Jakarta, Trenz Edutainment | Nama Chairil Anwar, tentu sudah tidak asing lagi bagi para penikmat seni terutama, pecinta sastra. Dikenal sebagai Binatang Jalang, penyair Chairil Anwar yang lahir di Medan, 26 Juli 1922 dan meninggal di Jakarta, 28 April 1949 ini, juga dinobatkan oleh HB Jassin sebagai pelopor angkatan 45 sekaligus puisi modern Indonesia.
Pekan ini, melalui kegiatan #NontonTeaterDiRumahAja, Bakti Budaya Djarum Foundation mengajak para penikmat seni untuk menyaksikan secara streaming rekaman biografi puitis dari penyair ternama Indonesia ini dalam pementasan Perempuan-Perempuan Chairil. Lakon ini akan ditayangkan pada Sabtu, 9 Mei dan Minggu, 10 Mei pukul 14.00 WIB di website www.indonesiakaya.com serta channel YouTube IndonesiaKaya.
Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengungkapkan, “Melihat antusiasme yang tinggi dari para penikmat seni dengan pementasan Perempuan-Perempuan Chairil di Teater Jakarta beberapa tahun silam, maka kami menghadirkan rekaman pementasan ini dalam kegiatan #NontonTeaterDiRumahAja. Penayangan pementasan ini, merupakan upaya yang kami lakukan untuk mengenalkan masyarakat secara lebih jauh sosok Chairil Anwar, seorang penyair legendaris Indonesia yang melahirkan karya-karya fenomenal dan mendunia. Pertunjukan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap penulis besar Indonesia, serta membuktikan bahwa karya sastra Indonesia tetap aktual dan dapat diangkat dengan kemasan kekinian sehingga lebih mudah diapresiasi oleh masyarakat terutama generasi muda. Melalui kegiatan ini, diharapkan kita lebih mengenal sosok Chairil Anwar melalui kisah dibalik puisi-puisi ciptaannya.”
Lakon ini tersaji dalam empat babak, yang menggambarkan hubungan Chairil dengan empat perempuan yakni Ida, Sri, Mirat dan Hapsah. Empat perempuan istimewa, mereka menggambarkan sosok perempuan pada jaman itu. Ida Nasution adalah mahasiswi, penulis yang hebat, pemikir kritis dan bisa menyaingi intelektualisme Chairil ketika mereka berdebat. Sri Ajati, juga seorang mahasiswi, bergerak di tengah pemuda-pemuda hebat pada zamannya. Ikut main teater, jadi model lukisan, gadis ningrat yang tak membeda-bedakan kawan. Sumirat, juga seorang yang terdidik yang lincah. Tahu benar bagaimana menikmati keadaan, mengagumi keluasan pandangan Chairil, menerima dan membalas cinta Chairil dengan sama besarnya tapi akhirnya cinta itu kandas.
Lalu akhirnya Chairil disadarkan oleh Hapsah, bahwa dia adalah lelaki biasa. Perempuan yang memberi anak pada Chairil ini begitu berani mengambil risiko mencintai Chairil karena tahu lelaki itu akhirnya akan berubah, meskipun itu terlambat, tapi ia tahu Chairil menyadari bahwa Hapsah benar. Empat perempuan yang tak sama, empat cerita yang berbeda. Tanpa mengecilkan arti dan peran perempuan lain, tapi lewat cerita empat perempuan ini kita bisa mengenal sosok Chairil juga dunia yang hendak ia jadikan, serta zaman yang menghidupi dan dihidupinya.
Pementasan ini juga dimeriahkan dengan hadirnya pemain pendukung yaitu Sri Qadariatin sebagai Perempuan Malam dan Indrasitas sebagai Affandi. Pementasan ini pun didukung oleh tim kerja yang solid dan profesional yaitu Iskandar Loedin sebagai Pimpinan Artistik; Ricky Lionardi sebagai Penata Musik; Prabudi Hatma Samarta sebagai Penata Video; Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Kostum; Yudin Fakhrudin sebagai Penata Rias; White Shoes & the Couples Company sebagai Pengisi Lagu; dan dr. Tompi sebagai Fotografer.
Dukungan Untuk Pekerja Seni Panggung Budaya
Selain mengajak para penikmat seni untuk #NontonTeaterDiRumahAja, Indonesia Kaya bekerjasama dengan Happy Salma, Butet Kartaredjasa dan Ratna Riantiarno sebagai para seniman pertunjukan panggung juga mengajak penikmat seni ikut memberikan, Dukungan Untuk Pekerja Seni Panggung Budaya. Musibah Covid-19 yang terjadi di tahun 2020 ini membuat banyak acara seni, khususnya seni pertunjukan panggung yang mengalami pembatalan. Hal ini memberikan dampak yang keras bagi ribuan pekerja seni di Indonesia yang menjadikan seni panggung sebagai sumber penghasilan utama mereka.
“Melalui kitabisa.com, kami ingin mengajak masyarakat untuk mendukung para pekerja seni panggung budaya yang kehilangan mata pencahariannya di saat yang kurang baik ini. Bantuan akan diberikan dalam bentuk dana ke para pekerja seni dan kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para pekerja seni, sehingga mereka dapat berkarya lagi di kemudian hari,” tambah Renitasari.
Masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan membuka website https://kitabisa.com/campaign/indonesiakaya dan mengikuti langkah-langkah berikut:
- Klik tombol “DONASI SEKARANG”
- Isi nominal donasi yang ingin diberikan
- Pilih metode pembayaran GOPAY/LinkAja/JeniusPay/Mandiri/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI dan kartu kredit
- Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran
Setiap rupiah yang disumbangkan merupakan uluran tangan penuh arti bagi pekerja seni Indonesia. (Fjr/PR) | Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation