Trenz Indonesia
News & Entertainment

Awi Suryadi Sutradara Film KKN Desa Penari, Siap Berbagi Ilmu Di Acara Diskusi Ngobrol Soal Sinema

154

JAKARTA, Trenz Film | AWI SURYADI sutradara film KKN Desa Penari yang sukses meraup 9.2 juta penonton menyatakan kesanggupannya untuk menjadi narasumber giat ‘Ngobrol Soal Sinema (NGOBRASIN) yang digagas bareng oleh PWI Kota Depok dan Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia.

Lewat karya penyutraraaannya, Awi bukan hanya mampu meraih penonton film Indonesia terbanyak sepanjang masa, namun juga menjadi sineas yang berhasil mengajak kembali masyarakat ke gedung bioskop setelah dua tahun Indonesia dan dunia dilanda pandemi Covid-19 dimana gedung bioskop ikut terkena dampaknya.

AWI SURYADI

“Tentu dengan senang hati dikasih kesempatan oleh tenan-teman wartawan menjadi salah satu narasumber Ngobrol Soal Sinema dalam rangka Hari Film Nasional” ujar Awi Suryadi saat dihubungi penulis lewat ponselnya Minggu (27/11/2022)

Apalagi kata sutradara yang juga sukses menggarap film Danur ini, temanya seksi “Fenomena Kesuksesan Horor, Sering Kali Tidak Dilirik Juri Festival”.  “Makanya ketika panitia meminta saya untuk menjadi narasumber saya langsung oke aja, dengan catatan tidak benturan dengan jadwal syuting saya. ” Tegas Awi.

Terlahir sebagai Suryadi Musalim, 24 September 1977 di Bandar Lampung, awalnya menerjuni bidang penulisan skenario, dan aktif berkarya sejak 2005. Namun dunia film memberikan berkah dan lompatan berikutnya. Dia menjadi sutradara dan karyanya berhasil meraih jumlah rekor penonton yang mencengangkan di filmnya yang ke-22.

Dia mengawali karier penyutradaraan  di film nasional dengan menyutradarai film Gue Kapok Jatuh Cinta pada tahun 2005 merangkap sebagai penulis skenario. Kemudian, kembali menyutradarai film layar lebar Claudia/Jasmine pada tahun 2008, yang memberikannya nominator Skenario Terbaik di FFI. Gelar yang sama, kembali diraih di Festival  Film Bandung (FFB), lewat film Badoet.

Dari Komunitas wartawan, lewat Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI – 2022) sineas 45 tahun ini memenangi Piala Khusus Pemecah Rekor Penonton Terbanyak Sepanjang Masa.

Filmografi selengkapnya,  Gue Kapok Jatuh Cinta (2006), Mupeng (Muka Pengen, 2008), Sumpah Pocong di Sekolah (2008), Claudia/Jasmine (2008), Asmara Dua Diana, Selendang Rocker (2009), I Know What You Did on Facebook (2010), Simfoni Luar Biasa (2011), Loe Gue End (2012), Kawin Kontrak 3 (2013), You Can’t Hear Me, You Can’t See Me (2013), Street Society, Viva JKT48 (2014), Bidadari Terakhir (2015), Badoet (Skenario bersama Agasyah Karim & Khalid Kashogi, 2015) 2017 Danur: I Can See Ghosts, Danur 2: Maddah – Asih Kesempatan Kedu(d)a, Danur 3: Sunyaruri (2022), dan KKN di Desa Penari (2022).

Di televisi, Awi juga menggarap Catatan Si Boy The Series (2016).

Sementara Sutrisno Buyil selaku Ketua Umum FORWAN Indonesia mengungkapkan, penyelenggaraan Diskusi Publik seputar industri film dalam rangka ikut menyemarakan Hari Film Nasional 30 Maret 2023.

“Sebagai wartawan peliput film, kami merasa perlu diberikan pencerahan oleh Awi Suryadi yang filmnya sukses ditonton sembilan juta lebih. Untuk sementara sulit ditandingi” ujar Sutrisno Buyil.

Buyil meyakini banyak ilmu yang bisa digali dari sutradara sekaliber Awi Suryadi.

“Karenanya kehadiran Awi Suryadi sangat penting, untuk berbagi ilmu kepada wartawan peliput film, pelaku industri film, mahasiswa dan masyarakat Depok,” ujar Buyil (Humas)

Leave A Reply

Your email address will not be published.