Trenz Indonesia
News & Entertainment

Motor Listrik BL SEVO1 Bersiap Mengaspal 2.000Km. Bamsoet: Mendukung Rencana Turing Jakarta-Mandalika

Motor listrik BL-SEVO1 karya anak bangsa, Universitas Budi Luhur akan mengaspal sejauh 2.000 kilometer.

260

Jakarta, Trenz Edutainment I Pada bulan Agustus 2021 ini, civitas akademika Universitas Budi Luhur (UBI) merencanakan kegiatan turing motor Jakarta – Mandalika, dengan menunggang kuda besi karyanya, motor listrik dengan tampilan sportbike, yakni Budi Luhur Sport Electric Vehicle (BL SEVO1) hasil kolaborasi Universitas Budi Luhur bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Katros Garage.

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) pun memberikan dukungan terhadap kegiatan civitas akademika Universitas Budi Luhur ini. “BL SEV01 telah diuji coba di Sirkuit Internasional Sentul pada April 2021, dengan teknisi dan tenaga dari kalangan akademisi Universitas Budi Luhur. Memiliki kecepatan hingga 140 Km/jam,” kata Bamsoet di Gedung Black Stone, Jalan Tambak no.8, Jakarta Pusat, Selasa (6/7).

Dalam audiensi ini, turut hadir Rektor UBI Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., MM., Humas UBI Anastasya Putri, dan Tim Riding Tour Jakarta-Mandalika Syahrul Awal. “Menandakan bahwa anak bangsa bisa menghasilkan kendaraan listrik secara mandiri. Sekaligus menandakan dimulainya era migrasi penggunaan kendaraan konvensional ke kendaraan listrik,” ungkap Bamsoet.

Tatkala menerima jajaran pengurus UBI, Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan rute touring Jakarta – Mandalika ±2.000 Km yang akan dilintasi, antara lain: Jakarta – Cirebon – Semarang – Klaten – Madiun – Surabaya – Situbondo – Pelabuhan Ketapang.

Selanjutnya usai penyebrangan dengan fery menuju pulau Bali, motor listrik BL SEVO1 kembali mengaspal dengan rute Gilimanuk – Singaraja – Denpasar – Padang Bai dan kembali melanjutkan pelayaran dengan fery menuju pulau Lombok. Setibanya di Pelabuhan Lembar, motor listrik BL SEVO1 mengaspal menuju Mataram dan finish di Sirkuit Internasional Mandalika.

“Selain menguji endurance BLSEV01, touring tersebut juga harus dijadikan momentum mengedukasi dan memotivasi masyarakat tentang pentingnya menggunakan kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan ramah pengeluaran. Sekaligus mempromosikan potensi pariwisata dan berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo di berbagai daerah yang dilalui selama touring,” papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bamsoet mengungkapkan, sangat mengapresiasi keseriusan Universitas Budi Luhur dalam mengembangkan kendaraan listrik. Salah satunya dengan mendirikan Pusat Studi Kendaraan Listrik (PSKL), sebagai katalisator interdisiplin ilmu untuk bersinergi melakukan berbagai kajian terkait pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Fokus arah kajiannya antara lain pada komponen, prototipe, hingga penunjang pengembangan kendaraan listrik.

“Tidak heran selain mengembangkan BL SEV01, Universitas Budi Luhur juga telah melahirkan berbagai kendaraan listrik yang membanggakan. Seperti mobil listrik BLITS, hasil kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Telah digunakan dalam event PLN BLITS Explore Indonesia 2018, touring keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan jarak tempuh mencapai 20.000 Km,” tutur Bamsoet.

Selain itu, Ketum Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat (PB KODRAT) menambahkan, kendaraan listrik lainnya, Neo BLITS, hasil kolaborasi dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Memiliki kapasitas motor 20Kw, baterai 72 volt, 70Kwh, kecepatan maksimal 110 Km/jam, jarak tempuh maksimal hingga 250 Km dan waktu pengisian baterai 10 hingga 12 jam.

“Universitas Budi Luhur juga telah mengembangkan motor listrik Budi Luhur 40 Electric Motorcycle (BL-EC-40), kolaborasi dengan Katros Garage. Memiliki spesifikasi kapasitas motor 9500 watt, baterai 15Kwh, daya angkut maksimal 200 Kg, kecepatan maksimal 190 Km/jam, jarak tempuh maksimal hingga 160 Km dan waktu pengisian baterai hingga 6 jam,” urai Bamsoet.

Karenanya, Waketum KADIN Indonesia menyebut UBI juga membuat Budi Luhur Chargo Electric Vehicle/BL CEV 01. Memiliki spesifikasi kapasitas motor 1.200 watt, baterai 60 volt, 90Ah, daya angkut maksimal 150Kg, kecepatan maksimal 50 Km/jam, jarak tempuh maksimal 150 km, waktu pengisian baterai 8-10 jam serta transmisi 3 speed,” tukas Bamsoet.

“Spesifikasi kendaraan listrik yang dikembangkan Universitas Budi Luhur masih menggunakan dinamo impor, dengan baterai lithium. Sebagai institusi pendidikan, Universitas Budi Luhur memiliki keterbatasan dalam penelitian dan pengembangan kendaraan listrik,” ujarnya memberikan apresiasi kepada civitas akademika UBI.

“Sehingga perlu dukungan dari stakeholder otomotif. Karenanya, pemerintah harus menjembatani Universitas Budi Luhur dengan berbagai perusahaan otomotif besar yang beroperasi di Indonesia. Sehingga bisa terjadi saling sinergi yang menguntungkan,” pungkas Bamsoet.

Leave A Reply

Your email address will not be published.