Angin kencang dan hujan deras dapat merusak tanaman hias yang diletakkan di teras. Daun berisiko sobek, batang patah, pot terguling, hingga akar membusuk karena media tanam terlalu basah. Ulasan KapanLagi.com menyebut perlindungan tidak selalu berarti memindahkan seluruh tanaman ke dalam rumah atau membuat pelindung permanen yang mahal. Sejumlah langkah sederhana bisa diterapkan, mulai dari menata posisi pot hingga memastikan air hujan mengalir keluar dari pot.
Dampak hujan deras dan angin kencang
Tanaman hias masih boleh terkena hujan deras, tetapi paparan dalam waktu panjang berpotensi merusak daun, mematahkan batang, dan membuat media tanam kelebihan air. Tanaman yang rentan perlu dilindungi dan air harus bisa keluar dari pot. Saat angin bertiup kencang, daun saling bergesekan, tunas muda rusak, dan batang yang tidak cukup kuat menopang tajuk bisa patah.
Untuk mengurangi risiko itu, pemilik rumah dapat memasang jaring penahan angin, tirai luar ruangan, atau sekat berlubang di sisi teras yang paling sering diterpa angin. Bahan yang dipilih sebaiknya tahan cuaca dan tetap memungkinkan udara bersirkulasi agar area sekitar tanaman tidak terlalu lembap. Jaring yang dirancang mengurangi kecepatan angin dapat meredam hembusan tanpa menutup aliran udara sepenuhnya.
Pemasangan pelindung perlu memperhatikan kekuatan penyangga agar tidak terlepas saat angin kencang. Lembaran penutup yang terlalu lebar tanpa penyangga memadai sebaiknya dihindari karena menerima tekanan angin besar dan dapat membahayakan tanaman maupun penghuni rumah.
Pindahkan pot dan jaga drainase
Cara paling mudah adalah memindahkan pot ke area lebih terlindung, seperti sudut dekat dinding rumah, bagian bawah atap, atau sisi teras yang tidak langsung berhadapan dengan arah angin. Langkah ini mengurangi paparan hujan sekaligus mencegah kerusakan daun dan batang. Sebelum memindahkan, perhatikan kebutuhan cahaya masing-masing tanaman agar perubahan posisi tidak mengganggu pertumbuhan. Tanaman yang menyukai matahari tetap perlu mendapat cahaya cukup, sedangkan tanaman yang biasa tumbuh di tempat teduh dapat diletakkan di bagian teras yang lebih terlindung.
Jika jumlah tanaman banyak, prioritas diberikan kepada tanaman berbatang lunak, berdaun lebar, atau berpot kecil yang mudah terguling. Penataan yang tepat membuat tanaman tetap mendapat udara segar dan perlindungan lebih baik saat cuaca memburuk.
Hujan yang berlangsung berjam-jam dapat membuat media tanam terlalu basah, terutama bila air tidak memiliki jalan keluar. Ruang udara di sekitar akar berkurang sehingga akar berisiko mengalami gangguan pertumbuhan atau membusuk, terlebih pada tanaman yang tidak tahan genangan. Periksa lubang drainase pot dan pastikan tidak tertutup akar, tanah yang memadat, atau kotoran. Media tanam sebaiknya memiliki struktur sesuai jenis tanaman, misalnya campuran lebih berpori untuk tanaman yang sensitif terhadap kelembapan berlebih.
Setelah hujan reda, periksa tatakan pot dan buang air yang menggenang agar akar tidak terendam terlalu lama. Jika media tanam masih sangat basah, tunda penyiraman dan amati kondisinya. Saat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat disertai angin kencang, siapkan perlindungan sementara sebelum cuaca memburuk. Tanaman kecil dapat dipindahkan ke teras tertutup, garasi yang terang dan berventilasi, atau ruangan lain yang sesuai dengan kebutuhan cahaya dan sirkulasi udara.
Bila menggunakan penutup, pilih bahan yang cukup kuat dan tidak menekan daun atau batang. Plastik dapat dipakai sebagai perlindungan sementara asalkan dipasang aman dan tidak menekan tanaman. Penutup harus terpasang aman agar tidak terlepas saat angin bertiup. Plastik yang membungkus tanaman rapat dalam waktu lama sebaiknya dihindari karena dapat memerangkap panas dan kelembapan. Setelah hujan dan angin mereda, lepaskan penutup agar tanaman kembali mendapat udara segar dan cahaya. Periksa daun, batang, dan media tanam sebelum mengembalikan tanaman ke posisi semula, terutama jika sempat tergenang atau diterpa angin kuat.
Kanopi, pengelompokan, dan stabilitas pot
Kanopi dapat menjadi pilihan jangka panjang bagi pemilik banyak tanaman hias di teras terbuka. Atap tambahan mengurangi paparan air hujan langsung sehingga media tanam tidak terus-menerus basah dan daun lebih terlindungi dari guyuran deras. Material atap dipilih sesuai kebutuhan cahaya tanaman, misalnya polikarbonat transparan atau bahan lain yang memungkinkan cahaya masuk memadai. Perhatikan pula panas yang dapat terperangkap di bawah kanopi karena beberapa bahan membuat teras lebih panas saat matahari terik.
