Trenz Indonesia
News & Entertainment

FILMMAKERS GUILD 2018 Ajang Kompetisi Semua Sineas di Asia Kembali Digelar HOOQ

846

Trenz Edutainment|Sukses dengan penyelenggaraan kompetisi HOOQ Filmmakers Guild di tahun lalu, untuk musim kedua, HOOQ – layanan Video on Demand terbesar di Asia Tenggara – kembali menghadirkan HOOQ FILMMAKERS GUILD 2018.

HOOQ Filmmakers Guild merupakan proyek besar di tingkat Asia Tenggara dalam membantu para sineas berbakat untuk merealisasikan ide mereka menjadi serial TV.

HOOQ Filmmakers Guild adalah platform berharga bagi para sineas berbakat Asia untuk membantu mereka menampilkan karya terbaiknya ke hadapan publik Asia. Kesuksesan musim pertama dan respon positif dari masyarakat terhadap HOOQ Filmmakers Guild mendasari kami untuk kembali menggelar musim kedua. Kompetisi ini merupakan bukti komitmen HOOQ untuk mendukung industri film Asia dengan memberikan kesempatan kepada para sineas berbakat Asia untuk mewujudkan karya mereka menjadi serial TV yang berkualitas.” Ujar Guntur Siboro, Country Director HOOQ saat PRESS CONFERENCE HOOQ FILMMAKERS GUILD 2018 sekaligus berbuka puasa bersama di Harum Manis Restaurant, Jl. KH. Mas Mansyur, Karet, Jakarta, Senin (4/6).

Diakui Guntur Siboro, sekitar 500 peserta yang berpartisipasi di HOOQ Filmmakers Guild tahun lalu, mayoritas naskahnya bergenre drama, action dan komedi.

Dari sekitar 500 naskah yang diterima oleh HOOQ, akhirnya terpilih 6 dan telah dibuatkan episode pertamanya yang kemudian ditayangkan di HOOQ sebagai bagian dari HOOQ Filmmakers Guild di mana satu naskah terbaik dari 6 episode perdana akan diproduksi menjadi serial TV penuh.

Yang membanggakan dua dari 6 naskah terpilih yang dibuatkan episode perdananya  berasal dari Indonesia yakni yang berjudul “Aliansi” dan “Heaven and Hell”. Sedangkan 4 naskah lainnya adalah “Bhak” (India), “Suay” (Thailand), “Haunt Me” (Singapura), “How To Be A Good Girl” (Singapura).

Sutradara Indonesia Mouly Surya kembali dipercaya menjadi juri di kompetisi ini yang akan memilah naskah yang masuk dari Indonesia untuk disandingkan dengan naskah dari negara lain. Bersama juri dari negara lain, Mouly akan memilih 6 naskah terbaik sebagai finalis. Tidak hanya memilih naskah terbaik, Mouly juga akan memberikan filmmaking workshop bagi finalis di Indonesia.

Sama seperti kompetisi di tahun lalu, 5 naskah dan treatmen (sketsa skenario) untuk serial TV terbaik yang merupakan hasil dari pelaku film profesional, baik sutradara, produser ataupun penulis naskah, akan mendapatkan pendanaan sebesar USD$30.000 untuk diproduksi menjadi episode perdana yang akan tayang di HOOQ.

Pendaftaran terbuka untuk peserta dari Singapura, Thailand, Indonesia, India, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Kamboja. Naskah terbaik akan diproduksi secara keseluruhan dan akan tayang secara eksklusif di HOOQ tahun 2019.

Pendaftaran untuk HOOQ Filmmakers Guild 2018 dimulai pada pertengahan bulan Mei hingga 31 Juli 2018, dengan ketentuan peserta merupakan profesional di industri film yang memiliki pengalaman dalam memproduksi film. Peserta diharuskan mengirim naskah untuk serial penuh dengan maksimal 13 episode untuk satu musim. Tidak ada batasan genre, namun proposal dan produksi harus menggunakan bahasa lokal dari negara mana peserta tersebut berasal. (PR/Fjr ) | Foto Fajar

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.