Trenz Indonesia
News & Entertainment

Mistisme dan Kecerdasan Seni Bersatu dalam “Ratapan di Timur Tanah Jawa – Kerajaan Jin Alas Purwo”

721

Jakarta, Trenzindonesia.com | Cerita legenda “Alas Purwo” telah menjadi sumber daya magis yang mendalam dalam struktur sosial masyarakat Banyuwangi. Dalam konteks mitologi Jawa, Alas Purwo dianggap sebagai tempat kelahiran Sang Hyang Widhi (Dewa Pencipta), menghubungkan mikrokosmos dengan makrokosmos, dunia gaib dengan alam nyata, serta manusia dengan Tuhan.

Eksistensi budaya ini terus menghadirkan daya tarik tak terbatas, mengundang eksplorasi dalam seni pertunjukan, baik dari aspek sakralitas maupun fungsi pranata ritual. Sanggar Tari Swargaloka, dengan penuh semangat, mengangkat cerita legenda Alas Purwo sebagai tema utama dalam pertunjukan drama musikal berjudul “Ratapan di Timur Tanah Jawa – Kerajaan Jin Alas Purwo.”

Pergelaran megah ini menarik perhatian di Gedung Kesenian Wayang Orang Bharata, Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Senin, 20 November 2023. Gedung Kesenian Wayang Orang yang memiliki kapasitas 200 tempat duduk menjadi saksi kepadatan penonton yang antusias, menciptakan atmosfer yang tak terlupakan.

Dibimbing oleh tangan terampil Bathara Saverigadi Dewandoro sebagai sutradara, pertunjukan ini berhasil menyatukan elemen musik (drama musikal) dan gerak tubuh sebagai medan kompleks. Mereka berhasil mengaktualisasikan elemen artistik, imajinatif, kreatif, dan simbolisasi nilai melalui karya panggung ini.

Dr. Endang Mariani, M.Psi, seorang Dosen Antropolog dari Universitas Indonesia, memberikan sorotan mendalam terhadap pertunjukan ini. “Pergelaran legenda Alas Purwo ini kental dengan filosofi hidup-mati. Kehidupan setelah kematian, dalam narasi dan gerak tari menghibur, tanpa menggurui. Tak kan ada kata berakhir untuk semua kesedihan dunia. Mati adalah cara mengakhirinya. Luka yang tak pernah hilang,” ungkapnya.

Atmosfer magis dibangun sebagai penghormatan kepada tahta tertinggi hutan tertua di tanah Jawa. Dialog tawar-menawar dan sentuhan humor menjadi elemen penyegar. “Seperti itulah kehidupan. Kadang menertawakan dan ditertawakan,” tegas Endang menambahkan.

Ucapan selamat datang datang dari berbagai kalangan, termasuk Dosen Tari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Maria Darmaningsih, SST, yang menyampaikan rasa bangganya terhadap gerakan anak-anak muda Swargaloka. Eyang Anjar Purwani dari Sanggar Tari Kusuma juga memberikan apresiasi tinggi, menyebut pertunjukan ini sebagai “spektakuler dan luar biasa” dengan pesan moral yang menjadi peringatan bagi generasi muda.

Dr. Nungki Kusumastuti, seorang seniman tari dan dosen, menekankan pentingnya mendukung dan mendorong kreativitas anak-anak muda dari kelompok tari Swargaloka. “Kerja kreatif dan produktif memang perlu proses dan kerja panjang. Dalam karya ‘Ratapan di Timur Tanah Jawa,’ anak muda bergerak dan bernyanyi dengan baik,” komentar Nungki.

Lebih lanjut, Nungki menyoroti keberanian dan kemampuan khusus yang diperlukan dalam penyajian musikal. Tema yang dipilih dianggap menarik dan memerlukan interpretasi lebih dalam. “Sekali lagi, langkah dan pilihan terus berkarya adalah contoh yang patut diacungi jempol dengan pesan: terus belajar, berkomitmen, dan berbahagia untuk bangsa dan negara,” tambahnya.

Drama musikal “Ratapan di Timur Tanah Jawa – Kerajaan Jin Alas Purwo” mengisahkan perjalanan Jelita, seorang perempuan yang mencoba mempelajari ilmu hitam sambil bertapa di Alas Purwo. Kekecewaannya karena tidak mendapatkan yang diinginkan membawanya pada pilihan tragis, dengan konsekuensi mengorbankan kehidupannya.

Pemain utama, Reni Wiritanaya sebagai Jelita dan Okvalica Harlis Natasya sebagai arwah Dara, berhasil memukau penonton dengan kehebatan vokal dan akting total. Mereka didukung oleh para penari dari Ksatria (IMB), Lima Pandawa (IGT), dan Swargaloka School of Dance.

Tim kreatif di balik layar, termasuk sutradara, penulis naskah, penata tari, penata musik, penata busana, dan produser, juga berperan penting dalam keberhasilan pertunjukan ini.

Dandy Febrianto Prakoso sebagai produser dan Suryandoro serta Dewi Sulastri sebagai eksekutif produser, merasa gembira melihat antusiasme penonton. Founder Swargaloka Foundation, Drs. Suryandoro, berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi dan peluang yang ada.

“Sekali lagi, terima kasih atas atensi, dukungan, dan apresiasi semua pihak. Kami berharap dukungan terus mengalir untuk mengembangkan karya musikal penuh pesan moral ini. Kami akan mengadakan pertunjukan keliling ke berbagai daerah agar karya ini dapat diapresiasi dan mengedukasi generasi muda,” ungkap Suryandoro, selaku Eksekutif Produser pertunjukan ini.

Dengan demikian, “Ratapan di Timur Tanah Jawa – Kerajaan Jin Alas Purwo” tidak hanya sebuah pertunjukan seni, melainkan sebuah perjalanan mistis dan intelektual yang menggugah pikiran penonton, menegaskan bahwa Swargaloka telah berhasil menyajikan hiburan yang cerdas dan bernilai.

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.