Trenz Indonesia
News & Entertainment

Film Indonesia Bersinar di Busan International Film Festival 2023

656

JAKARTA, Trenzindonesia | Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengambil langkah penting dalam mendukung ekosistem perfilman Indonesia dengan memfasilitasi delegasi pelaku perfilman Indonesia yang akan berpartisipasi dalam Busan International Film Festival (BIFF) 2023, yang berlangsung dari 4 hingga 13 Oktober 2023.

Film Indonesia Bersinar di Busan International Film Festival 2023Fasilitasi ini bertujuan untuk memperkuat kehadiran Indonesia dalam dunia perfilman internasional.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menjelaskan bahwa Kementerian telah bekerja sama dengan pelaku film Indonesia selama beberapa tahun terakhir untuk membangun strategi dan ekosistem yang mendukung keberhasilan mereka di panggung dunia. Beberapa langkah penting yang telah diambil adalah memberikan fasilitasi beasiswa non-degree bagi pelaku perfilman dan mendirikan Dana Indonesiana untuk mendukung produksi film internasional.

“Berbagai upaya fundamental telah kami lakukan untuk meningkatkan kualitas ekosistem perfilman. Misalnya, ada fasilitasi beasiswa non-degree bagi pelaku perfilman; dan Dana Indonesiana yang saya luncurkan sebagai Merdeka Belajar Episode ke-18, kini terbuka untuk dana padanan ko-produksi film internasional,” jelas Mendikbudristek.

Film Indonesia Bersinar di Busan International Film Festival 2023Terfokus pada BIFF 2023 yang memberikan perhatian khusus kepada Indonesia, Menteri Nadiem menyatakan bahwa hal ini merupakan hasil dari kerja sama antara insan perfilman dan pemerintah. Beliau menyampaikan, “Saya dan sejumlah insan perfilman menghadiri langsung pertemuan dengan pihak BIFF di Cannes Film Festival pada bulan Mei 2023 lalu. Program khusus untuk Indonesia pada BIFF 2023 merupakan salah satu hasilnya. Saya ucapkan selamat dan sukses bagi delegasi Indonesia di BIFF 2023.”, kata Menteri Nadiem.

Tim delegasi Indonesia yang akan berangkat ke BIFF 2023 terdiri dari sineas, panitia, pemerintah, dan media, yang berjumlah 50 orang. Mereka akan mendapatkan travel grant sebagai bentuk fasilitasi dari Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media (PMM).

Film Indonesia Bersinar di Busan International Film Festival 2023BIFF 2023 akan menampilkan 15 karya sineas Indonesia yang akan bersaing dalam program fokus “Renaissance of Indonesian Cinema.” Karya-karya tersebut termasuk film pendek dan film panjang.

Indonesia yang masuk di program kompetisi, terdiri dari satu film panjang dan satu film pendek, yaitu film panjang karya Yosep Anggi Noen berjudul “24 Jam Bersama Gaspar” berkompetisi di program Jiseok, dan film pendek berjudul “The Rootless Bloom” (Rein Maychaelson) berkompetisi di Wide Angle.

Selain itu, Indonesia juga akan diwakili dalam kompetisi film panjang dan film pendek, serta akan tampil dalam program “A Window on Asian Cinema” dengan tiga film panjang, yakni “Sara” (Ismail Basbeth), “Ali Topan” (Sidharta Tata), dan “Women from Rote Island” (Jeremias Nyangoen).

Film Indonesia Bersinar di Busan International Film Festival 2023Dalam program “Renaissance of Indonesian Cinema,” berbagai karya sinema Indonesia akan dipresentasikan, yakni serial “Gadis Kretek” (Kamila Andini & Ifa Isfansyah), film pendek “Basri & Salma in a Never-Ending Comedy” (Khozy Rizal), “Dancing Colors” (M. Reza Fahriyansyah), “Laut Memanggilku” (Tumpal Tampubolon), “Vania on Lima Street” (Bayu Prihantoro Filemon), “Where The Wild Frangipanis Grow” (Nirartha Bas Diwangkara), film panjang “24 Jam Bersama Gaspar” (Yosep Anggi Noen), “Sara” (Ismail Basbeth), “Perempuan Tanah Jahanam” (Joko Anwar), “Posesif” (Edwin), “Ziarah” (B.W. Purbanegara), dan “What They Don’t Talk About When They Talk About Love” (Mouly Surya). Semua ini merupakan upaya untuk memperkenalkan warisan budaya Indonesia dan menciptakan jejaring global bagi insan perfilman Indonesia.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, menekankan bahwa dukungan dan fasilitasi untuk film-film Indonesia di BIFF dan ACFM 2023 diharapkan akan meningkatkan ketertarikan penonton global terhadap film-film Indonesia. ACFM merupakan platform penting untuk menjalin hubungan dan kerja sama di dunia perfilman internasional.

Dalam kesempatan ini, Indonesia juga akan menawarkan proyek-proyek film di Asian Project Market (APM), seperti “Tarkam” dan “Watch It Burn.” Terdapat pula 13 filmmaker muda Indonesia yang akan berpartisipasi dalam serangkaian acara di program Platform Busan.

Film Indonesia Bersinar di Busan International Film Festival 2023Beriringan dengan penyelenggaraan BIFF, terdapat program pendidikan Asian Film Academy (AFA) yang sedang diikuti oleh Khozy Rizal. Beberapa alumni AFA dari Indonesia antara lain adalah Edwin, Ifa Isfansyah, Yosep Anggi Noen, Tumpal Tampubolon, Bayu Prihantoro Filemon.

“Harapan kami adalah adanya tindak lanjut yang konkret dari upaya ini, dan semakin banyak pihak yang bekerja sama dengan insan perfilman Indonesia,” tutup Mahendra.

Busan International Film Festival (BIFF) adalah salah satu festival film paling bergengsi di Asia yang pertama kali diadakan pada tahun 1996. BIFF juga merupakan festival film internasional pertama di Korea yang telah berkembang menjadi acara tahunan yang sangat dinanti-nantikan oleh insan perfilman dunia. (Dandung Bondowoso / Fajar Irawan) | Foto: DB & Istimewa

Leave A Reply

Your email address will not be published.