Struktur kanopi harus terpasang kuat, memiliki kemiringan untuk mengalirkan air, dan dirancang menghadapi kondisi angin di lingkungan rumah. Jika angin sering datang dari samping, sekat tambahan yang kokoh dapat dipertimbangkan agar tanaman tidak tetap terpapar meski sudah berada di bawah atap.
Mengelompokkan tanaman berdasarkan ukuran dan ketahanan batang juga membantu mengurangi risiko kerusakan. Tanaman besar berbatang kokoh dapat ditempatkan di bagian luar kelompok sebagai penghalang sebagian, sedangkan tanaman kecil atau bertunas muda diletakkan di area lebih terlindung. Susunan pot yang rapat tidak sepenuhnya menghentikan angin karena hembusan tetap bisa masuk melalui celah dan menerpa dari arah berbeda. Pot disusun dengan mempertimbangkan bentuk tajuk, kebutuhan cahaya, dan kemudahan dipindahkan saat hujan deras. Sisakan jarak agar daun tidak terus bersentuhan dan udara tetap mengalir, sekaligus memudahkan pemeriksaan kelembapan media tanam, pembersihan daun rusak, dan deteksi tanda penyakit.
Pot ringan dengan alas sempit lebih mudah terguling saat angin kencang, terutama jika tajuknya lebar dan menangkap banyak hembusan. Pot dengan alas cukup lebar dan bobot sesuai ukuran tanaman lebih stabil. Pot keramik tebal atau material kokoh lain dapat dipertimbangkan untuk tanaman besar selama lantai teras mampu menopang beratnya. Jika pot belum diganti, tanaman dapat dipindahkan ke lantai rata dan terlindung atau diberi penyangga agar pot tetap di tempatnya. Hindari meletakkan pot besar di tepian balkon, pagar, atau rak tinggi yang mudah bergoyang. Penempatan aman tidak hanya melindungi tanaman, tetapi juga mengurangi risiko pot jatuh dan mencederai orang yang melintas.
Penyiraman, pemangkasan, dan penyangga
Saat hujan turun hampir setiap hari, kebutuhan air tanaman hias berubah karena media tanam sudah mendapat tambahan air. Jangan langsung menyiram hanya karena jadwal rutin tiba; periksa kelembapan media tanam lebih dulu. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan menyentuh bagian atas media atau menggunakan alat pengukur kelembapan jika tersedia. Permukaan tanah yang terlihat kering belum tentu berarti seluruh media tanam kering, sehingga kondisi bagian lebih dalam perlu diperhatikan sesuai karakter tanaman. Jadwal penyiraman disesuaikan dengan jenis tanaman, ukuran pot, dan kondisi lingkungan. Tanaman yang menyukai media lembap memerlukan perlakuan berbeda dari sukulen atau kaktus yang lebih rentan membusuk bila akar terlalu lama basah.
Sebelum cuaca ekstrem datang, periksa batang yang lemah, cabang yang rusak, atau daun yang mengering. Bagian mati dan rusak dipangkas dengan gunting bersih dan tajam agar tidak mudah terlepas saat tanaman digoyang angin atau terkena hujan. Pemangkasan selektif dapat mengurangi bagian yang rentan patah pada tanaman bercabang panjang dan tumbuh tidak seimbang. Tindakan ini perlu disesuaikan dengan karakter tanaman karena tidak semua jenis cocok dipangkas pada waktu atau dengan cara yang sama. Hindari memotong terlalu banyak daun sehat hanya untuk mengurangi luas tajuk karena daun berperan dalam fotosintesis. Setelah pemangkasan, amati kondisi tanaman dan berikan perawatan sesuai kebutuhan.
Tanaman tinggi berbatang lunak lebih rentan membengkok atau patah saat diterpa angin. Ajir dari bambu atau bahan kuat lain dapat dipasang di dekat batang utama dengan memperhatikan posisi akar agar tidak rusak. Batang diikat menggunakan tali khusus tanaman atau bahan lembut yang cukup longgar sehingga masih dapat bergerak alami. Ikatan terlalu kencang dapat menghambat pertumbuhan, meninggalkan bekas, atau merusak batang ketika tanaman bertambah besar. Posisi penyangga perlu diperiksa kembali setelah hujan deras karena media tanam yang basah membuat ajir lebih mudah bergeser.
Kebiasaan saat cuaca buruk
Beberapa kebiasaan sederhana membantu menjaga tanaman tetap sehat selama musim hujan. Periksa prakiraan cuaca secara berkala dan pindahkan tanaman paling rentan ke tempat terlindung sebelum cuaca memburuk. Bersihkan saluran air teras dari daun kering dan kotoran agar air hujan tidak menggenang di sekitar pot. Setelah hujan, amati apakah ada batang patah, daun rusak, pot terguling, atau media tanam terkikis air. Jangan terburu-buru memberi pupuk; utamakan pemulihan tanaman yang stres akibat cuaca ekstrem dan berikan pupuk sesuai kebutuhan serta petunjuk penggunaan.
Perlindungan juga perlu disesuaikan dengan jenis tanaman. Tanaman berbatang lunak, bertajuk lebar, dan berdaun tipis mungkin membutuhkan perlindungan lebih besar dibandingkan tanaman yang tumbuh kokoh. Jika tanaman sudah tumbuh kuat dan mampu menopang diri sendiri, kebutuhan penyangga dievaluasi secara berkala agar tidak terus bergantung pada ajir yang sebenarnya sudah tidak diperlukan.
