Aglonema lebih dikenal karena keindahan daunnya, tetapi tanaman ini juga bisa mengeluarkan bunga putih mungil bila kondisinya mendukung. Kunci agar aglonema rajin berbunga sebenarnya tidak jauh berbeda dari cara menjaga kesehatannya secara keseluruhan: cahaya terang yang tidak langsung, suhu ruangan hangat dan stabil, penyiraman yang pas, pupuk secukupnya, serta kesabaran menunggu tanaman cukup dewasa.
Atur cahaya dan suhu
Menurut Jonathan Ames, desainer lanskap di BACQYARD, seperti dikutip dari Homes and Gardens, penempatan di dekat jendela yang menghadap timur atau utara paling ideal. “Sinar matahari langsung yang terik akan membakar daunnya, jadi saring dengan tirai tipis. Cahaya yang kurang akan membuat pertumbuhannya jarang,” ujarnya.
Kebutuhan cahaya juga bergantung pada jenis kultivar. Aglonema berdaun gelap masih bisa bertahan di ruangan redup, sementara varietas berwarna merah muda dan merah membutuhkan cahaya tidak langsung yang lebih terang agar warnanya tidak pudar. Aglonema dewasa yang tumbuh di lingkungan dengan cahaya melimpah berpeluang mengeluarkan bunga mirip spathe di sela-sela daun pada musim panas.
Soal suhu, tanaman sebaiknya diletakkan di tempat stabil dengan kisaran 18-27 derajat Celsius. Jauhkan dari embusan angin, ventilasi pendingin ruangan, atau pemanas karena perubahan suhu mendadak bisa membuat tanaman stres hingga daunnya rontok. Putar pot setiap beberapa bulan agar semua sisi mendapat cahaya dan pertumbuhannya lebih merata.
Siram dan pupuk secukupnya
Julie Bawden Davis, pakar tanaman indoor di Healthy Houseplants, dalam wawancara dengan Homes and Gardens menjelaskan bahwa aglonema menyukai media yang lembap, bukan becek. “Siramlah ketika lapisan tanah teratas sedalam setengah hingga satu inci sudah kering,” katanya. Ia juga menyarankan penggunaan air hangat hingga suam-suam kuku untuk menyiram aglonema dan tanaman hias lain.
Sebaiknya periksa dulu kondisi media dengan jari sebelum menyiram. Aglonema lebih tahan bila sesekali terlewat disiram dibanding kelebihan air, dan busuk akar menjadi penyebab paling umum tanaman ini merosot. Karena aglonema bisa sensitif terhadap klorin dan fluorida, gunakan air saringan atau air hujan, atau diamkan air keran sekitar 24 jam sebelum dipakai.
Kelembapan udara bisa ditingkatkan dengan menyemprot daun, menempatkan tanaman di kamar mandi atau dapur yang lembap, atau meletakkannya di atas nampan berisi kerikil dan sedikit air. Dasarnya pot jangan sampai menyentuh air karena bisa memicu busuk akar, demikian dilansir dari HGTV.
Untuk pupuk, Andy Burde, pakar tanaman hias di House Plant shop, menyarankan pemberian setiap 6-8 minggu selama musim tumbuh dengan pupuk seimbang yang larut dalam air. Banyak pembudidaya lokal justru cukup menyiram rutin dan menambahkan sedikit pupuk kandang. Media tanam sebaiknya gembur, misalnya campuran tanah, sekam bakar, dan kompos, di dalam pot berlubang drainase yang ukurannya tidak lebih dari satu hingga dua tingkat lebih besar dari pot sebelumnya.
Fakta di balik bunga aglonema
Bunga aglonema berbentuk seperti peace lily mini, terdiri dari tongkol tengah bernama spadix yang dikelilingi daun termodifikasi bernama spathe. Saat baru muncul, bunga ini sering disangka daun baru. Berdasarkan data Missouri Botanical Garden, setiap bunga memiliki spadix putih krem kecil yang dibungkus spathe hijau pucat, biasanya muncul pada akhir musim panas hingga awal musim gugur, lalu diikuti kumpulan buah beri merah.
Bila berhasil diserbuki, bunga dapat menghasilkan buah beri kecil yang awalnya hijau lalu berubah kuning, putih, atau merah cerah sesuai spesiesnya. Perbanyakan lewat biji tergolong sulit karena bunga sering tidak mekar bersamaan dan serbuk sarinya cepat tidak berfungsi. Sebagaimana disampaikan NC State Extension, aglonema di dalam ruangan mungkin tidak berbunga bila cahayanya terlalu sedikit.
Aglonema sendiri termasuk keluarga Araceae yang berasal dari wilayah tropis dan subtropis Asia Tenggara serta Nugini, dengan 26 spesies dan banyak kultivar. Bunga jarang muncul di dalam ruangan, sehingga kehadirannya lebih sering dianggap tanda bahwa tanaman sedang sehat ketimbang pajangan.
Perawatan setelah bunga muncul
Pemilik tanaman perlu memutuskan apakah bunga dipertahankan atau dipotong. Jika ingin daun tetap rimbun, potong bunga di pangkalnya dengan gunting steril agar energi tanaman kembali fokus ke daun dan tunas baru. Bila penasaran menunggu siklus hidupnya sampai muncul buah beri, bunga boleh dibiarkan, tetapi pertumbuhannya biasanya sedikit melambat.
Selama masa berbunga, tetap berikan cahaya terang tidak langsung, siram saat bagian atas media mengering, gunakan pupuk seimbang yang lembut, dan hindari sinar matahari langsung. Jonathan Ames menambahkan, daun yang mati atau menguning sebaiknya dipangkas di pangkal batang dengan gunting bersih, dan ujung batang yang memanjang bisa dipencet untuk mendorong pertumbuhan lebih rimbun. Debu pada daun juga perlu dilap dengan kain basah agar tanaman bisa memanfaatkan cahaya lebih baik.
Jika aglonema tak kunjung berbunga, penyebab paling umum adalah kurangnya cahaya, tanaman yang masih muda, atau suhu dan penyiraman yang tidak stabil. Langkah pertama yang bisa dicoba adalah memindahkannya ke tempat lebih terang tanpa sinar matahari langsung, lalu menjaga perawatan rutin.
