Reyog Ponorogo yang khas dengan corak kebersahajaan dan keindahannya – menggunakan simbol macan (harimau) dan burung merak — telah menjadi inspirasi seniman atau budayawan pada zamannya.
Sebagai upaya menanamkan kecintaan masyarakat terhadap budayanya, lanjut Sugiarto, pemerintah Kabupaten Ponorogo mewajibkan setiap desa menggelar tari reyog pada tanggal 11 setiap bulannya. Pemerintah juga menggelar Festival Nasional Reog Ponorogo setiap tahun, serta menggelar tradisi ’Grebeg Suro’ yang menampilkan tari reyog.
“Berbagai kebijakan menggelar tari reyog ini untuk meningkatkan gairah pelestarian seni reyog di Ponorogo yang menjadi tempat kelahiran seni tradisional ini. Alhamdulillah kesenian ini makin disukai anak-anak millenial. Gebyar reyog berlangsung sepanjang waktu,” ujar Sugiarto.
“Kesenian reyog mengkonfirmasi tentang keberanian dan kebersahajaan masyarakat Ponorogo dengan sikap hidup serba menarik; indah dan mempesona. Keunikan seni Reyog Ponorogo, bukan saja terletak pada tampilan instrumen beserta simbol-simbol budaya yang dimilikinya, melainkan juga pada nilai-nilai luhur yang dikandungnya,” ungkap Sugiarto.
Selain menggelar berbagai potensi kesenian daerah, Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga menggelar bazar yang menjual sejumlah produk unggulan kerajinan dan kuliner. Melibatkan para pengusaha yang tergabung di UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) Kabupaten Ponorogo.
Para seniman yang terlibat di pergelaran ini, Sugeng Prayitno, S.Sn. (Ide Cerita), Marji, S.Pd (Penulis Cerita), Marji, S.Pd (Sutradara), Danar Hendratmoko (Asisten Sutradara), Galih Wisnu Kesuwo (Penata Musik), Danar Hendratmoko (Penata Tari), Probo Widiono (Penata Kostum dan Penata Rias), serta puluhan pengrawit, penyanyi dan penari.
Para Juri Pengamat Anugerah Duta Seni Budaya Jawa Timur adalah, Suryandoro, S.Sn (Praktisi dan Pengamat Seni Tradisi), Eddie Karsito (Wartawan, Penggiat Seni & Budaya), Dra. Nursilah, M. Si. (Dosen Seni Tari Universitas Negeri Jakarta), dan Catur Yudianto (Kepala Bagian Pelestarian dan Pengembangan Bidang Budaya TMII).
Di bulan November 2019, paket kesenian daerah selanjutnya akan diisi pergelaran duta seni dari Kabupaten Mojokerto (03/11/2019), Kota Blitar (10/11/2019), Parade Reyog Ponorogo Dewasa (17/11/2019), serta ‘Gelar Bersama Tari Jawa Timuran’, bersama duta seni daerah dari Kabupaten Pasuruan (24/11/2019).