Zaskia Adya Mecca dan rombongan relawan perempuan yang menuju titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sempat dibuntuti orang tak dikenal. Hal itu diungkapkan adik Zaskia, Haykal Kamil, saat ditemui di Tanah Abang, Jakarta Pusat, seperti dilaporkan detikcom.
Haykal menyebut keluarganya belum mengetahui identitas maupun maksud orang-orang yang mengikuti rombongan tersebut. Meski begitu, keluarga terus meminta kabar terbaru untuk memastikan keselamatan Zaskia dan para relawan lain.
“Saya gak tahu tepatnya diteror atau apa, tapi, yang jelas, ketika rombongan itu masuk ke titik hotspot, dia mengabari kami ada yang mengikuti. Makanya, pihak keluarga selalu meminta update, apalagi mereka perempuan,” kata Haykal.
Minta Pengawalan Warga Setempat
Hingga kini, identitas orang yang diduga membuntuti rombongan itu belum diketahui. Keluarga pun meminta bantuan warga setempat untuk mengawal dan menjaga keamanan para relawan selama menjalankan misi kemanusiaan.
“Sampai saat ini belum ketahuan siapa yang mengikuti. Akhirnya, kami meminta bantuan orang-orang setempat untuk membantu pengawalan dan pengamanan,” ujarnya.
Menurut Haykal, kejadian itu tidak dialami rombongan sepanjang berada di Palangka Raya. Pembuntutan diduga terjadi saat mereka menuju titik panas atau lokasi pusat kebakaran, sementara situasi berbeda dirasakan ketika berada di pusat kota.
“Terutama memang ketika ke titik hotspot, tapi ketika sedang berada di pusat kota, gak,” jelasnya.
Berangkat dengan Restu Hanung Bramantyo
Zaskia berangkat ke lokasi karhutla bersama kakaknya, Tasya Nur Medina, melalui yayasan sosial yang mereka kelola. Keduanya turun langsung untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Keberangkatan Zaskia juga mendapat izin dari suaminya, Hanung Bramantyo. Saat itu, Hanung sedang menjalani proses syuting di Yogyakarta sehingga tidak ikut mendampingi istrinya ke Palangka Raya.
“Mas Hanung kebetulan sedang syuting di Jogja, jadi tidak ikut. Tapi, tentunya keberangkatan Kak Tashya dan Kak Kia sudah dengan restu suami. Luar biasa, karena menurut saya nggak banyak orang yang akhirnya mau turun langsung seperti itu,” tutur Haykal.
Terkait dugaan intimidasi terhadap para relawan, Haykal menyayangkan jika ada pihak yang berupaya menghalangi orang-orang yang ingin membantu korban bencana sekaligus menyuarakan persoalan lingkungan. Menurutnya, menyampaikan pendapat merupakan hak dasar warga negara yang dijamin konstitusi.
“Harusnya orang yang bersuara juga punya hak dasar. Ketika kita reformasi, hak itu dijamin dalam konstitusi. Kita boleh bersuara dan mengungkapkan pendapat,” pungkasnya.
