Pameran dagang dan jejaring bisnis KRISTA InterFOOD 2026 kembali digelar untuk penyelenggaraan ke-27. Ajang yang dihelat Krista Exhibitions ini menghadirkan 1.100 peserta, termasuk 100 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dari 16 negara, serta menempati 11 hall dengan total area pameran 60.000 meter persegi.
Pameran ini menjadi ruang pertemuan bagi produsen, pemasok, distributor, importir, pembeli, dan profesional industri makanan dan minuman (food and beverage/F&B) dari dalam dan luar negeri untuk menjajaki kerja sama serta memperluas pasar.
Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen
Penyelenggaraan pameran berlangsung di tengah kinerja positif industri makanan dan minuman nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I 2026, sedangkan industri makanan dan minuman tumbuh lebih tinggi, yakni 7,04 persen.
Kinerja tersebut disebut ditopang oleh meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idulfitri, kenaikan produksi beras, serta kuatnya permintaan ekspor minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO). Pertumbuhan itu dinilai membuka peluang bisnis baru bagi pelaku F&B, sehingga kebutuhan akan inovasi produk, bahan baku berkualitas, teknologi pengolahan modern, dan solusi distribusi semakin penting untuk menjaga daya saing di tengah persaingan pasar yang terus berkembang.
Paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand
Peserta KRISTA InterFOOD 2026 berasal dari Amerika Serikat, China, Prancis, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Inggris, Vietnam, Malaysia, dan Korea Selatan. Partisipasi internasional diperkuat melalui Paviliun Amerika Serikat, China, dan Thailand yang membawa total 70 peserta.
Dengan target 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara, pameran ini disebut menjadi kesempatan bagi pelaku industri untuk mencari produk dan teknologi terbaru, menemukan calon mitra dagang, serta membuka akses ke pasar nasional maupun internasional. Tahun ini KRISTA InterFOOD digelar bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo, sehingga cakupannya melengkapi industri hasil laut dan produk perikanan hingga teknologi pendinginan serta solusi rantai dingin (cold chain) untuk menjaga kualitas dan kesegaran produk.
Lebih dari 40 Program Pendukung
Chief Executive Officer Krista Exhibitions Group Daud D. Salim mengatakan, KRISTA InterFOOD 2026 dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat daya saing industri makanan dan minuman Indonesia di pasar global.
“KRISTA InterFOOD 2026 kami hadirkan sebagai platform strategis untuk mempertemukan inovasi dan peluang bisnis di industri makanan dan minuman. Melalui partisipasi pelaku industri nasional dan internasional serta lebih dari 40 program yang mencakup kompetisi berskala Internasional, seminar, talkshow, dan business matching, kami mendorong terciptanya kemitraan strategis, perluasan akses pasar, dan peluang investasi berkelanjutan. Kami optimistis KRISTA InterFOOD 2026 dapat mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global,” ujar Daud.
Rangkaian seminar dan edukasi bersama sejumlah asosiasi membahas strategi membawa produk pangan ke pasar bersama GAPMMI, Rakernas IKABOGA dan pelatihan bersertifikasi BNSP, registrasi suplemen kesehatan bersama APSKI, hingga peluang pengembangan produk rumput laut bernilai tinggi untuk pasar global bersama INTROSEA, ASTRULI, dan ARLI. Asosiasi Artisan Teh Indonesia (ARTI) juga akan meluncurkan program KITA atau Krista Indonesia Tea Artisan.
Untuk kerja sama bisnis langsung, tersedia program business matching yang mempertemukan peserta pameran dengan calon pembeli, distributor, dan mitra industri. Agendanya mencakup pertemuan antara IKABOGA dan peserta pameran, presentasi investasi bersama BKPM dan GAPMMI, talk show AP5I, serta pertemuan bisnis dengan anggota APRINDO dan Thailand Pavilion. Kolaborasi bersama Asosiasi Pengusaha Frozen Food Indonesia (APFFI), Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga menjadi bagian dari upaya memperluas peluang kerja sama dan mendukung pengembangan industri.
Kompetisi Chef hingga Gelato
Di sisi kompetisi, Indonesia Food Innovation (IFI) 2026: Intermediate Product Edition menjadi program Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang mendukung daya saing industri kecil dan menengah (IKM) pangan melalui pengembangan produk antara berbasis sumber daya lokal. Program ini membuka kesempatan bagi pelaku IKM memperkenalkan produk unggulan kepada distributor, pembeli profesional, investor, dan mitra industri.
La Cuisine Cooking Competition 2026 yang berkolaborasi dengan Association of Culinary Professionals Indonesia (ACP Indonesia) akan menghadirkan 1.100 chef. Bersama Global Chef Championship 2026, kompetisi ini mencakup lebih dari 30 kategori masakan tradisional dan internasional untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta profesionalisme di sektor hotel, restoran, katering, dan jasa boga.
Pencinta kopi dapat menyaksikan rangkaian kompetisi bersama Dewan Kopi Indonesia, meliputi Krista InterFOOD Roasting Competition (KIROC), Cup Taster Competition, Coffee Signature Competition, dan Manual Brew Competition. Ada pula Gelato World Tour 2026 bersama Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) yang memberi kesempatan perajin gelato mengembangkan resep inovatif, mengeksplorasi kombinasi rasa, dan memanfaatkan bahan baku lokal, dengan peluang melanjutkan kreasi unggulan ke kompetisi internasional sesuai ketentuan yang berlaku.
Sektor hospitality melengkapi agenda melalui Indonesia Food and Beverage Executive Club (IFBEC), yang kegiatannya mencakup kompetisi table setting, IFBEC MIXCRAFT Final, Candle Light Dinner Challenge, serta hospitality talk show bertajuk “Revenue is Vanity, Profit is Reality”.
Selama 27 tahun penyelenggaraannya, KRISTA InterFOOD terus membangun kolaborasi dengan pemerintah, asosiasi, dan komunitas profesional. Edisi 2026 mendapat dukungan Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan, ditambah sejumlah asosiasi industri di antaranya GAPMMI, AMDATARA, World Association of Chefs’ Societies, ACP Indonesia, IPBS, IKABOGA, ARTI, APCA, IFBEC, AP5I, ASTRULI, ARLI, INTROSEA, AP2HI, IPF, APFFI, GAPI, dan APHI.
