Menanam seledri di teras atau sudut rumah yang lebih banyak teduh daripada terkena matahari bukan hal yang mustahil. Kunci keberhasilannya ada pada cahaya pagi yang memadai, kelembapan tanah yang stabil, serta sirkulasi udara yang lancar, sehingga pot seledri tetap hijau dan bisa terus dipanen untuk masakan sehari-hari.
Para pekebun umumnya sepakat bahwa naungan parsial membuat batang seledri lebih pendek dan ramping. Meski begitu, tanaman ini tumbuh baik di suhu sejuk dan cenderung lebih kuat serta sehat ketika terlindung dari panas terik. Karena itu, area teduh di rumah beriklim tropis bisa menjadi lokasi yang cocok selama tidak gelap total.
Menakar cahaya di sudut rumah
Seledri tidak cocok ditanam di tempat yang sama sekali tidak terkena matahari. Tanaman ini tetap membutuhkan beberapa jam cahaya, idealnya matahari pagi, agar tumbuh sehat dan tidak kurus. Menurut panduan Homes and Gardens yang dikutip dalam artikel ini, menanam seledri di tempat teduh memperlambat pertumbuhannya sehingga batangnya menjadi lebih empuk.
Pekebun dari Oma Garden, seperti dikutip Homes and Gardens, menjelaskan cara mengukur tingkat naungan. “Saya menganggap naungan penuh adalah area apa pun yang mendapat sinar matahari tiga jam atau kurang dalam sehari. Naungan ringan adalah area yang mendapat antara tiga hingga enam jam cahaya yang baik.”
Langkah awal yang disarankan adalah mencatat berapa jam matahari menyinari teras atau balkon. Jika area tersebut mendapat beberapa jam sinar langsung setiap hari, terutama pagi, seledri masih bisa tumbuh dengan baik. Banyak pekebun rumahan meletakkan pot di teras yang terkena matahari pagi tiga sampai empat jam lalu teduh saat siang, pola yang dinilai cocok untuk iklim Indonesia.
Epic Gardening mengingatkan bahwa naungan yang terlalu banyak bisa membuat tanaman stres atau kurang bertenaga. Bila sudut rumah benar-benar gelap, pot sebaiknya dipindahkan berkala ke area lebih terang. Bila memungkinkan, bibit disemai lebih dulu di bawah sinar matahari penuh agar sudah mapan sebelum dipindah ke tempat teduh. Pot juga perlu diputar setiap hari supaya pertumbuhan merata dan seledri tidak tumbuh miring ke arah cahaya. Jika cahaya alami kurang dari empat jam, sebagian pekebun menyarankan menambah lampu tanam.
Menjaga penyiraman tetap stabil
Area teduh membuat tanah tidak cepat kering, dan justru di sinilah tantangannya. Penyiraman harus cukup, tidak kurang dan tidak sampai membuat media becek. Berdasarkan panduan Utah State University Extension, seledri membutuhkan setidaknya 1 hingga 2 inci air dari hujan atau penyiraman setiap minggu selama masa tumbuh. Tanah harus selalu dibasahi secara menyeluruh karena sistem akarnya kecil dan dangkal. Panduan yang sama menyebut kekurangan air kapan pun membuat batang berserat dan rasanya lebih tajam.
Penyiraman umumnya cukup sekali sehari pada pagi hari, lalu disesuaikan dengan kondisi tanah. Menyiram pagi memberi waktu tanaman menyerap air sebelum panas siang dan membuat sisa air di daun sempat mengering, sebab daun yang lama basah di tempat teduh lebih mudah terkena jamur. Air sebaiknya diarahkan ke pangkal tanaman dan tidak membasahi daun.
