Trenz Indonesia
News & Entertainment

Sarana Utama Perpustakaan Kota Bogor Gunakan Nama Tokoh Literasi

70

Kota Bogor, Trenzindonesia | Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) menetapkan nama untuk tiga sarana utama Perpustakaan Kota Bogor menggunakan nama tokoh literasi sebagai sarana edukasi.

Tiga nama sarana utama tersebut adalah Ruang Baca Raden Ayu Lasminingrat, Ruang Baca Saleh Danasasmita, dan Auditorium Bima Arya. Peresmian ini dilakukan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor, Hery Antasari, di Lantai 2 Perpustakaan Kota Bogor pada Selasa, 14 Mei 2024.

Acara peresmian ini dihadiri oleh keluarga RA Lasminingrat, keluarga Saleh Danasasmita, Bima Arya, Pustakawan Ahli Utama Ahmad Hadadi yang mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kepala Diarpus Kota Bogor, Rudiyana, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi.

Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari, menekankan pentingnya peristiwa ini dalam perjalanan membangun literasi di Kota Bogor selama lima tahun terakhir. Pemerintah kota telah bekerja optimal dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat. “Sebagai Pj Wali Kota Bogor, saya akan melanjutkan apa yang sudah baik, termasuk apa yang sudah dipondasikan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya dan para tokoh,” kata Hery Antasari. Ia juga mengutip kata-kata Bung Karno, “Jas Merah” (jangan sekali-kali melupakan sejarah), untuk menegaskan pentingnya menghargai jasa tokoh-tokoh yang telah berkontribusi pada pembangunan literasi.

Perpustakaan Kota Bogor mengalami peningkatan signifikan dalam koleksinya, dari awalnya 30 ribu buku menjadi 85 ribu buku ditambah dengan 2.000 literasi berbentuk digital. Tingkat kunjungan juga meningkat dari 50 pengunjung menjadi 500 pengunjung per hari, dan jumlah anggota perpustakaan dari 3.000 menjadi 20.000 anggota.

Kepala Diarpus Kota Bogor, Rudiyana, menyampaikan bahwa Perpustakaan Kota Bogor sudah ada sejak tahun 1975 dan terus berkembang. Pada tahun 2021, di bawah kepemimpinan Bima Arya, perpustakaan ini ditetapkan sebagai program prioritas dengan penambahan berbagai fasilitas, termasuk auditorium yang telah menjadi tempat untuk 32 acara dan dikunjungi 150.000 orang sejak diresmikan.

Bima Arya, Wali Kota Bogor periode 2014-2024, menambahkan bahwa gedung perpustakaan ini adalah upaya bersama untuk mempersiapkan generasi muda menjemput masa depan dan membawa Kota Bogor menuju masa keemasannya. “Ini adalah turunan dari semangat itu, memuliakan sosok pemimpin dari masa ke masa. Semangat menyiapkan generasi hari ini untuk menjemput masa depan. Tentu ini bukan hanya hasil kerja seorang Bima Arya saja, tapi kerja keras kita semua,” kata Bima Arya.

Pustakawan Ahli Utama, Ahmad Hadadi, yang mewakili Dispusipda Jabar, menjelaskan bahwa RA Lasminingrat adalah bunda literasi pertama di Indonesia yang mempopulerkan kesusastraan Sunda. Saleh Danasasmita adalah ahli sejarah Sunda dan sastrawan yang juga penulis sejarah Kota Bogor. Bima Arya, selain sebagai tokoh nasional, juga dikenal sebagai tokoh literasi yang telah menulis buku.

Dengan penamaan ini, diharapkan masyarakat Kota Bogor semakin menghargai sejarah dan jasa para tokoh literasi, serta terinspirasi untuk terus meningkatkan minat baca dan literasi di tengah era digitalisasi informasi. (kotabogor.go.id/Fjr)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.