Trenz Indonesia
News & Entertainment

Bogor Street Fest CGM 2018 Meriah Dan Kaya Warna

Pesta Rakyat Cap Go Meh Yang Penuh Toleransi Dan Kaya Atraksi Budaya

523

Trenz Edutainment | Perayaan Cap go Meh yang berlangsung di Bogor , Jum’at, (2/3/2018) kembali menarik antusias dan perhatian tak hanya oleh warga Bogor namun juga masyarakat umum yang datang dari luar wilayah kota Bogor.

Cap go Meh berasal dari dialek bahasa tionghoa hokkien bermakna hari terakhir perayaan tahun baru imlek. Cap go meh berasal dari kata “Cap” yang artinya angka 10 dan go artinya angka 5 dan Meh artinya malam. Makanya Cap Go Meh bisa diartikan sebagai 15 malam perayaan atau 15 hari tahun baru imlek.

Di tahun 2018 ini, Cap go Meh dirayakan pada tanggal 2 Maret, yakni terhitung 15 hari setelah tahun baru imlek yang jatuh pada tanggal 16 februari 2018 atau tanggalan kalender cina yaitu tahun 2569.

Dan meski diguyur hujan, perayaan Cap go Meh yang dikemas dalam bentuk perhelatan pesta rakyat tahunan di sepanjang jalan Suryakencana – Siliwangi bertajuk “Bogor Street Fest CGM’18” ini tetap menarik antusias warga untuk menyaksikannya.

Dengan mengusung tema ‘Ajang Budaya Pemersatu Bangsa” acara “Bogor Street Fest CGM’18” yang berlangsung mulai pkl. 15.00-24.00 WIB ini dibuka oleh Ketua MPR, Zulkifli Hasan.

“Dengan mengucap Bismillah, Bogor Festival CGM 2018 resmi dibuka,” ujar Zulkifli Hasan, seraya melakukan pemukulan bedug sebagai tanda pembukaan Bogor Street Fest CGM’18, di Vihara Dhanagun, Bogor, Jumat (2/2/2018).

Menurut Zulkifli Hasan, perhelatan Bogor Street Fest CGM’18 di Kota Bogor ini mencerminkan toleransi antar umat beragama sekaligus mencerminkan keberagaman Indonesia yang sesungguhnya.

“Kita lihat inilah Indonesia. Indonesia adalah masyarakat yang toleran, bangsa yang ramah, saling menghormati dan menghargai,” ungkap Zulkifli Hasan.

Selain Ketua MPR, Zulkifli Hasan, perhelatan Bogor Street Fest CGM’18 juga diramaikan oleh kehadiran Walikota Bogor non aktif Bima Arya, Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman serta beberapa duta besar Negara sahabat dan tamu istimewa lainnya.

Sesuai tema, “Bogor Street Fest CGM’18” tak hanya mengutamakan perayaan Cap Go Meh dan perhelatan tradisi orang Tionghoa melulu, melainkan juga menampilkan berbagai bentuk kesenian dan budaya yang unik juga atraktif dari Kota Bogor dan berbagai daerah di Indonesia.

Beragam kesenian Jawa Barat yang ditampilkan di “Bogor Street Fest CGM’18” diantaranya berasal dari Purwakarta, Cianjur dan Ciamis. Sementara seni budaya Nusantara yang disajikan antara lain kesenian asal Kalimantan, Jawa Tengah, Madura, Sumatera Barat dan suguhan budaya Betawi.

Menurut Arifin Himawan, Ketua Pelaksana Bogor Street Fest CGM’18 (Pesta Rakyat CGM 2018), perhelatan seni yang ditampilkan, tak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam dan luar negeri, tetapi juga menggambarkan adanya persatuan nasional yang diperlihatkan dalam bentuk kekayaan budaya bangsa.

“Semangat pluralisme yang ditanamkan bersama dengan masyarakat Bogor ini menjadi salah satu ciri dan identitas kita dalam menjaga kesatuan bangsa,” tegas Arifin Himawan.

Sebagai bentuk kemajemukan dan toleransi yang terbangun di kota Bogor, perhelatan “Bogor Street Fest CGM’18” juga diawali dengan do’a dari 6 pemuka agama yang secara berdampingan dan bergiliran memanjatkan do’a dan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Sedangkan menurut Jemmy Charter selaku koordinator acara, “Bogor Street Fest CGM’18” juga diramaikan oleh keterlibatan sekitar seribu orang pelaku seni dan budaya yang menyajikan bentuk kreasi terbaiknya.

Bogor Street Fest CGM’18” memang menjadi ajang pesta rakyat yang penuh kreasi dan kegembiraan dengan beragam garapan artistik seni helaran dari hasil kreasi bambu, juga atraksi menarik tradisi Sunda yang kini jarang dilihat masyarakat. Ada juga kemasan kekayaan flora dan fauna di tatar Pakuan yang menjadi ciri tersendiri dalam bentuk sajian kreatif. Ikon-ikon Bogor yang dikemas dalam bentuk kostum atau ornamen seperti talas, kujang, raflesia hingga rusa turut memberi warna menarik di ajang ini.

Bogor Street Fest CGM’18” juga semakin menarik dan meriah dengan tersajinya beragam atraksi liong dan barongsai dengan warna-warna benderang dan permainan cahaya di malam hari, yang memang menjadi suguhan khas yang paling ditunggu masyarakat.

Sementara kemeriahan lain yang tak kalah seru adalah penampilan parade drumband, barisan lampion dan gotong joli yang biasanya diikuti sejumlah vihara dari Bogor, Jakarta, Tangerang, Ungaran dan Rembang. Ada juga pawai keindahan mobil hias, kreasi komunitas, serta panggung budaya di beberapa titik sepanjang jalur Suryakencana hingga Siliwangi, yang diwarnai dengan penampilan tari-tarian, hiburan rakyat, jajanan khas, musik, paduan suara, bahkan marawis.  (Fjr/Dari beragam sumber) | Foto: Dok. Dudut Sp & Ibonk

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.