vokal tetap terjaga ketika bernyanyi, sekaligus melatih teknik pernapasannya.
“Jadi Bhita melatih endurance biar vokal mau dibawa ke mana pun, ketahanan tetap kuat, pernapasan juga,” tambahnya.
