Film horor Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki mengangkat sosok Mashiro-san, arwah yang disebut sebagai urban legend dan dikaitkan dengan peristiwa mengerikan di wilayah Kinki, Jepang. Kisahnya menjadi pintu masuk bagi misteri hilangnya editor artikel Takeshi Sayama dalam film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 16 Oktober 2026 melalui CGV dan Cinepolis.
Kisah Mashiro-san
Dalam cerita, Mashiro-san mengikat kesepakatan dengan seorang dewa untuk menghidupkan kembali ibunya yang sudah meninggal. Sang dewa semula menolak, tetapi kemudian bersedia dengan syarat Mashiro memberikan buah kesemek kepada perempuan yang ingin dinikahinya. Tubuh perempuan itu nantinya akan dijadikan inang agar roh ibu Mashiro dapat masuk dan hidup kembali.
Namun, tidak ada perempuan yang datang menerima lamaran Mashiro. Para perempuan di desa wilayah Kinki disebut justru mencibirnya karena hanya menawarkan buah kesemek, padahal saat itu belum musim buah tersebut. Sampai meninggal, Mashiro disebut masih memegang buah kesemek di atas batu di tengah hutan wilayah Kinki.
Arwah Mashiro kemudian dipercaya menghuni hutan dan memanggil gadis-gadis desa untuk masuk ke perangkapnya. Kaum muda laki-laki pun disebut menjadi incaran Mashiro sebagai tumbal persembahan.
Adaptasi novel dan hilangnya Sayama
Film ini diangkat dari novel senama karya Sesuji dan digarap sutradara Koji Shiraishi. Pendekatannya memadukan horor dan dokumenter. Inti ceritanya adalah penelusuran sejumlah peristiwa aneh di kawasan itu. Petunjuk yang terkumpul perlahan menghubungkan misteri-misteri yang tampak berdiri sendiri dan menyeret tokoh-tokohnya ke situasi berbahaya.
Hilangnya Sayama (Atom Shukugawa) bermula dari misteri kawasan Kinki. Ketika menelusuri sejumlah anomali di kawasan itu bersama Yusei Ozawa (Eiji Akaso), Sayama lenyap di rubanah tepat setelah bagian terakhir teka-teki mereka terkumpul. Ozawa pun diliputi kebingungan dan ketakutan.
Ozawa lantas meminta bantuan Chihiro Seno (Miho Kanno), yang untuk sementara ditunjuk menggantikan Sayama, guna mencari rekannya itu. Keduanya menyusuri sejumlah lokasi di Jepang demi memecahkan misteri hilangnya Sayama. Petunjuk yang mereka pakai antara lain rekaman video, artikel, dan foto hasil pendataan Sayama semasa investigasi.
Penelusuran itu mengarahkan keduanya ke rumah tak berpenghuni. Di sana, Sayama ditemukan bersama istrinya. Akan tetapi, pertemuan itu tidak menyelesaikan pencarian; malah mendatangkan bencana bagi ketiganya.
Kendati dikemas sebagai horor berpendekatan dokumenter, calon penonton diminta menimbang kesiapan diri sebelum menonton. Kisahnya mengandung adegan sensitif, antara lain gambaran menyakiti diri sendiri dan bunuh diri.
