Di Indonesia misalnya, sekurangnya ada 8 acara virtual atau daring yang spesial digelar dalam rangka memperingati hari yang bertujuan meningkatkan kesadaran global untuk mengambil tindakan positif dalam melindungi alam dan planet bumi ini.
Berdasarkan urutan waktu, ada 4 acara yang pelaksanaannya bersamaan, mulai pukul 9 WIB pagi, yakni pertama acara bertajuk: “Best Practice Pengelolaan Limbah B3 Sektor Minerba“.
Webinar Zoom yang digelar Ditjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tersebut menghadirkan 5 pembicara yakni Dirjen PSLB3 Rosa Vivien Ratnawati; Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 Sinta Saptarina Soemiarno; dan Kepala Center for Research Excelance (CoRE) on Mining Environment & Mine Closure, Fakultas Teknik Pertambangan & Perminyakan ITB Prof. Dr. Rudi Sayoga Gautama.
Berikutnya, Diskusi Virtual (Disvir) di Zoom Meeting yang mengusung tema: “Kesiapsiagaan Pencegahan Kebakaran dan Lahan Gambut di sekitar Taman Nasional Sebangau“.
Disvir yang dihelat Forum Kolaborasi Para Pihak Sebangau itu juga menampilkan 5 narasumber (narsum) yakni Kepala TN Sebangau, Kapolsel Sebangau Kuala, Camat Katingan Kuala, Kepala Desa Sebangau Kuala, dan Praktisi Restorasi Gambut dengan moderator dari Pendamping Komunitas Masyarakat Program Konservasi.
Selanjutnya, Cangkring Ing Tawang Karo Pendekar Konservasi yang diadakan KLHK bekerjasama dengan TN Bromo Tengger Semeru.
Acara yang berlangsung di Instagram (IG) @tnbromotenggersemeru tersebut mengangkat tema: “Sinergi Konservasi, Budaya & Ekonomi” dengan menghadirkan 2 narsum yakni Sismiko perwakilan Generasi Muda Tengger dari Forum Sahabat Gunung dan Teguh Wibowo selaku Pegiat Konservasi Edelweiss Jawa dari Kelompok Tani Desa Edelweiss Halum Hyang.
Lalu acara bertajuk: “New Normal di Taman Nasional” yang diselenggarakan Bogor Youth Forum dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Satu jam kemudian (mulai pukul 10 pagi), ada acara kelima bertajuk “CLBK Cinta Lagi Bumi Kita” yang dihelat Walhi DKI Jakarta.
Acara yang disiarkan Live on IG @pulihkanjakarta tersebut menghadirkan Direktur Walhi DKI Jakarta Tubagus Ahmad selaku narsum dan Kojek Rap Betawi sebagi host-nya.
Selepas Shalat Jum’at (mulai pukul 1 siang – 3 sore), ada acara virtual keenam berjudul: “Maleo the Heart of Wallacea” yang digelar IPB University dan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Acara yang berlangsung di Zoom Meeting tersebut menghadirkan 3 pembicara yakni Dosen KSHE IPB Abdul Haris Mustari, Kepala Balai TN Bogani Nani Wartabone Supriyanto, dan Ketua Ekspedisi Sayap Bonawa, Lawalata IPB Andre Harahap.
Acara yang dimoderatori oleh Adinda Egreina Putri dari Lawalata IPB itu juga menampilkan 3 narsum yakni Jihad dari Biodiversity Mainstreaming Officer, Hanom Bashari dari EPASS FCU Bogani Nani Wartabone, dan Herman Teguh dari Protected Area Specialist WCS Indonesia Program Sulawesi.
Satu jam kemudian, acara virtual ketujuh SDG Virtual Talks bertema: “Pupusnya Pusparagam Kehidupan Bumi” juga di Zoom Meeting, mulai pukul 2 siang.
Selain itu Project Officer Suistainable Development Financing IFL UNDP Indonesia Aghnia Dima, President of @tamboramuda Concervation Science Specialist Sheherazade, dan Managing Editor National Geographic Indonesia Mahandis Yoanata T.
Menariknya dalam acara ini juga ada peluncuran buku berjudul “Garda Harimau“. Adapun 5 orang yang beruntung akan mendapatkan buku karya penulis Agus Prijono tersebut.
Terakhir, acara kedelapan yang dimulai pukul 3-5 sore, bertajuk: “” via Zoom.
Disvir yang diprakarsai NGO for The Culture of Kerinci, Komunitas Gemulun Indonesia, dan Perpustakaan Nasional RI itu menampilkan 3 pembicara yakni Praktisi Konservasi Dorcas Aid International Nico Smith, Arkeolog dan Peneliti Lepas Hafiful Hadi S., dan Peneliti/Epigraf Balar Palembang Wahyu Rizky A. dengan Pengkaji Sastra dan Manuskrip Kantor Bahasa Jambi Nukman sebagai pemandu acara.
Itulah 8 acara virtual spesial dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Sedunia 2020 yang trenzindonesia.com peroleh dari berbagai sumber.
Meskipun ditengah pandemi Covid-19, para stakeholders di sektor lingkungan hidup tetap bersemangat merayakannya seseuai era New Normal ini.
Justru trenzindonsia.com menilai acara yang disuguhkan temanya lebih variatif, menarik, dan tentunya amat bermanfaat.
World Environment Day tahun ini mengusung tema “Time For Nature” yang mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari kalau makanan yang dimakan, udara yang diminum, dan ruang hidup di planet yang ditinggali ini adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) yang harus dijaga kelestariannya. (adji kurniawan) | Foto: Google.co.id