Trenz Indonesia
News & Entertainment

Teater Musikal Keumalahayati – Laskar Inong Balee

Sajikan Konsep Artistik yang Inovatif

184

JAKARTA, Trenzindonesia | Pertunjukan Teater musikal “Keumalahayati: Laskar Inong Balee” akan menjadi tontonan yang mendidik dan menghibur dengan menyajikan pengalaman baru di panggung seni Indonesia.

Teater Musikal Keumalahayati - Laskar Inong BaleeDipersembahkan oleh Gema Citra Nusantara (GCN) dan Papatong Artspace untuk merayakan Hari Ulang Tahun Proklamasi Republik Indonesia yang ke-78,  Teater musikal “Keumalahayati: Laskar Inong Balee” dihelat mulai malam nanti di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki di Jakarta Pusat pada 12 dan 13 Agustus 2023 pukul 19.00 WIB.

Pertunjukan Teater musikal “Keumalahayati: Laskar Inong Balee” ini, menjadi sinergi sempurna antara Tim GCN dan Papatong Artspace yang kembali berkolaborasi untuk memberikan pengalaman budaya yang luar biasa setelah pertunjukan sebelumnya yang berhasil pada 19 Maret 2022.

Teater Musikal Keumalahayati - Laskar Inong BaleeTeater musikal ini disutradarai oleh dua sosok berbakat, Teuku Rifnu Wikana dan Krisna Aditya. Menghadirkan para pemain ternama, termasuk Haikal AFI 2, Teuku Rifnu Wikana, dan Karissa Soerjanatamihardja, serta seniman senior Aceh Marzuki Hasan, Junio Ferandez, Yan Wibisono, Beyon Destiano, Fachrizal Mochsen, serta empat sahabat Keumalahayati: Nanda Dian Utami, Nadya Devina, Kartika Desma, dan Jeyhan Safiana.

Teater Musikal Keumalahayati - Laskar Inong BaleeSutradara Teuku Rifnu Wikana mengungkapkan bahwa konsep cerita tetap mengarah pada kepahlawanan Keumalahayati, namun kali ini dilihat dari sudut pandang cinta seorang perempuan dengan kewajaran yang sangat menginspirasi. “Ide cerita Keumalahayati masih sama seperti pertunjukan perdana. Namun dalam konteks artistik, terdapat perubahan signifikan. Dalam pementasan kali ini, kami menggunakan konsep 3 lapisan multimedia,” kata Teuku Rifnu Wikana.

Teater Musikal Keumalahayati - Laskar Inong BaleePerubahan konsep tersebut membawa perubahan yang mencolok. Pada pertunjukan perdana, layar besar di atas panggung hanya sebagai latar belakang visual. Namun, kali ini, konsep 3 lapisan multimedia memungkinkan adanya kedalaman ruang yang lebih besar. “Kami membelah ruang, memberikan dimensi yang lebih mendalam, dan menciptakan panggung sebagai lautan. Panggung bahkan menjadi representasi dari kapal Cornelis de Houtman. Ditambah dengan musik yang ditampilkan secara live oleh Batavia Chamber Orchestra, suasana pertunjukan semakin hidup dan menggugah,” ungkap Krisna Aditya, salah satu sutradara lainnya.

Dengan inovasi artistik yang mengesankan, “Keumalahayati: Laskar Inong Balee” kembali mengajak penonton untuk merasakan suasana kepahlawanan dan cinta yang membara. Melalui pertunjukan ini, budaya dan sejarah Indonesia semakin mendekat ke hati masyarakat, sambil menghadirkan sentuhan modern dan konsep yang menarik. Bagi pecinta seni dan budaya, pementasan ini merupakan pengalaman yang tak boleh dilewatkan. (PR/Fajar Irawan) | Foto: Dudut SP & Fajar

Leave A Reply

Your email address will not be published.