Menyemprot daun seledri tidak diperlukan karena justru meningkatkan risiko penyakit tanpa memberi hidrasi berarti. Seledri membutuhkan kelembapan tanah, bukan kelembapan daun. Sebelum menyiram, permukaan tanah bisa dicek dengan jari: kondisi ideal adalah media yang tidak becek atau tergenang, tetapi juga tidak pernah benar-benar kering, mirip spons yang sudah diperas. Pot pun harus punya lubang di bagian bawah agar air tidak menggenang. Ketika suhu naik di atas sekitar 29 derajat Celsius, tanaman perlu disiram lebih sering untuk mengurangi stres dan pembentukan serat.
Menyiapkan media dan asupan nutrisi
Karena pertumbuhannya lebih lambat di area teduh, nutrisi harus benar-benar tersedia. Mengacu pada The Old Farmer’s Almanac, seledri membutuhkan tanah kaya bahan organik. Lantaran akarnya dangkal, hanya beberapa inci, pupuk sebaiknya ditabur di permukaan tanah. Sumber yang sama menyarankan pemberian mulsa di sekitar tanaman saat tingginya sekitar 6 inci agar tanah tetap lembap dan akar tetap sejuk.
Media tanam bisa diracik dari campuran tanah taman, kompos atau pupuk kandang matang, dan sedikit sekam agar menahan air tanpa membuat akar terendam. Mulsa organik diberikan tipis untuk mengendalikan gulma sekaligus menjaga kelembapan, tetapi jangan terlalu tebal supaya pangkal batang tidak lembap. Akar seledri sangat dekat dengan permukaan, jadi penggemburan cukup dilakukan perlahan di bagian atas.
Pekebun rumahan biasanya memberikan pupuk organik cair yang diencerkan seminggu sekali agar daun tetap hijau. Secara umum seledri menyerap banyak nutrisi, sehingga kompos perlu ditambahkan ke tanah dan pupuk kaya nitrogen dipertimbangkan secara rutin. Tanaman ini juga rentan kekurangan magnesium dan kalsium, sehingga bahan organik pembenah tanah membantu menjaga keseimbangannya. Jika seledri tetap kurus dan pucat selama berminggu-minggu, biasanya tanaman membutuhkan lebih banyak nutrisi dan kelembapan yang lebih konsisten.
Kebiasaan harian hingga masa panen
Merujuk HGTV, seledri bisa dipetik pada tahap pertumbuhan mana pun dengan memanen batang dari bagian luar rumpun, sehingga tanaman tetap tumbuh dari tengah. Penjarangan sebaiknya dilakukan setiap satu sampai dua minggu dengan gunting bersih untuk membuang daun yang menguning, rusak, atau terlalu rapat. Selain merapikan tanaman, cara ini melancarkan sirkulasi udara di antara daun.
Batang terluar yang sudah cukup besar dipotong dari pangkalnya, sementara daun hasil petikan bisa disimpan di gelas berisi air bersih yang diganti setiap dua sampai tiga hari. Rumpun yang terlalu rapat membuat seledri kurus, lembap, dan mudah busuk, karena itu pada pot besar tanaman umumnya diberi jarak sekitar 15 sampai 20 sentimeter.
Di area teduh yang lembap, jamur bercak daun perlu diwaspadai. Penyakit ini tumbuh subur dalam kondisi hangat dan lembap, dan pencegahan terbaiknya adalah menyiram langsung ke tanah, bukan ke daun. Bila muncul bercak cokelat, daun yang terinfeksi dibuang dan penyiraman dikurangi. Bibit seledri juga perlu dilindungi dari siput dan bekicot, terutama di musim hujan.
Untuk pot, seledri daun atau cutting celery dinilai lebih mudah dirawat. Varietas warisan asal China seperti ‘Chinese White’ atau ‘Pink’ dikenal sebagai seledri potong yang tahan panas. Rasa pahit pada seledri menandakan tanaman sudah terlalu kepanasan, sehingga area teduh setengah hari bisa membantu. Menanam di bawah naungan parsial di iklim panas juga mencegah tanaman cepat berbunga dan menjaga batang tetap empuk.
Sebagai langkah praktis, pangkal seledri dari pasar bisa ditumbuhkan lagi di air sebelum dipindah ke pot.
