Minggu 3 November 2019, stadion Kridosono kembali mejadi ritual tahunan bagi penggemar musik rock dalam gelaran yang bertajuk JogjaROCKarta International Music Festival #3 tahun 2019.
Lima lagu dibawakan nyaris tanpa jeda oleh grup yang dimotori keyboardis kenamaan Indra Lesmana. Musik yang sarat dengan pamer skill dan kemampuan musikalitas personel yang diatas rata-rata itu mengingatkan kita pada grup Dream Theater yang juga pernah tampil di JogjaROCKarta gelaran pertama 2017 lalu. ILP (Indra Lesmana Project) merupakan project optimisme dari Indra Lesmana, melibatkan musisi-musisi muda dengan kemampuan musikal yang piawai antara lain, Shadu Shah pada Bass, Hata Arysatya di posisi Drum, Kharisma dan Muhammad Rayhan Syarif sebagai Gitaris.
Ketika sesi interview awak media dgn ILP di backstage, Indra Lesmana mengutarakan bahwa musik nya memang banyak dipengaruhi dengan musik progresive pendahulunya, seperti Yes, Genesis, Rush, Pink Floyd dan lain-lain, namun ia agak keberatan jika musik nya di kotak kan dalam satu genre musik tertentu. Karena setiap personelnya memiliki gaya permainan yang membuka ruang untuk masuknya unsur jazz, fusion, blues dan sebagainya.
Pada penampilan ILP di panggung JogjaROCKarta 2019 sore hari, single baru ILP yang berjudul ‘Apocrypha’ pun ditampilkan dengan sangat memukau diimbuhi demonstrasi drum, bas gitar dan keyboard pastinya. Lagu yang memilki makna filosofi yang cukup dalam itu menurut Indra adalah menyimpulkan bahwa semakin banyak yang kita tahu semakin banyak yang kita tidak tahu, karena ada rahasia-rahasia yang tersembunyi dibalik teks atau kitab yang kadang diragukan keasliannya. Lagu tersebut merupakan salah satu nomor yang terdapat dalam album baru ILP yang akan dirilis tahun depan.
ILP memang berniat menyihir dunia musik dengan musik jenis progresive dan Indra sangat optimis bahwa ILP akan mampu muncul dan eksis di peta musik global abad milenium ini. Good Luck ILP, Indonesia bangga memiliki karya musik berkualitas seperti lagu-lagu yang telah kalian mainkan di panggung JogjaROCKarta. (Heri Machan/TrenzIndonesia) | Foto: Heri Machan