King Nassar menggelar konser tunggal bertajuk King Nassar: Lost in The Jungle di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/11/2026). Aksi panggungnya diiringi langsung Erwin Gutawa Orchestra. Di balik kelancaran acara, pedangdut itu mengaku sempat bermasalah dengan suara sebelum tampil.
Disuntik di sejumlah titik
Nassar menuturkan, dua hari menjelang konser suaranya parau sehingga ia harus menghemat kemampuan vokalnya. Ia bahkan sampai menjalani suntik di berbagai tempat, dan salah satu bagian agak bengkak karena waktu yang mendesak. “Aku tuh dua hari kemarin itu parau. Jadi aku ngirit-ngirit suara,” kata Nassar saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, kepada KapanLagi.com.
Kendati demikian, ia tetap membawakan deretan lagu hits, mulai dari Astaga Naga, Keong Racun, Teman Tapi Mesra, hingga Cindai.
Latihan berbulan-bulan jadi kunci
Menurut Nassar, latihan panjang adalah kunci penampilannya malam itu. Ia menyebut kerja keras tidak akan sia-sia dan latihan keras selama berbulan-bulan akan membuahkan hasil seperti yang disaksikan penonton.
Soal kendala di atas panggung, Nassar memastikan tidak ada insiden. Setelah seluruh persiapan tuntas, ia memilih berserah diri. Ia menyatakan hanya percaya bahwa semuanya sudah dikerjakan, mulai dari latihan, menghafal gerakan, hingga menghafal lagu, dan sisanya diserahkan kepada Allah.
Istora penuh dan tantangan konser di GBK
Nassar bersyukur Istora Senayan terisi penuh. Sebelum acara dimulai, ia hanya memanjatkan doa sederhana agar cuaca bagus, semua orang dipermudah langkahnya, dan setiap penonton pulang dengan membawa cerita.
Usai konser, Erwin Gutawa menantang Nassar untuk kembali menggelar konser tahun depan di GBK. Nassar mengaminkan tantangan tersebut. Ia berharap bisa tampil dengan skala yang lebih besar, tetap sehat, dan terus mengeluarkan lagu baru. Menurutnya, karya menjadi hal paling penting agar ia bisa setara dengan penyanyi-penyanyi besar yang hadir dalam acara itu.
