Aglonema atau Chinese evergreen yang dijuluki Ratu Daun termasuk tanaman hias paling tangguh untuk ruangan. Menurut Clemson University Home and Garden Information Center, tanaman daun tropis ini mampu bertahan di cahaya minim, udara kering, ruangan ber-AC, bahkan saat kekurangan air. Kuncinya ada pada cahaya tidak langsung dan penyiraman yang tepat agar warna merah, pink, atau hijau keperakan pada daunnya tetap segar dipandang.
Pilih cahaya terang tanpa sinar matahari langsung
Cahaya menjadi dasar perawatan aglonema di dalam ruangan karena sangat memengaruhi intensitas warna daun. Jonathan Ames, desainer lanskap di BACQYARD, mengatakan bahwa jendela yang menghadap timur atau utara paling cocok untuk tanaman ini. “Sinar matahari langsung yang panas akan membakar daunnya, jadi saring dengan tirai tipis. Cahaya yang kurang akan membuat pertumbuhannya jarang,” ujarnya, dikutip dari Homes and Gardens.
Ames menyarankan pot diletakkan beberapa langkah dari jendela bertirai agar tanaman tetap mendapat cahaya terang tanpa terpapar sinar langsung. Varietas berdaun hijau tua lebih tahan di tempat teduh, sedangkan aglonema merah dan pink membutuhkan cahaya lebih terang supaya warnanya tidak pudar. Panduan perawatan dari Kementerian Pertanian RI juga menyebut aglonema bisa ditempatkan di ruangan dengan cahaya lampu neon, sehingga cocok untuk meja kerja di kantor. Putar pot setiap beberapa minggu agar semua sisi daun kebagian cahaya dan bentuk tanaman tetap seimbang.
Soal ruangan tanpa jendela, aglonema masih bisa hidup asalkan mendapat cahaya lampu yang cukup setiap hari. Namun warnanya biasanya lebih cerah bila sesekali terkena cahaya alami tidak langsung.
Siram saat permukaan tanah mulai kering
Kelebihan air menjadi kesalahan paling umum dalam merawat tanaman hias indoor. Julie Bawden Davis, pakar tanaman indoor di Healthy Houseplants, menyatakan aglonema menyukai media yang lembap tetapi tidak becek. “Siramlah ketika setengah hingga satu inci tanah bagian atas sudah kering,” katanya, dikutip dari Homes and Gardens.
Davis menambahkan bahwa penyiraman dari bawah membuat tanah bertahan lembap lebih lama sehingga frekuensinya bisa lebih jarang. Ia juga menyarankan penggunaan air hangat hingga suam-suam kuku untuk aglonema dan semua tanaman rumah.
Tidak ada jadwal pasti karena kebutuhan air bergantung pada cahaya, ukuran pot, dan suhu ruangan. Patokan praktisnya, tusukkan jari sekitar 2-3 cm ke dalam media; bila masih lembap, tunda penyiraman. Siram hingga air keluar dari lubang pot, lalu buang sisa air di tatakan agar akar tidak terendam. Merujuk panduan The Sill, aglonema dapat disiram setiap 1-2 minggu dengan membiarkan tanah mengering di antaranya, lebih sering di tempat terang dan lebih jarang di area minim cahaya. Pilih campuran tanah gembur dengan drainase baik agar air tidak menggenang.
Jaga kelembapan dan bersihkan daun
Mengutip New York Botanical Garden (NYBG), aglonema menyukai suhu ruangan normal dan butuh sedikit kelembapan. Di ruangan kering, tanaman bisa diletakkan bersama tatakannya di atas nampan berisi kerikil yang diisi air hingga separuh tinggi kerikil. Cara ini praktis untuk kamar ber-AC, asalkan pot tidak terkena embusan AC langsung karena perubahan suhu mendadak bisa membuat daun stres.
Selama masa tumbuh, Andy Burde, pakar tanaman rumah di House Plant Shop, menyarankan pemberian pupuk setiap 6-8 minggu dengan pupuk seimbang yang larut dalam air. Daun yang mati atau menguning sebaiknya dipotong di pangkal batang menggunakan gunting bersih, seperti disarankan Ames. Lap daun dengan kain lembap secara berkala supaya warna tetap mengilap dan penyerapan cahaya maksimal.
Kenali tanda masalah dan risikonya bagi hewan peliharaan
Aglonema tergolong komunikatif karena daunnya cepat memberi sinyal bila ada yang kurang pas. Menurut catatan Clemson HGIC, penyakit tanaman jarang menjadi masalah di dalam rumah, tetapi beberapa hal perlu diwaspadai. Daun menguning disertai batang lembek biasanya menandakan kelebihan air dan busuk akar akibat media yang lambat mengalirkan air. Warna daun memudar berarti cahaya kurang, ujung daun cokelat dan kering menandakan udara terlalu kering, sedangkan pertumbuhan memanjang dan jarang menunjukkan tanaman sedang mencari cahaya.
Bintik kapas putih bisa jadi tanda kutu putih. Clemson HGIC mencatat hama yang umum menyerang aglonema meliputi kutu putih (mealybug), kutu daun, kutu sisik, dan tungau. Perlu kehati-hatian bila ada hewan peliharaan di rumah. University of Florida IFAS Extension menyebut aglonema termasuk keluarga Aroid yang mengandung kristal kalsium oksalat beracun sehingga berbahaya bagi hewan peliharaan maupun manusia jika tertelan atau getahnya mengenai kulit.
Untuk penataan jangka panjang, NYBG menyebut tanaman muda bisa dipindah ke pot satu ukuran lebih besar setiap musim semi bila diperlukan, sementara tanaman yang lebih tua cukup diganti pot sekali dalam dua atau tiga tahun.
